Tampilkan postingan dengan label keluaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2019

#14 Bangsa Israel Selesai Membuat Kemah Suci (Keluaran 38-40, Imamat 1-4)

Pekerjaan Membuat Kemah Suci Selesai

Segala pekerjaan membuat Kemah Suci dan kelengkapannya selesai tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Lalu Musa memberkati bangsa Israel.

Musa mendirikan Kemah Suci pada hari pertama bulan pertama sesuai perintah Tuhan dan mengurapi Kemah Suci itu dan segala isinya.
Musa juga mengurapi Harun dan anak-anaknya sebagai imam.

Lalu kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci berupa awan kemuliaan. Awan kemuliaan Tuhan menjadi tanda kapan bangsa Israel harus melanjutkan perjalanan atau harus berhenti untuk berkemah. Pada malam hari awan itu berganti menjadi api.

Korban Persembahan Kepada Tuhan

Sejak bangsa Israel memiliki Kemah Suci sebagai tempat untuk menyembah Tuhan, bangsa Israel harus mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan. Korban yang dibawa oleh bangsa Israel hanya boleh disembelih, diolah, dan dipersembahkan oleh Imam. Korban dipersembahkan dengan cara dibakar di atas mezbah.

Tuhan menyampaikan ketetapan mengenai lima jenis korban, yaitu:
  • Korban bakaran
  • Korban sajian
  • Korban keselamatan
  • Korban penghapus dosa
  • Korban penebus salah

Sabtu, 24 Agustus 2019

#13 Bangsa Israel Menyembah Patung Lembu Emas (Keluaran 31-37)

Bezaleel dan Aholiab Ditunjuk

Tuhan menunjuk dua orang yaitu: Bezaleel dan Aholiab.
Tuhan berpesan pada Musa bahwa dua orang itu ditugaskan untuk memimpin pembuatan Kemah Suci dan segala isinya. Tuhan memberikan Roh Allah dan keahlian kepada mereka untuk melakukan pekerjaannya.

Bangsa Israel Menyembah Patung Lembu Emas

Setelah Tuhan selesai berbicara kepada Musa, Tuhan memberikan kedua loh hukum Allah yang ditulisi dengan jari Allah di Gunung Sinai.

Sementara itu karena bangsa Israel melihat Musa lama tidak turun dari gunung, mereka mendesak Harun untuk membuat bagi mereka allah lain untuk disembah.
Harun membuat patung anak lembu emas. Kemudian Harun dan bangsa Israel membuat acara untuk menyembah anak lembu emas itu.

Ketika Musa turun dan melihat acara itu, ia marah dan melempar kedua loh dari tangannya sehingga loh batu itu pecah.

Musa menghancurkan anak lembu yang dibuat bangsa Israel. Musa memanggil siapa orang-orang yang memihak Tuhan. Ternyata hanya suku Lewi yang memihak kepada Tuhan dan Musa.
Suku Lewi lalu membunuh tiga ribu orang dari bangsa Israel.

Musa kembali menghadap Tuhan dan mengadakan pendamaian untuk Bangsa Israel.

Tuhan marah dan tidak mau lagi memimpin bangsa Israel. Tetapi Musa memohon agar Tuhan masih mau membimbing bangsa Israel. Karena Musa mendapat kasih karunia Tuhan, Tuhan mengabulkan permohonan Musa untuk mau membimbing bangsa Israel.

Musa Memahat Loh Batu yang Baru

Musa naik ke atas gunung Sinai dan bertemu Tuhan. Di sana Musa memahat dua loh batu yang baru yang isinya sama seperti loh batu sebelumnya yang sudah dihancurkan.

