Tampilkan postingan dengan label 2tawarikh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2tawarikh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2020

#58 Runtuhnya Kerajaan Yehuda (2Tawarikh 29-36)

Raja Hizkia

Raja Hizkia adalah raja yang baik. Ia bertekad membawa bangsa Yehuda bertobat dan kembali kepada Allah. 

Hizkia menguduskan rumah Allah dan merayakan Paskah. Orang Yehuda pun kembali beribadah kepada Tuhan dan menghancurkan semua berhala.

Suatu ketika Sanherib Raja Asyur datang mengepung Yehuda. Sanherib menyuruh pegawainya untuk menyampaikan pesan yang mengatakan: bangsa Yehuda tidak akan bisa mengalahkan Asyur bila mengandalkan Allah yang lemah seperti ajaran Hizkia. Mendengar itu Raja Hizkia dan Nabi Yesaya berdoa kepada Tuhan. Tuhan menolong dengan mengirimkan malaikat-Nya untuk mengalahkan pasukan Asyur.

Setelah itu Hizkia sakit dan hampir mati. Ia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mengabulkan doanya sehingga umurnya diperpanjang 15 tahun lagi. 

Tetapi Hizkia malah menjadi sombong dan memamerkan hartanya kepada pegawai Babel. Yesaya menyampaikan hukuman Tuhan bahwa seluruh isi istana Hizkia suatu saat akan diambil oleh orang Babel.

Hizkia digantikan oleh anaknya yang bernama Manasye.

Raja Manasye

Raja Manasye adalah raja yang jahat. Ia kembali mendirikan tempat menyembah berhala yang sudah dihancurkan Hizkia ayahnya. Manasye membuat bangsa Yehuda melakukan segala perbuatan yang sesat dan dilarang oleh Allah.

Oleh karena itu Tuhan menghukum Manasye sehingga ia ditangkap oleh panglima negeri Asyur dan dibawa ke Babel. Dalam keadaan terdesak, Manasye akhirnya berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tuhan mendengar doa Manasye dan mengembalikannya sebagai raja di Yehuda. Setelah itu Manasye membawa rakyat Yehuda untuk beribadah kepada Tuhan.

Manasye digantikan oleh Amon, anaknya.

Raja Amon

Raja Amon adalah raja yang jahat. Ia beribadah kepada patung berhala seperti yang dulu dilakukan oleh ayahnya. Ia mati dibunuh padahal baru memerintah selama dua tahun saja. Amon digantikan oleh anaknya, Yosia.

Raja Yosia

Raja Yosia adalah raja yang baik. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ia menghancurkan semua berhala di negeri Yehuda. Saat sedang merenovasi rumah Tuhan, imam Hilkia menemukan kitab Taurat Musa. Kemudian Yosia membawa seluruh orang Israel berbalik dari dosa-dosanya dan kembali pada hukum Taurat. Yosia juga merayakan Paskah sesuai dengan perintah Tuhan.
Suatu ketika Nekho, raja Mesir, maju berperang melawan musuhnya yaitu raja yang lain. Yosia ingin ikut berperang untuk melawan Nekho. Meskipun sudah diingatkan bahwa tidak seharusnya Yosia ikut-ikutan, Yosia tetap saja maju berperang. Akibatnya Yosia mati terbunuh dalam perang itu.
Yosia digantikan oleh anaknya, Yoahas.

Runtuhnya Kerajaan Yehuda

Setelah Yosia mati, raja-raja Yehuda terus melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Sebagai hukumannya, Tuhan pun membuat Yehuda takluk kepada musuh-musuhnya.

Raja Yoahas takluk kepada raja Mesir: Firaun Nekho.

Firaun Nekho menurunkan Yoahas dari posisi raja dan menggantinya dengan Yoyakim, saudaranya.

Setelah itu Raja Yoyakim takluk kepada raja Babel: Nebukadnezar. 

Yoyakim digantikan oleh Yoyakhin, anaknya.

Pada zaman Raja Yoyakhin, Nebukadnezar mengangkut barang-barang dari rumah Tuhan dan istana, juga keluarga raja dan seluruh penduduk Yerusalem yang gagah perkasa dan memiliki keahlian ke Babel. 

