Tampilkan postingan dengan label imamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imamat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2019

#18 Bangsa Israel Dicatat dan Dihitung (Imamat 26-27, Bilangan 1-5)

Berkat dan Kutuk

Bila bangsa Israel hidup dengan melakukan segala perintah Tuhan, Tuhan menjanjikan berkat kepada bangsa Israel.

Bila bangsa Israel tidak melakukan segala perintah Tuhan, Tuhan akan memberikan kutuk kepada bangsa Israel.

Laskar Israel Dihitung

Dua tahun setelah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan berfirman kepada Musa agar umat Israel dicatat dan dihitung.

Yang dicatat dan dihitung adalah laki-laki berumur dua puluh tahun ke atas yang bisa berperang.

Dalam perjalanan ke tanah Kanaan, bangsa Israel sering berhenti dan berkemah. Setiap berhenti, bangsa Israel harus berkemah dengan membentuk tanda +.



Di tengah perkemahan bangsa Israel ada Kemah Pertemuan dan perkemahan suku Lewi.

Sementara itu 12 suku lainnya dibagi menjadi empat kelompok:
  • Berkemah di timur (suku Yehuda, suku Isakhar, suku Zebulon)
  • Berkemah di selatan (suku Ruben, suku Simeon, suku Gad)
  • Berkemah di barat (suku Efraim, suku Manasye, suku Efraim)
  • Berkemah di utara (suku Dan, suku Asyer, suku Naftali)

Tuhan juga menunjuk masing-masing satu pemimpin untuk setiap suku Israel.

Setelah diadakan penghitungan, didapati total seluruh orang Israel yang dihitung oleh Musa adalah sebanyak 603.550 orang.

Suku Lewi

Suku Lewi yang kena wajib tugas adalah yang berumur 30-50 tahun; totalnya ada 8580 orang.

Suku Lewi diberi tugas khusus untuk memelihara Kemah Suci.

Pemimpin tertinggi suku Lewi adalah Eleazar, anak imam Harun.

Tuhan menyuruh Musa mengambil semua orang Lewi sebagai ganti semua anak sulung laki-laki Israel, karena setiap anak sulung adalah kepunyaan Tuhan.


Peraturan Untuk Bangsa Israel

  • Orang-orang yang najis harus meninggalkan tempat perkemahan
  • Bila seseorang berdosa terhadap sesama manusia, harus membayar tebusannya dengan menambah seperlima
  • Suami yang cemburu terhadap istrinya harus membawa perkaranya untuk diselesaikan oleh imam

Jumat, 27 September 2019

#17 Hari Raya Bangsa Israel (Imamat 19-25)

Bangsa Israel harus menjaga kekudusan hidup

Bangsa Israel harus menjaga kekudusan hidup dengan cara:

  • Beribadah hanya kepada Allah
  • Menaati tata cara ibadah dan adat istiadat
  • Peduli terhadap orang miskin
  • Mengasihi sesama
  • Menjauhi dosa-dosa
Terlebih lagi para imam yang bertugas mempersembahkan korban harus menjaga kekudusan mereka:
  • Tidak boleh menyentuh orang yang sudah mati kecuali keluarga dekat
  • Menikah hanya dengan perempuan yang masih suci
  • Tidak boleh orang cacat
  • Mempersembahkan korban harus sesuai aturan

Hari-hari Raya Bangsa Israel

Hari-hari raya Bangsa Israel yang ditetapkan Tuhan:
  • Hari Sabat adalah hari perhentian penuh
  • Hari Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi adalah hari untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir
Ketika nanti bangsa Israel sudah sampai di tanah Kanaan, Tuhan menyuruh Bangsa Israel merayakan hari-hari raya untuk bersyukur kepada Tuhan, dan ditutup dengan Hari Raya Pondok Daun.

Tahun Sabat dan Tahun Yobel

Tuhan berfirman bahwa ketika bangsa Israel sudah masuk ke tanah perjanjian:

  • Selama enam tahun bangsa Israel boleh menanam tanaman di ladang, tetapi setiap tahun kelipatan 7 menjadi tahun Sabat, jadi ladang tidak boleh ditanami tanaman sama sekali.
  • Setiap tahun kelipatan 50 disebut sebagai tahun Yobel atau tahun kebebasan. Pada tahun Yobel setiap budak Israel dibebaskan dan tanah yang sudah dijual belikan harus kembali pada pemilik awalnya.

Kamis, 19 September 2019

#16 Hukum dan Perintah Tuhan yang Harus Ditaati (Imamat 12-18)

Hukum Tuhan mengenai orang-orang yang tidak tahir atau najis

Dalam kitab Imamat, Tuhan juga memberikan petunjuk bahwa ada keadaan yang membuat seseorang menjadi tidak tahir.

