Tampilkan postingan dengan label yehezkiel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yehezkiel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Maret 2021

#86 Pengharapan Bagi Israel dan Umat Manusia (Yehezkiel 34-48)

Pemulihan Terhadap Israel

Melalui Yehezkiel Allah menegor para pemimpin Israel yang bagaikan gembala yang jahat terhadap domba-dombanya. Tuhan berjanji akan melepaskan domba-domba Israel, bahkan akan mengangkat seorang raja masa depan yaitu Daud yang baru sebagai gembala yang baik.

Bangsa Israel yang tadinya terpecah pun akan bersatu kembali, dan bangsa-bangsa yang memusuhi mereka akan dihukum oleh Allah sendiri.

Allah juga akan membersihkan Israel dari dosa-dosa mereka, bahkan memberikan hati yang baru yang taat melaksanakan perintah Tuhan.

Yehezkiel menerima sebuah penglihatan yaitu, tampak ada lembah yang penuh dengan tulang-tulang kering. Lalu Allah memberi nafas hidup ke dalam tulang-tulang itu sehingga tulang-tulang itu kembali hidup menjadi manusia-manusia baru yang menjadi kumpulan tentara yang sangat besar. Arti dari penglihatan itu adalah sekalipun pengharapan Israel sudah hilang karena hubungan dan perjanjian dengan Allah yang sudah dirusak, Allah akan memberikan Roh-Nya ke dalam umat-Nya sehingga umat-Nya akan hidup kembali.

Penglihatan Tentang Kota yang Baru dan Bait Suci yang Baru

Allah memberikan sebuah penglihatan tentang masa depan kepada Yehezkiel. Yehezkiel dibawa ke gunung yang tinggi sekali. Dari sana ia melihat sesuatu yang menyerupai kota.

Yehezkiel ditemani oleh seorang malaikat Tuhan yang memandu Yehezkiel dalam penglihatan itu. Malaikat itu menyuruhnya untuk menyampaikan penglihatannya kepada bangsa Israel.

Bangunan yang dilihat Yehezkiel ternyata adalah sebuah Bait Suci yang semuanya baru, dari bangunannya, sampai imam dan peribadatannya. Lalu Yehezkiel melihat kemuliaan Tuhan kembali ke Bait Suci yang baru itu.

Dari Bait Suci itu juga mengalir sebuah sungai kehidupan yang mengairi Laut Asin sehingga tempat yang tadinya tidak ada kehidupan jadi dipenuhi oleh ikan-ikan dan pohon-pohon yang terus berbuah. 

Yehezkiel juga diperlihatkan mengenai batas-batas tanah Israel di tempat yang baru itu. Kota yang kudus itu bernama "TUHAN HADIR DI SITU".

Senin, 08 Maret 2021

#85 Pemberontakan Israel dan Yehuda (Yehezkiel 12-33)

Melalui Yehezkiel, Tuhan berkata bahwa dosa bangsa Israel telah sangat parah dan hukuman tidak mungkin dapat dihindari. Tuhan akan memakai bangsa Babel untuk meruntuhkan Yehuda dan membuang raja dan sisa penduduk Yerusalem.

Yehezkiel menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan dosa dan hukuman Israel yang sangat parah yaitu:

  • Kayu anggur yang tidak berguna dan kemudian dibakar
  • Istri yang memberontak kepada suaminya dan kemudian dihakimi
  • Singa yang mengamuk dan kemudian dijerat dan dikurung

Yehezkiel menegur orang-orang yang merasa mereka tidak layak dihukum. Yehezkiel menceritakan kembali kasih setia Tuhan kepada bangsa Israel dari sejak mereka dibawa keluar dari Mesir oleh Musa sampai saat ini. Tetapi bangsa Israel tidak menghargai kasih Tuhan itu. Sudah berkali-kali bangsa Israel berdosa dan tidak setia kepada Tuhan bahkan sampai generasi saat itu.

Kejatuhan Yerusalem

Pada tahun ke-9 sejak Yehezkiel dibuang ke Babel, hari itu Babel mulai menyerang Yerusalem. Tuhan memerintahkan Yehezkiel untuk menyampaikan perumpamaan tentang kuali yang berkarat, yang masakannya dikeluarkan kemudian kuali itu dibakar sampai merah tetapi karatnya tidak hilang-hilang. Kuali itu melambangkan Yerusalem yang menolak untuk dibersihkan dari kenajisannya.

Kemudian Tuhan berkata kepada Yehezkiel bahwa Tuhan akan mengambil istri yang sangat dikasihi Yehezkiel tetapi Yehezkiel tidak boleh menangis dan menunjukkan kesedihannya. Maka istri Yehezkiel meninggal dan Yehezkiel melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan. Hal ini sebagai perlambang bahwa karena terlalu hebatnya kejatuhan Yerusalem, para penduduknya tidak akan sempat menyatakan kesedihan mereka dengan cara berkabung.