Tuhan mengingatkan agar ketika sampai di tanah Kanaan yang diberikan Tuhan, bangsa Israel harus menjaga agar mereka tidak dipengaruhi oleh penduduk tanah Kanaan, dengan cara:

  • Jangan mengadakan perjanjian dengan penduduk Kanaan
  • Berhala mereka harus dihancurkan
  • Jangan saling kawin mengawini dengan penduduk Kanaan

Musa mengumpulkan jemaah Israel dan menyampaikan Firman Tuhan yang telah diterimanya di atas gunung.

Bangsa Israel Membangun Kemah Suci

Bangsa Israel dipimpin Bezaleel dan Aholiab memulai pembangunan Kemah Suci.
Mereka memberikan persembahan khusus hingga jumlahnya lebih banyak daripada yang diperlukan. Bezaleel dan Aholiab melakukan pekerjaan tepat seperti yang difirmankan Tuhan kepada Musa.




Jumat, 09 Agustus 2019

#12 Tuhan Memerintahkan Bangsa Israel Mendirikan Kemah Suci (Keluaran 24-30)

Tuhan Mengikat Janji dengan Bangsa Israel

Musa mengadakan upacara pengikatan perjanjian antara Tuhan dengan bangsa Israel.

Musa menyiramkan darah perjanjian dari korban persembahan kepada bangsa Israel sebagai tanda perjanjian bahwa bangsa Israel akan selalu menaati firman Tuhan yang diberikan melalui Musa.

Tuhan menyuruh Musa untuk naik ke atas gunung dan tinggal disana karena Tuhan akan memberikan loh batu.
Loh batu berisi hukum dan perintah untuk diajarkan pada bangsa Israel.

Musa tinggal di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.

Petunjuk Untuk Mendirikan Kemah Suci

Tuhan memberi petunjuk untuk mendirikan Kemah Suci kepada Bangsa Israel.

Bahan untuk mendirikan Kemah Suci dan membuat perkakasnya adalah dari persembahan khusus yang diberikan oleh Bangsa Israel menurut kerelaan hati.

Cara membuat Kemah Suci dan cara membuat perkakasnya diajarkan oleh Tuhan sendiri kepada Musa.

Apa saja yang ada di dalam kemah suci?
  • Tabut perjanjian, yaitu kotak dimana loh hukum diletakkan
  • Meja roti sajian
  • Kandil (tempat pelita)
  • Mezbah korban bakaran
  • Pelataran
  • Minyak untuk lampu
  • Mezbah pembakaran ukupan
  • Bejana pembasuhan
  • Minyak urapan yang kudus
  • Ukupan yang kudus

Imam

Tuhan juga mengatur mengenai imam. Imam adalah pemimpin ibadah bangsa Israel. Imam harus mengenakan pakaian khusus ketika bertugas.


Harun dan anak-anaknya ditunjuk oleh Allah sendiri untuk memegang jabatan imam. Sebagai pengesahan, dilakukan upacara pentahbisan Harun.




Sabtu, 27 Juli 2019

#11 Allah Memberikan Hukum-Nya Kepada Bangsa Israel (Keluaran 17-23)

Di Masa dan Meriba


Di Masa dan Meriba bangsa Israel bersungut-sungut karena tidak ada air. Tuhan menyuruh Musa memukul gunung batu di Horeb dengan tongkatnya dan keluarlah air untuk bangsa itu.

Bangsa Israel Berperang Melawan Orang Amalek

Orang Israel berperang melawan orang Amalek dengan pimpinan Yosua.

Musa, Harun, dan Hur naik ke puncak bukit. Ketika Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi ketika ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Harun dan Hur membantu menopang kedua belah tangan Musa sehingga Yosua menang. Musa lalu mendirikan mezbah bernama "Tuhanlah panji-panjiku!"

