Tampilkan postingan dengan label amsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amsal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2020

#71 Keberhasilan Hidup yang Sejati (Amsal 23-31)

Amsal 23 sampai 24 merupakan kumpulan amsal orang bijak


Pelajaran penting dari amsal ini adalah:

Dalam hidup, kita harus mengejar apa yang benar-benar penting dan jangan sampai mengejar sesuatu yang tampak menarik padahal sia-sia.
Jangan kita mengejar kekayaan dunia yang bisa hilang begitu saja. Jangan juga mengejar kesenangan dunia seperti mabuk-mabukan dan juga godaan wanita yang tidak baik. Yang seharusnya kita kejar adalah bagaimana kita menjadi orang bijak dan berpengetahuan yang mengutamakan kebenaran dan kejujuran. 

Jangan berusaha berdebat dengan orang bebal, yang selalu menutup diri dari mendengarkan nasihat orang lain. 
Jangan iri kepada orang kaya, apalagi bila mereka menjadi kaya dengan cara berdosa.  Jangan iri dan benci kepada orang fasik, biarkan Tuhan yang akan membalas mereka.

Kita harus menghormati Tuhan maupun pemimpin kita di dunia. Bila kita menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang adil dan tidak mengejar kekayaan sendiri. Jangan mengambil hak orang lain, dan jangan menjadi orang malas supaya kita jangan menjadi miskin.

Amsal 25 sampai 29 adalah amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia, raja Yehuda


Dalam amsal ini dikatakan bahwa Allah adalah gambaran raja dan pemimpin yang paling mulia. Raja yang takut akan Tuhan pasti bijaksana dan memegang kebenaran, ia berlaku adil kepada siapa saja dan memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Kita juga diajarkan untuk takut akan Tuhan yang ditunjukkan dengan sikap-sikap:

  • Jujur dan rendah hati
  • Mengutamakan hidup damai dengan sesama manusia, bahkan berbuat baik kepada musuh
  • Menjadi seorang kawan yang baik yaitu mau menegur saudara kita yang berbuat salah
  • Menjadi pekerja yang baik dan rajin
  • Tidak menghamburkan harta yang kita miliki
  • Murah hati dan mau berbagi pada orang miskin
  • Menjadi anggota keluarga yang baik, istri yang menjaga perdamaian, dan anak yang menjaga kehormatan keluarga
  • Bila membuat kesalahan, harus mau mengakui dan tidak melakukannya lagi

Amsal 30 berisi perkataan Agur bin Yake dari Masa

Agur bin Yake berdoa karena ia merasa masih membutuhkan hikmat dari Allah. Ia juga memuliakan Allah dan mengagumi firman Allah.

Agur meminta kepada Tuhan untuk dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan. Ia juga memohon agar 
jangan diberikan kemiskinan atau kekayaan, supaya kalau kaya tidak melupakan Tuhan dan kalau miskin tidak mencuri dan mempermalukan Tuhan.

Dalam amsal ini diajarkan agar kita juga jangan menjadi orang yang serakah, sombong, suka mencerca orang, tidak hormat pada orang tua, ataupun terjebak dalam cinta yang tidak sehat.

Amsal 31:1-9 berisi perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya

Ibu Lemuel mengajarkan agar anaknya jangan sampai terjebak dalam cinta kepada perempuan yang tidak baik ataupun menjadi seorang yang suka mabuk-mabukan.

Amsal 31:10-31 berisi pujian untuk isteri yang cakap

Isteri yang cakap adalah isteri yang rajin, dapat dipercaya, selalu memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga membuat suami dan anak-anaknya berhasil. Keluarga yang diberkati, kuncinya bukanlah pada seorang isteri yang cantik, melainkan isteri yang takut akan Tuhan.






Jumat, 20 November 2020

#70 Orang Benar dan Orang Fasik (Amsal 10-22)

Amsal 10-22 merupakan kumpulan amsal-amsal Salomo. Tujuan dari amsal ini adalah untuk mendorong pembacanya agar hidup dengan benar.

Kita harus menjadi orang bijak, dan jangan menjadi orang bebal.