Yoyakhin digantikan oleh pamannya yang bernama Zedekia, yang diangkat oleh raja Babel. Tetapi Zedekia memberontak kepada Babel sehingga Yehuda diruntuhkan oleh tentara Babel.

Rumah Tuhan dan istana dibakar dan dihancurkan, tembok Yerusalem dirobohkan, dan rakyat yang tersisa juga dibuang.

Hal ini terjadi karena segala dosa yang dilakukan bangsa Yehuda, sehingga sesuai nubuat nabi Yeremia, bangsa Yehuda harus mengalami pembuangan selama 70 tahun.

Bangsa Yehuda Pulang Kembali ke Negerinya

Setelah masa penghukuman 70 tahun berlalu, Tuhan menepati janji-Nya melalui nabi Yeremia. Raja Koresh dari Persia mengizinkan orang-orang buangan kembali ke Yerusalem untuk membangun rumah Tuhan.

Rabu, 12 Agustus 2020

#57 Pemerintahan Raja-raja Yehuda (2Tawarikh 22-28)

Raja Ahazia

Ahazia adalah anak dari raja Yoram dengan istrinya yang bernama Atalya. Atalya adalah putri dari Ahab, raja Israel yang sangat jahat. Karena pengaruh ibunya ini, Raja Ahazia ini juga menjadi raja yang jahat.

Tuhan telah menentukan Yehu untuk membunuh keluarga Ahab dan juga Ahazia karena kejahatan mereka. Maka Ahazia mati padahal dia menjadi raja baru satu tahun saja.

Setelah Ahazia mati, ibunya Atalya merebut kekuasaan dengan membunuh semua keturunan raja di Yehuda. Untungnya ada satu orang anak Ahazia yang masih bayi berhasil diselamatkan, namanya Yoas. Selama 6 tahun lamanya Yoas disembunyikan di rumah Allah.

Pada tahun ketujuh, imam Yoyada mengadakan persepakatan untuk menurunkan Atalya dari kekuasaan. Berkat dukungan seluruh rakyat, Atalya berhasil dibunuh dan semua berhalanya dirobohkan.

Raja Yoas

Maka Yoas yang masih berumur tujuh tahun menjadi raja atas Yehuda. Selama imam Yoyada masih hidup, Yoas adalah raja yang baik. Ia menghimpun pajak dari rakyat untuk memperbaiki rumah Allah.
Tetapi setelah imam Yoyada mati, raja Yoas menjadi jahat dan jatuh kepada penyembahan berhala. Zakharia anak imam Yoyada datang untuk memperingatkan Yoas. Tapi Yoas malah memerintahkan Zakharia agar dilontari batu hingga mati. 
Tuhan menghukum Yoas dengan mendatangkan tentara Aram untuk mengalahkan Yehuda. Yoas terluka parah dan akhirnya ia dibunuh oleh pegawai-pegawainya sendiri. Yoas mati dan digantikan oleh Amazia, anaknya.

Raja Amazia

Raja Amazia awalnya adalah raja yang baik tetapi tidak setia sampai akhir kepada Allah dan jatuh ke dalam penyembahan berhala. Tuhan membuat Amazia kalah dari Israel. Akhirnya ia mati dibunuh oleh pegawainya sendiri dan digantikan oleh anaknya yang bernama Uzia.

Raja Uzia

Raja Uzia juga awalnya adalah raja yang baik. Tetapi setelah ia semakin kuat, ia menjadi sombong. Uzia berani masuk ke bait Allah dan membakar ukupan sendiri, padahal hanya imam dari keturunan Lewi yang boleh membakar ukupan di rumah Tuhan. Tuhan menghukum Uzia dengan penyakit kusta sehingga sampai matinya Uzia hidup dengan dikucilkan karena penderita kusta itu najis. Uzia digantikan oleh Yotam, anaknya.

Raja Yotam

Raja Yotam adalah raja yang baik. Tuhan memberikan keberhasilan kepada Yotam sehingga ia bisa membangun kota-kota Yehuda dan mengalahkan bani Amon. Yotam digantikan oleh anaknya yang bernama Ahas.