Allah Memberikan Kesepuluh Firman dan Peraturan-Peraturan-Nya


Bangsa Israel tiba di gunung Sinai. Bangsa Israel menguduskan diri dan pada hari ketiga Tuhan turun ke gunung Sinai dalam rupa api sehingga gunung itu dipenuhi asap, ada kilat, guruh dan bunyi sangkakala. Musa mendaki ke atas dan Tuhan mengucapkan kesepuluh firman:

  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun & sujud kepadanya
  3. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu
  6. Jangan membunuh
  7. Jangan berzinah
  8. Jangan mencuri
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
  10. Jangan mengingini milik sesamamu
Tuhan berfirman kepada Musa dan memberikan ketetapan-ketetapan tentang peraturan kebaktian, hak budak Ibrani untuk dilepaskan pada tahun ketujuh, dan jaminan nyawa sesama manusia.

Tuhan juga memberi ketetapan tentang jaminan harta sesama manusia, dosa yang dianggap keji, orang-orang yang tidak mampu, hak-hak manusia, kebaktian dan hari-hari raya, dan peraturan lainnya.

Tuhan juga menyampaikan bahwa bangsa Israel akan dibawa ke tanah Kanaan dan mengalahkan orang Amori, Het, Feris, Kanaan, Hewi, dan Yebus. Bangsa Israel diperingatkan untuk tidak menyembah allah bangsa-bangsa asing itu.


#10 Bangsa Israel Merayakan Paskah Sebagai Peringatan Keluarnya Mereka dari Mesir (Keluaran 10-16)

Bangsa Mesir Dihukum dengan Tulah

Tuhan memberikan sepuluh tulah kepada bangsa Mesir:
  1. Tulah pertama: air menjadi darah
  2. Tulah kedua: katak
  3. Tulah ketiga: nyamuk
  4. Tulah keempat: lalat pikat
  5. Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak
  6. Tulah keenam: barah
  7. Tulah ketujuh: hujan es
  8. Tulah kedelapan: belalang
  9. Tulah kesembilan: gelap gulita
  10. Tulah kesepuluh: anak sulung mati
Tuhan memberitahu Musa bahwa setelah tulah kesepuluh bangsa Israel akan benar-benar keluar dari Mesir.

Tulah kesepuluh adalah kematian semua anak sulung di Mesir.

Bangsa Israel Merayakan Paskah

Tetapi ada perintah yang harus dijalankan oleh bangsa Israel, yaitu agar mereka merayakan Paskah.

Setiap keluarga harus mengambil anak domba pada hari ke-10 dan menyembelihnya pada senja hari ke-14 bulan itu. Darahnya harus dibubuhkan pada tiang pintu dan ambang atas, dan dagingnya dimakan malam itu juga bersama roti tidak beragi dan sayur pahit.

Dengan menjalankan perintah merayakan Paskah, ketika Tuhan membunuh tiap anak sulung di Mesir, Tuhan melewati setiap rumah yang bertanda darah sehingga anak sulung orang Israel tidak mati.

Bangsa Israel Keluar dari Mesir

Setelah mengalami tulah ke-10, bangsa Mesir bersedih karena semua anak sulung mereka mati.

Firaun memanggil Musa dan Harun dan memerintahkan bangsa Israel untuk keluar dari Mesir.

Bangsa Israel bersiap dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati memberikan barang-barang emas dan perak pada bangsa Israel. Maka berangkatlah bangsa Israel dari Mesir setelah tinggal di sana 430 tahun lamanya.

Tuhan memberikan ketetapan bahwa anak sulung adalah milik Tuhan dan bangsa itu harus makan roti tidak beragi tujuh hari lamanya sebagai peringatan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Perayaan itu disebut sebagai: Hari Raya Roti Tidak Beragi.

Bangsa Israel Menyeberangi Laut Teberau

Allah menuntun bangsa Israel, pada siang hari dalam tiang awan dan pada malam hari dalam tiang api.

Tuhan kembali mengeraskan hati Firaun sehingga ia mengejar bangsa Israel yang sedang berkemah di tepi laut bersama pasukannya. Ketika bangsa Israel melihat Firaun, mereka ketakutan dan marah kepada Musa.