    • Orang bijak senang menerima pengajaran dan nasihat, tetapi orang bebal mengabaikan pengajaran dan nasihat (10:8;12:15; 13:1; 21:11; 24:6)
    • Orang bijak menyukai disiplin, tetapi orang bebal membenci teguran (12:1)
    • Orang bijak akan dihormati, tetapi orang bebal berakhir miskin dan hina (13:18)

Menjadi orang bijak dapat ditunjukkan salah satunya dari cara kita mengelola uang. Orang yang bijak akan:

    • Bermurah hati dalam memberi dan menolong orang miskin (11:24-26; 19:17; 21:23; 22:9)
    • Tidak menerima suap (17:23)
    • Menabung untuk masa depan (21:20)
    • Berhati-hati dalam berutang  (22:7)
Selain itu, penting juga untuk kita memilih menjalankan sikap hidup yang benar, yaitu:
    • Kerendahan hati, dan bukan kesombongan
    • Kerajinan, dan bukan kemalasan
    • Kejujuran, dan bukan kebohongan, tipu, atau pengkhianatan
Kitab Amsal juga bercerita tentang Allah. Dalam kitab Amsal diajarkan bahwa:
    • Allah mengetahui semua yang terjadi, termasuk isi hati semua orang (15:3; 15:11; 16:2; 21:2)
    • Allah mengendalikan segala sesuatu (16:33; 21:30)
    • Allah adalah tempat perlindungan yang aman dan menyelamatkan orang yang baik dari bahaya (11:8; 18:10; 21)
    • Allah berkenan mendengarkan doa-doa orang benar (15:8, 29)
Karena itu respon kita seharusnya adalah:
    • Takut dan menghormati Allah (10:27; 14:26, 27; 15:16; 16:6; 19:23; 28:14)
    • Menaati firman Allah (13:13; 19:16)
    • Menyenangkan Allah dengan melakukan apa yang benar dan adil (21:3)
    • Percaya kepada Allah (22:17-19; 29:25)
Orang yang takut akan Tuhan disebut sebagai orang benar. Hidup orang benar disukai oleh Allah, dipenuhi berkat, dan penuh harapan. Sementara itu orang yang tidak takut akan Tuhan disebut orang fasik. Hidup orang fasik dibenci Allah, diselimuti kekerasan, dan penuh rasa takut.

Jumat, 13 November 2020

#69 Ajaran Hikmat Untuk Hidup Benar (Amsal 1-9)

Sebagian besar isi kitab Amsal ditulis oleh Raja Salomo, dan ada juga yang ditulis oleh Agur dan Lemuel. Tujuan Salomo menulis Amsal adalah untuk mengajarkan hikmat sehingga pembacanya dapat hidup dengan benar.


Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 1-9 berisi hikmat bagi orang-orang muda. Apa saja yang harus dilakukan oleh orang-orang muda?
  • Mau dididik oleh orang tua, ditegur, dinasehati, dan menerima hikmat (1,2)
  • Menolak ketika diajak untuk ikut berbuat dosa oleh orang-orang di sekitar, tetapi tidak menahan diri untuk berbuat baik (1,3)
  • Jangan menjadi orang fasik, suka bertengkar, iri, dan suka mencemooh (3)
  • Jangan terjebak dengan perzinahan (5, 6)
  • Jangan berjanji bila tidak bisa menepati (6)
  • Jangan menjadi pemalas, pembohong, orang yang sombong, dan orang yang menimbulkan pertengkaran (6)
Kenapa hikmat begitu penting? Hikmat sangat penting untuk:
  • Mengenal Allah (2)
  • Melindungi kita dari hal yang jahat (2)
  • Untuk mendapatkan berkat: kesejahteraan, kebahagiaan, dan panjang umur (3)
  • Agar kita dikasihi Allah dan manusia (3)
Bagaimana cara memperoleh hikmat? Kita bisa memperoleh hikmat hanya dengan cara:
  • Meminta dari Tuhan, karena hikmat berasal dari Tuhan (2, 9)

Sabtu, 14 Juli 2018

Rangkuman Kitab Amsal

Amsal 1-9

Kitab Amsal sebagian besarnya ditulis oleh Salomo, ada juga yang ditulis oleh Agur dan Lemuel. Tujuan Salomo menulis Amsal adalah untuk memberikan hikmat sehingga pembacanya dapat hidup dengan benar.

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 1-9 berisi hikmat bagi orang-orang muda. Apa saja yang harus dilakukan oleh orang-orang muda?
  • Mau dididik oleh orang tuanya (1)
  • Mau ditegur, dinasehati, dan menerima hikmat (1,2)
  • Jangan mau diajak untuk ikut berbuat dosa oleh orang-orang jahat di sekitar (1)
  • Jangan menahan diri untuk berbuat baik (3)
  • Jangan menjadi orang fasik, suka bertengkar, iri, suka mencemooh (3)
  • Jangan terjebak dengan perzinahan (5, 6)
  • Jangan berjanji bila tidak bisa menepati (6)
  • Jangan menjadi pemalas (6)
  • Jangan menjadi penipu (6)
  • Menjauhi tujuh perkara yang dibenci Tuhan: (6)
    1. mata sombong
    2. lidah dusta
    3. tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah
    4. hati yang membuat rencana-rencana jahat
    5. kaki yang berlari menuju kejahatan
    6. saksi dusta yang menyemburkan kebohongan
    7. saksi dusta yang menimbulkan pertengkaran saudara
Kenapa hikmat begitu penting?
  • Untuk mengenal Allah (2)
  • Melindungi kita dari hal yang jahat (2)
  • Untuk mendapatkan berkat: kesejahteraan, kebahagiaan, dan penjang umur (3)
  • Agar kita dikasihi Allah dan manusia (3)
Bagaimana cara memperoleh hikmat?
  • Meminta dari Tuhan, karena hikmat berasal dari Tuhan (2, 9)