Raja Ahas

Raja Ahas adalah raja yang jahat. Ia bahkan sampai mempersembahkan anak-anaknya kepada berhala. Akibatnya Tuhan membuat Yehuda menjadi sangat lemah sampai bisa dikalahkan oleh bangsa Aram, Israel, Edom, dan juga Filistin. Meskipun begitu Ahas tidak bertobat tetapi malah meminta bantuan bangsa Asyur, yang ternyata hanya mau merampas harta tetapi tidak membantu juga. Sayangnya Ahas bukannya sadar, malah semakin jauh dari Tuhan, ia merusak dan menutup rumah Allah dan beribadah kepada semakin banyak berhala.
Ahas mati dan digantikan oleh Hizkia, anaknya.

Kamis, 06 Agustus 2020

#56 Pemerintahan Raja Asa, Raja Yosafat, dan Raja Yoram (2Tawarikh 15-21)

Raja Asa

Sudah lama bangsa Yehuda hidup jauh dari Allah, sehingga banyak kekacauan di antara penduduk. Nabi Azarya bin Oded menyampaikan firman Tuhan kepada Asa, supaya Asa kembali mencari Tuhan.

Maka Asa membawa bangsa Yehuda kembali kepada Tuhan. Selama beberapa tahun lamanya, negeri Yehuda aman dari perang.

Suatu ketika, Baesa, Raja Israel, mau berperang dengan bangsa Yehuda. Sayangnya Asa bukannya meminta pertolongan Tuhan, tetapi malah meminta pertolongan raja Aram dengan bayaran emas dan perak dari rumah Tuhan. Hal ini membuat Tuhan marah dan mengingatkan Asa melalui nabi Hanani. Bukannya bertobat, Asa malah memasukkan Hanani ke penjara. Setelah itu ketika Asa terkena sakit, Asa tidak juga mencari pertolongan Tuhan melainkan mencari pertolongan tabib-tabib. 

Raja Asa pun mati dan digantikan oleh Yosafat, anaknya.

Raja Yosafat

Raja Yosafat hidup taat kepada Tuhan sehingga Tuhan membuat kerajaan Yehuda semakin kokoh. Yosafat menjauhkan berhala dan mengajarkan Taurat Tuhan di seluruh kota-kota Yehuda. 
Tuhan membuat Raja Yosafat menjadi sangat kuat dan memiliki tentara yang gagah perkasa, sehingga bangsa-bangsa lain tidak berani memusuhi Yehuda.

Tetapi setelah Yosafat menjadi kaya dan terhormat, ia malah bersahabat dengan Ahab, raja Israel yang jahat. Mereka pergi berperang melawan bangsa Aram walaupun sudah diingatkan oleh nabi Tuhan yang bernama Mikha bin Yimla. 
Sesuai nubuat nabi Mikha, Israel dan Yehuda kalah dari tentara Aram. Bahkan, Raja Ahab mati dalam perang itu. Setelah Yosafat pulang dengan selamat karena pertolongan Tuhan, nabi Yehu bin Hanani menegur Yosafat karena Yosafat bersahabat dengan Ahab yang jahat.

Setelah itu bani Amon dan Moab datang berperang melawan Yosafat. Yosafat mencari pertolongan Tuhan. Tuhan berfirman bahwa Tuhan akan menolong bangsa Yehuda tanpa bangsa itu berperang sama sekali. Tuhan membuat pasukan Amon dan Moab saling berperang dengan penduduk Seir sehingga semuanya mati. Bangsa Yehuda pun memuji-muji Tuhan.

Tetapi Raja Yosafat bersekutu lagi dengan Raja Israel yang jahat yaitu Ahazia untuk membuat kapal-kapal yang berlayar ke Tarsis. Tuhan tidak suka dan membuat kapal-kapal itu pecah dan usaha mereka gagal.

Yosafat mati dan digantikan oleh Yoram, anaknya.

Raja Yoram

Yoram adalah raja yang jahat. Ia membunuh semua saudaranya untuk mengamankan kekuasaan. Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel yang menyembah kepada allah lain karena ia menikah dengan anak Ahab, Raja Israel.
Tuhan membuat bangsa-bangsa maju berperang dan mengalahkan Yehuda. Bahkan raja Yoram dihukum dengan penyakit yang parah dan akhirnya mati.