Tuhan menyuruh Musa mengangkat tongkatnya dan mengulurkan tangannya ke laut, maka terbelahlah air laut itu semalam-malaman sementara tentara Mesir dihalangi oleh tiang awan Malaikat Allah.

Maka semua orang Israel berjalan di tanah kering dan air laut Teberau di kiri dan kanan sebagai tembok bagi mereka.

Ketika pagi tiba Tuhan menyuruh Musa mengulurkan tangannya ke atas laut dan air berbalik meliputi pasukan Mesir. Ketika bangsa Israel melihat perbuatan Tuhan, mereka takut dan percaya kepada Tuhan. Musa dan orang Israel lalu menyanyikan nyanyian bagi Tuhan.

Bangsa Israel di Padang Gurun

Selama tiga hari bangsa Israel berjalan di padang gurun Syur tanpa air, mereka sampai di Mara tetapi airnya tidak dapat diminum karena pahit. Bangsa itu bersungut-sungut pada Musa. Musa berseru kepada Tuhan dan Tuhan menunjukkan sepotong kayu, kayu itu dilemparkan ke dalam air lalu airnya menjadi manis.

Di padang gurun Sin, bangsa Israel bersungut-sungut karena kelaparan. Tuhan menurunkan dari langit hujan roti pada waktu pagi, roti itu bernama manna. Pada waktu petang juga Tuhan mendatangkan burung puyuh untuk dimakan.

Manna hanya boleh dipungut selama enam hari karena hari ketujuh adalah hari Sabat dan bangsa itu harus beristirahat.



#9 Musa Dipanggil Oleh Allah (Keluaran 3-9)

Musa Dipanggil Allah

Suatu hari, Musa sedang menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, di gunung Horeb.
Malaikat Tuhan menampakkan diri dengan nyala api yang keluar dari semak duri, tetapi semak duri itu tidak terbakar.

Tuhan memanggil Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Tuhan berjanji akan menuntun orang Israel menuju negeri Kanaan yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Tuhan meneguhkan Musa dengan tanda mujizat:

  • Tongkat menjadi ular
  • Tangan berubah kena kusta ketika dimasukkan ke dalam baju.
Musa tetap menolak karena merasa tidak pandai bicara. Maka Tuhan memerintahkan Harun, kakak Musa, untuk membantu Musa berbicara di hadapan orang Mesir.

Musa dan Harun menghadap Firaun untuk meminta bangsa Israel diizinkan pergi beribadah. Ternyata Firaun tidak mengizinkan, malah membuat pekerjaan bangsa Israel makin berat.

Bangsa Israel merasa marah karena mereka semakin ditindas Firaun. Mereka tidak mau mendengarkan Musa dan Harun yang menyampaikan janji Tuhan.

Bangsa Mesir Dihukum dengan Tulah

Tuhan kembali menyuruh Musa dan Harun menghadap Firaun. Di depan Firaun, Musa dan Harun mengubah tongkat menjadi ular. Ahli sihir Firaun juga mengubah tongkat mereka menjadi ular. Tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka.

Tuhan mengeraskan hati Firaun sehingga Firaun menolak membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Tuhan memberikan sepuluh tulah kepada bangsa Mesir:

  1. Tulah pertama: air menjadi darah
  2. Tulah kedua: katak
  3. Tulah ketiga: nyamuk
  4. Tulah keempat: lalat pikat
  5. Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak
  6. Tulah keenam: barah
  7. Tulah ketujuh: hujan es
Sampai pada tulah ketujuh Firaun tetap menolak membebaskan bangsa Israel.

Jumat, 19 Juli 2019

#8 Bangsa Israel Ditindas Oleh Bangsa Mesir (Kejadian 46-50, Keluaran 1-2)

Keluarga Yakub pindah ke Mesir

Yakub dan seisi rumahnya menyambut ajakan Yusuf untuk pindah dari Kanaan ke Mesir karena kelaparan masih tersisa lima tahun lagi.

