Tampilkan postingan dengan label rut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2020

#35 Samuel Menjadi Nabi di Israel (Rut 3-4, 1Samuel 1-5)

Rut Menikah dengan Boas

Rut meminta perlindungan kepada Boas karena Boas masih bersaudara dengan Elimelekh suami Naomi.
Boas bersedia menebus tanah Elimelekh dan menikah dengan Rut.
Rut dan Boas memiliki anak yang bernama Obed.
Obed memiliki anak bernama Isai.
Isai adalah ayah dari Daud.

Kelahiran Samuel

Elkana dari Efraim memiliki dua isteri bernama Hana dan Penina.
Hana mandul sehingga Penina sering menghina Hana.
Ketika beribadah di Silo, Hana berdoa sambil menangis meminta anak kepada Tuhan.
Hana bernazar (berjanji) bahwa bila Tuhan memberi Hana seorang anak laki-laki, anak itu akan diberikan kepada Tuhan.

Setahun kemudian Hana melahirkan anak laki-laki bernama Samuel. Setelah Samuel berhenti disusui, Hana memberikan Samuel ke rumah Tuhan di Silo.

Samuel Dipanggil Tuhan

Samuel yang masih anak-anak menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan Imam Eli.

Imam Eli memiliki dua anak yaitu Imam Hofni dan Pinehas. Hofni dan Pinehas sangat jahat namun Imam Eli tidak pernah memarahi mereka.

Ketika Samuel tidur, Allah memanggil namanya. Samuel mengira Imam Eli yang memanggilnya namun setelah tiga kali Samuel mendengar suara, Imam Eli berkata bahwa Tuhan yang memanggilnya.

Samuel menjawab Tuhan dan Tuhan berfirman bahwa Tuhan akan menghukum keluarga Imam Eli karena kejahatannya.

Maka Samuel semakin besar dan disertai Tuhan, dan dikenal sebagai nabi.

Tabut Perjanjian Dirampas Bangsa Filistin

Bangsa Israel berperang melawan bangsa Filistin.

Bangsa Filistin menang dan merampas tabut perjanjian Allah. Hofni dan Pinehas, anak Imam Eli, tewas. Ketika Imam Eli mendengar kabar itu, ia pun mati.

Bangsa Filistin membawa tabut perjanjian Allah ke Asdod. Tuhan menghukum orang-orang Asdod dengan borok-borok.
Setelah itu mereka memindahkan tabut itu ke Gat. Tuhan juga menghajar orang-orang Gat dengan borok-borok.
Kemudian tabut Allah dipindahkan lagi ke Ekron.
Akhirnya bangsa Filistin tidak tahan lagi dengan hukuman Tuhan. Maka mereka memutuskan untuk mengembalikan tabut perjanjian Allah ke Israel.

Jumat, 24 Januari 2020

#34 Bangsa Israel Berbuat Jahat Ketika Tidak Ada Pemimpin (Hakim-hakim 17-21, Rut 1-2)

Patung Sembahan Mikha

Pada zaman tidak ada pemimpin di Israel, mereka berbuat semaunya.

Ada seorang bernama Mikha dari pegunungan Efraim. Ia membuat patung, lalu mengangkat imam sendiri dari suku Lewi untuk beribadah pada patung itu.

Datanglah suku Dan merampas patung dan imam yang diangkat Mikha.

Suku Dan menempatkan patung Mikha dan imam Mikha di Lais, supaya mereka dapat beribadah pada patung itu.

Kejahatan Suku Benyamin

Ada seorang Lewi yang sedang dalam perjalanan menjemput gundik (istri) nya.

Malam hari mereka bermalam di kota Gibea milik suku Beyamin.

Orang-orang Gibea mengepung rumah tempat orang Lewi itu dan ingin berbuat jahat kepadanya. Tetapi orang Lewi itu menyerahkan gundiknya.

Orang Gibea mempermainkan gundik orang Lewi itu hingga mati.

Orang Lewi itu kemudian mengirimkan pesan kepada seluruh suku Israel mengenai kejahatan orang Benyamin di Gibea.

Setelah meminta petunjuk Tuhan, berperanglah orang Israel dengan suku Benyamin hingga banyak yang mati.

Orang Israel bersumpah tidak akan memberikan anak perempuan mereka menikah dengan suku Benyamin. Tetapi mereka menyesal lalu membantu mencarikan isteri untuk suku Benyamin agar suku Benyamin masih punya keturunan.

Naomi Kembali ke Israel

Pada zaman para hakim memerintah, ada kelaparan di Israel.

Elimelekh dari Betlehem-Yehuda bersama isterinya Naomi dan dua anaknya mengungsi ke Moab.

Di Moab, kedua anak Naomi menikah dengan perempuan Moab yang bernama Orpa dan Rut.
Tetapi Elimelekh dan 2 anak Naomi mati. Naomi berangkat dari Moab bersama Rut dan Orpa untuk pulang ke tanah Yehuda.

Di tengah jalan, Naomi menyuruh Rut dan Orpa pulang kerumah orang tua mereka saja, tetapi Rut tetap ingin ikut bersama Naomi.

Sesampainya di Betlehem, Rut memungut bulir-bulir jelai sisa panen untuk mendapat makanan. Di sana Rut bertemu dengan pemilik ladang yaitu Boas yang sangat baik kepada Rut.