Tidak tahir atau disebut juga 'najis' artinya seseorang sedang kotor dan tidak pantas untuk menghadap Tuhan. Jadi orang yang najis tidak boleh kena pada apapun yang kudus atau masuk tempat kudus.

Apa saja yang menyebabkan seseorang menjadi najis?

  • Perempuan yang sedang cemar kain atau haid
  • Perempuan yang baru saja melahirkan anak
  • Orang atau barang yang kena penyakit kusta
  • Laki-laki atau perempuan yang mengeluarkan lelehan dari auratnya

Setelah genap hari pentahiran, atau bila penyakit dari seseorang itu telah sembuh, maka orang yang najis itu harus mempersembahkan korban bakaran dan korban penghapus dosa melalui imam.

Setelah itu baru ia kembali tahir di hadapan Tuhan.

Hari Raya Pendamaian

Setelah dua anak Harun yaitu Nadab dan Abihu mati karena melakukan kesalahan sebagai imam, Tuhan memerintahkan Harun untuk mengadakan pendamaian bagi tempat kudus karena segala kenajisan dan pelanggaran orang Israel.

Selanjutnya hal itu menjadi ketetapan selama-lamanya yakni pada tanggal sepuluh bulan ketujuh harus diadakan pendamaian oleh imam untuk mentahirkan bangsa Israel.

Perintah-perintah Tuhan yang harus ditaati

  • Orang Israel hanya boleh mempersembahkan korban di Kemah Pertemuan, tidak boleh lagi di sembarang tempat
  • Orang Israel tidak boleh makan darah dan bangkai
  • Orang Israel harus menjaga kekudusan perkawinan

Jumat, 13 September 2019

#15 Pentahbisan Imam Bagi Bangsa Israel (Imamat 5-11)

Harun dan anak-anaknya ditahbiskan sebagai imam

Harun dan anak-anaknya ditahbiskan sebagai imam di hadapan segenap umat Israel. Anak-anak Harun bernama: Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar. Kepada mereka dikenakan pakaian imam sesuai ketetapan Tuhan.

Harun memberkati bangsa Israel lalu mempersembahkan korban kepada Allah. Tuhan berkenan terhadap bangsa Israel yang saat ini sudah memiliki imam yang akan memimpin peribadatan mereka.

Maka keluarlah api dari hadapan Tuhan dan menghanguskan korban bakaran dan lemak yang dipersembahkan Harun di atas mezbah. Bangsa Israel pun bersorak-sorai dan sujud menyembah Tuhan.

Nadab dan Abihu mati

Nadab dan Abihu, anak-anak Harun yang juga menjadi imam, mempersembahkan api asing yang tidak diperintahkan Tuhan kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan Tuhan sebagai hukuman lalu mereka pun mati terbakar.

Tuhan memberikan aturan-Nya kepada bangsa Israel

Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun apa saja binatang yang boleh dan tidak boleh untuk dimakan. Binatang yang tidak boleh dimakan disebut sebagai haram atau najis.
Tuhan memberikan aturan itu agar bangsa Israel senantiasa menjaga kekudusan mereka, sebab Tuhan Allah adalah kudus.

Jumat, 06 September 2019

#14 Bangsa Israel Selesai Membuat Kemah Suci (Keluaran 38-40, Imamat 1-4)

Pekerjaan Membuat Kemah Suci Selesai

Segala pekerjaan membuat Kemah Suci dan kelengkapannya selesai tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Lalu Musa memberkati bangsa Israel.

Musa mendirikan Kemah Suci pada hari pertama bulan pertama sesuai perintah Tuhan dan mengurapi Kemah Suci itu dan segala isinya.
Musa juga mengurapi Harun dan anak-anaknya sebagai imam.

Lalu kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci berupa awan kemuliaan. Awan kemuliaan Tuhan menjadi tanda kapan bangsa Israel harus melanjutkan perjalanan atau harus berhenti untuk berkemah. Pada malam hari awan itu berganti menjadi api.

Korban Persembahan Kepada Tuhan

Sejak bangsa Israel memiliki Kemah Suci sebagai tempat untuk menyembah Tuhan, bangsa Israel harus mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan. Korban yang dibawa oleh bangsa Israel hanya boleh disembelih, diolah, dan dipersembahkan oleh Imam. Korban dipersembahkan dengan cara dibakar di atas mezbah.

Tuhan menyampaikan ketetapan mengenai lima jenis korban, yaitu:
  • Korban bakaran
  • Korban sajian
  • Korban keselamatan
  • Korban penghapus dosa
  • Korban penebus salah