Tuhan berjanji bahwa Ia akan tetap menyertai Yakub di Mesir dan suatu saat Tuhan akan membawa keturunan Yakub, yaitu bangsa Israel, kembali ke tanah Kanaan.

Yakub, anak-anaknya dan isteri-isteri mereka, semua keturunannya, dan ternak serta harta benda semuanya dibawa ke Mesir. Jumlah keluarga Yakub yang tiba di Mesir ditambah dengan keluarga Yusuf yang sudah terlebih dahulu tinggal di Mesir adalah sebanyak tujuh puluh jiwa.

Karena keluarga Yakub adalah penggembala ternak, mereka meminta izin menetap di tanah Gosyen kepada Firaun. Yakub masih hidup tujuh belas tahun lagi di tanah Gosyen.

Yakub sakit dan sebelum mati ia memberkati kedua anak Yusuf, Manasye dan Efraim.

Yakub memanggil anak-anaknya dan memberkati mereka. Setelah itu Yakub berpesan agar ia dikuburkan bersama Abraham, Sara, Ishak, Ribka, dan Lea, di gua Makhpela. Setelah itu Yakub meninggal.

Setelah selesai masa berkabung, Yusuf pergi dan menguburkan Yakub bersama saudara-saudaranya dan rombongan pegawai dan tua-tua dari Mesir.

Yusuf berjanji walaupun Yakub telah mati ia sudah mengampuni dan tidak akan membalas dendam pada saudara-saudaranya.
Yusuf dan saudara-saudaranya tetap tinggal di Mesir sampai mereka mati di sana.

Bangsa Israel ditindas di Mesir

Kira-kira empat ratus tahun setelah Yakub dan keluarganya pindah ke Mesir, orang-orang Israel beranak cucu dan bertambah banyak jumlahnya di Mesir.

Raja Mesir yang baru yaitu Firaun generasi selanjutnya tidak mengenal jasa-jasa Yusuf. Ia menindas bangsa Israel dengan kerja paksa karena takut bangsa Israel makin bertambah dan mengalahkan Mesir.

Firaun juga memerintahkan agar semua anak laki-laki orang Israel dilemparkan ke dalam sungai Nil.

Musa lahir dan diselamatkan

Ada keluarga suku Lewi yang punya bayi laki-laki dan ingin menyelamatkan bayinya. Mereka membuat keranjang dan meletakkan bayinya di dalam keranjang. Keranjang itu diletakkan di sungai Nil. Kakak perempuan bayi itu disuruh mengawasi apa yang terjadi dengan bayi itu.

Ternyata bayi dalam keranjang itu ditemukan oleh puteri Firaun yang hendak mandi. Kakak bayi itu menawarkan inang penyusu untuk menyusui dan mengasuh bayi itu, yang sebenarnya adalah ibu mereka sendiri. Jadi ibu bayi itu diupah puteri Firaun untuk menyusui bayi itu hingga besar.

Setelah besar, bayi itu diangkat anak oleh puteri Firaun serta dinamai Musa yang artinya "ditarik dari air".

Musa melarikan diri ke Midian


Ketika Musa berumur 40 tahun, ia keluar hendak melihat kerja paksa yang dialami bangsanya. Diam-diam ia membunuh seorang Mesir yang memukul seorang Israel. Karena ketahuan oleh Firaun, Musa melarikan diri ke tanah Midian. Ia bertemu dengan Rehuel atau Yitro, imam di Midian. Musa tinggal di rumah Yitro dan menikah dengan Zipora, anak Yitro. Musa memiliki anak bernama Gersom.

Lama sesudah itu, matilah raja Mesir. Orang Israel masih diperbudak dan mereka berseru-seru kepada Allah. Tuhan pun mendengarkan seru doa orang Israel dan mengingat janji-Nya kepada Yakub.