Sabtu, 25 Juli 2020

#55 Pecahnya Kerajaan Israel (2Tawarikh 8-14)

Kekayaan Raja Salomo

Salomo melakukan berbagai usaha sehingga kerajaan Israel menjadi semakin kokoh. Nama Salomo menjadi terkenal di antara berbagai bangsa sehingga ia mendapat kunjungan dari ratu negeri Syeba. Salomo memiliki harta kekayaan yang sangat banyak, ia juga menerima persembahan dan upeti dari raja-raja dan bangsa-bangsa lain.
Salomo mati dan digantikan oleh Rehabeam, anaknya.

Pecahnya Kerajaan Israel

Setelah Rehabeam dinobatkan menjadi raja, ia menolak meringankan beban pekerjaan rakyat, sehingga sepuluh suku Israel yang dipimpin Yerobeam bin Nebat memisahkan diri. 
Sejak itu Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda.

Raja Rehabeam

Rehabeam memperkuat kota-kota kubu di Yehuda. Ia memperkokoh kota-kota itu, menempatkan kepala pasukan dengan persediaan makanan dan senjata.
Kekuasaan Rehabeam terdiri dari: suku Yehuda dan Benyamin, ditambah dengan orang Lewi dan para imam yang disingkirkan oleh Yerobeam.

Setelah kerajaannya kokoh, Rehabeam meninggalkan hukum Tuhan sehingga Tuhan murka. Rehabeam dikalahkan Sisak, raja Mesir. Rehabeam merendahkan diri di hadapan Tuhan maka Tuhan tidak sampai memusnahkan seluruh Yehuda.

Raja Rehabeam mati dan digantikan oleh anaknya yang bernama Abia.

Raja Abia

Raja Abia memerintah selama tiga tahun atas Yehuda. Abia bermusuhan dengan Yerobeam, raja Israel. Abia pun berhasil menaklukkan Yerobeam dengan pertolongan Tuhan.
Raja Abia digantikan oleh Asa, anaknya.

Raja Asa

Raja Asa memerintah selama 41 tahun atas Yehuda. Ia hidup benar di hadapan Tuhan. Raja Asa membangun kota-kota benteng di Yehuda.
Suatu kali, Zerah, orang Etiopia, maju berperang melawan Asa. Asa berseru kepada Tuhan dan Tuhan menolong Asa dan bangsa Yehuda, sehingga berhasil mengalahkan pasukan Etiopia itu.

Kamis, 23 Juli 2020

#54 Pembangunan Bait Suci (2Tawarikh 1-7)

Salomo Meminta Hikmat Kepada Tuhan

Salomo hidup mengasihi Tuhan. Suatu hari ketika Salomo berada di bukit pengorbanan di Gibeon, Allah menjumpai Salomo dalam mimpi dan berkata: "Mintalah apa yang hendak kuberikan kepadamu." 

Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat Israel. 

Tuhan berkenan akan permintaan Salomo. Tuhan berjanji memberikan hikmat dan pengertian yang melebihi siapapun.

Tuhan juga menjanjikan kekayaan dan kemuliaan yang tidak diminta Salomo.

Salomo Mendirikan Bait Suci

Salomo mendirikan Bait Suci sesuai dengan pesan Daud. Salomo mendapat kayu aras Libanon dari Huram, raja Tirus. Salomo juga mendapat bantuan seorang tenaga ahli dari negeri Tirus yang bernama Huram Abi.

Salomo mempekerjakan 153.600 orang asing untuk membangun Bait Suci.
Rumah Tuhan didirikan di gunung Moria yaitu di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus sesuai perkataan Daud.
Bait Suci memiliki panjang 60 hasta dan lebar 20 hasta. 
Bait Suci dibangun selama 7 tahun lamanya.

Pentahbisan Bait Suci

Kemudian tabut perjanjian dipindahkan ke Bait Suci, yaitu di dalam ruang maha kudus. Ketika para pemain musik dan penyanyi memuji Tuhan, kemuliaan Tuhan nampak dalam rupa awan yang memenuhi rumah Allah itu.

Salomo berdoa agar melalui rumah Tuhan, Tuhan berkenan mendengarkan doa dari umat Israel. Tuhan menjawab dengan api yang turun dari langit dan membakar korban bakaran dan korban sembelihan. 

Malam harinya Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dan berjanji bahwa Tuhan akan selalu mendengar doa umat-Nya yang dipanjatkan dari rumah Allah.