Amsal 10-29


Amsal 10-24 merupakan kumpulan amsal-amsal Salomo. Pasal-pasal ini berisi bait-bait singkat yang berisi petunjuk untuk hidup saleh. Amsal 25-29 adalah amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai Hizkia, Raja Yehuda.
  • Nasihat Allah tentang uang
    • Bermurah hati dalam memberi (11:24-25; 22:9)
    • Menempatkan kebutuhan orang lain di atas keuntungan (11:26)
    • Berhati-hati dalam menjamin utang orang lain (17:18; 22:26-27)
    • Tidak menerima suap (17:23)
    • Menolong orang miskin (19:17; 21:23)
    • Menabung untuk masa depan (21:20)
    • Berhati-hati dalam berutang (22:7)
Amsal 11:24: "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan."

  • Orang bijak dan orang bebal
    • Orang bijak senang menerima pengajaran, tetapi orang bebal mengabaikan pengajaran (10:8; 23:12)
    • Orang bijak menyukai disiplin, tetapi orang bebal membenci teguran (12:1)
    • Orang bijak mendengarkan nasihat, tetapi orang bebal mengira tidak butuh nasihat (12:15; 21:11; 24:6)
    • Orang bijak menerima disiplin orang tua, tetapi orang bebal mencemooh orang tua (13:1)
    • Orang bijak akan dihormati, tetapi orang bebal berakhir miskin dan hina (13:18)
Amsal 13:1: "Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan"

  • Kerendahan hati dan kesombongan
    • Kerendahan hati membawa kepada hikmat dan kehormatan, tetapi kesombongan membawa kepada kehinaankonflik, dan kejatuhan (11:2; 13:10; 15:33)
Amsal 16:5: "Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman."
  • Kerajinan dan kemalasan
    • Orang rajin menjadi kaya, tetapi orang malas segera menjadi miskin (10:4)
    • Orang rajin akan menjadi pemimpin, tetapi orang malas akan menjadi budak (12:24)
    • Orang rajin memanfaatkan kekayaan dengan baik, tetapi orang malas menyia-nyiakan harta yang baik (12:27)
Amsal 10:4: "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."

  • Kebenaran dan kefasikan
    • Orang benar akan penuh harapan, tetapi orang fasik penuh rasa takut (10:24)
    • Orang benar dipenuhi berkat, tetapi orang fasik diselimuti kekerasan (10:6)
    • Orang benar disukai oleh Allah, tetapi orang fasik dibenci Allah (11:20)
Amsal 10:6: "Berkat ada di atas kepala orang yang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman."

  • Kejujuran dan ketidakjujuran
    • Orang baik akan dipimpin oleh kejujuran mereka (11:3)
    • Kebenaran akan bertahan selamanya (12:19)
    • Kekayaan yang diperoleh dengan tidak jujur akan lenyap (21:6)
Amsal 11:3: "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya."

Amsal 30-31


Amsal 30 berisi perkataan dari Agur bin Yake dari Masa.
Agur bin Yake memuji kebesaran Tuhan. Ia juga meminta dua hal kepada Tuhan:
1. Agar ia dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan
2. Agar ia tidak diberikan kemisikinan atau kekayaan. Supaya kalu ia kaya ia tidak menjadi sombong dan kalau ia miskin ia menjadi pencuri

Amsal 31 berisi perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya. Sebagai seorang raja, Lemuel diperingatkan agar jangan jatuh ke dalam nafsu kepada perempuan ataupun minuman keras.

Gambaran tentang Allah dalam kitab Amsal:

    • Allah mengetahui semua yang terjadi (15:3)
    • Allah mengenal hati semua orang (15:11; 16:2; 21:2)
    • Allah mengendalikan segala sesuatu (16:33; 21:30)
    • Allah adalah tempat yang aman (18:10)
    • Allah menyelamatkan orang baik dari bahaya (11:8, 21)
    • Allah mengutuk orang fasik (11:31)
    • Allah mendengar dan senang akan doa-doa kita (15:8, 29)
  • Respon kita seharusnya:
    • Takut dan menghormati Allah (10:27; 14:26, 27; 15:16; 16:6; 19:23; 28:14)
    • Menaati firman Allah (13:13; 19:16)
    • Menyenangkan Allah dengan melakukan apa yang benar dan adil (21:3)
    • Percaya kepada Allah (22:17-19; 29:25)