Pada tahun ke-11 sejak pembuangan, datanglah seorang pengungsi dari Yerusalem membawa berita kepada orang-orang buangan tentang keruntuhan Yerusalem dan kehancuran Bait Suci, sesuai dengan apa yang dinubuatkan Yehezkiel selama ini.

Penghakiman Allah pada bangsa-bangsa lain

Melalui Yehezkiel, Tuhan menyampaikan hukuman terhadap bangsa-bangsa di sekitar Yehuda yaitu bangsa Amon, Moab, Edom, Filistin, Tirus, Sidon, dan Mesir. Bahkan bangsa yang sangat hebat dan sombong seperti Tirus dan Mesir akan Tuhan izinkan takluk oleh bangsa Babel yang disebut bangsa yang paling ganas.

Jumat, 05 Maret 2021

#84 Nabi Yehezkiel Dipanggil Tuhan (Yehezkiel 1-11)

Yehezkiel Dipanggil Menjadi Nabi Tuhan

Yehezkiel adalah seorang imam yang hidup di Yerusalem pada masa penyerangan Kerajaan Yehuda oleh bangsa Babel. Yehezkiel bersama sekitar 10 ribu penduduk Yehuda dibuang ke Babel pada masa pemerintahan Raja Yoyakhin di Yerusalem.

Pada tahun ke-5 masa pembuangan, ketika Yehezkiel berada di tepi sungai Kebar di Babel bersama dengan para buangan Yehuda lainnya, Yehezkiel mendapat penglihatan dari Tuhan.

Yehezkiel melihat ada angin yang membawa awan besar dan ada sosok seperti manusia yang bersinar duduk di atas sebuah takhta. Takhta itu berada di atas sebuah bentangan cakrawala yang ditopang oleh 4 makhluk bersayap yang masing-masing memiliki 4 wajah dan ada 4 roda di dekat makhluk-makhluk itu. 4 makhluk itu adalah kerub, yaitu makhluk surgawi.

Yehezkiel menyadari bahwa yang ia lihat adalah gambar kemuliaan Tuhan, dan Yehezkiel sujud menyembah.

Tuhan memanggil Yehezkiel untuk menyampaikan perkataan Tuhan kepada Israel yang merupakan bangsa pemberontak. Sebagai simbol Yehezkiel menerima firman Tuhan, Yehezkiel disuruh memakan gulungan kitab yang diberikan oleh Tuhan.

Tuhan berjanji akan menguatkan hati Yehezkiel sekalipun bangsa Israel tidak mau mendengarkan Yehezkiel karena mereka keras kepala.

Nubuat Yehezkiel Kepada Israel dan Yehuda

Tuhan menyuruh Yehezkiel melakukan peragaan untuk memberitahu malapetaka yang akan terjadi.

Yehezkiel harus membuat kota dari ukiran batu lalu membuat tembok pengepungan di sekelilingnya, kemudian ia harus berbaring miring selama jumlah hari yang ditentukan Tuhan (390 hari untuk Israel dan 40 hari untuk Yehuda - 1 hari melambangkan 1 tahun hukuman). Selama waktu itu Yehezkiel harus makan sedikit saja yaitu roti yang dibakar di atas kotoran dan minum sedikit saja. Arti dari peragaan itu adalah kota Yerusalem akan dikepung dan kekurangan makanan dan minuman.

Yehezkiel juga 
harus memotong rambutnya lalu dibagi 3 bagian yang melambangkan 3 hukuman:

  • Rambut yang dibakar (melambangkan penyakit sampar dan kelaparan)
  • Rambut yang ditetak dengan pedang (melambangkan kekalahan oleh pedang)
  • Rambut yang dihamburkan ke angin (melambangkan penghamburan ke mana-mana)

Penglihatan Yehezkiel Tentang Kondisi Yerusalem

Pada tahun yang keenam, roh Yehezkiel dibawa ke Yerusalem. Di sana Yehezkiel melihat kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Yehuda. 

Yehezkiel melihat mereka menyembah berhala di Bait Allah, bahkan para tua-tua pemimpin bangsa juga ikut di dalamnya. 

Lalu Yehezkiel melihat Tuhan menghukum orang-orang fasik dan para pemimpin yang melakukan ketidakadilan.

Yehezkiel juga melihat takhta kemuliaan Allah dibawa kerub yang menopangnya pergi meninggalkan Bait Suci, bahkan kemudian pergi meninggalkan Yerusalem sama sekali.

Setelah rohnya kembali, Yehezkiel pun menceritakan penglihatannya kepada orang-orang buangan yang bersamanya.

Yehezkiel juga menyampaikan janji pembaharuan Israel, yaitu Tuhan akan mengumpulkan bangsa Israel yang tersisa dan tersebar di antara bangsa-bangsa. Mereka akan memiliki hati yang baru, yaitu hati yang taat melakukan perintah Tuhan. Pada saat itu mereka akan menjadi umat Tuhan dan Tuhan akan menjadi Allah mereka.