Tampilkan postingan dengan label 1raja-raja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1raja-raja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2020

#46 Pelayanan Nabi Elia dan Elisa (1Raja-raja 21-22, 2Raja-raja 1-5)

Ahab Merebut Kebun Anggur Nabot

Raja Ahab juga mengingini kebun anggur yang merupakan milik pusaka Nabot. Untuk mewujudkan keinginan Ahab, Izebel mengatur sehingga Nabot difitnah dan dihukum mati. Akhirnya Ahab mendapatkan kebun itu.

Hal ini membuat Tuhan marah dan berfirman melalui Elia: Tuhan akan mendatangkan malapetaka terhadap seluruh keluarga Ahab, bahkan darah Ahab akan dijilat anjing dan Izebel akan dimakan anjing.

Kematian Ahab

Ahab raja Israel bersekutu dengan Yosafat raja Yehuda untuk merebut daerah Ramot-Gilead. Nabi-nabi palsu menubuatkan kemenangan tetapi nabi Tuhan yang bernama Mikha bin Yimla menubuatkan kekalahan Israel. Akhirnya Ahab mati dalam perang itu.

Yosafat, Raja Yehuda

Raja Yosafat menjadi raja menggantikan Asa, ayahnya. Ia memerintah selama 25 tahun atas Yehuda. Ia melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan mengokohkan kerajaannya. Tapi Tuhan tidak suka karena Yosafat sering bersekutu dengan raja-raja Israel yang jahat yaitu Ahab, Ahazia, dan Yoram. Ia digantikan oleh Yoram, anaknya.

Ahazia, Raja Israel

Raja Ahazia menjadi raja menggantikan Ahab, ayahnya. Ia memerintah selama 2 tahun atas Israel. Ia beribadah kepada Baal dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.

Suatu hari Ahazia sakit. Elia menyampaikan Tuhan akan membuat Ahazia mati karena ia meminta petunjuk pada Baal-Zebub.

Elisa Menjadi Nabi Menggantikan Elia

Dalam perjalanan bersama Elisa, Nabi Elia terangkat ke surga dengan kereta berapi dan kuda berapi. Maka Elisa mendapatkan roh dan kuasa seperti Elia dan menjadi nabi.

Yoram, Raja Israel

Raja Yoram, menjadi raja di Samaria menggantikan Ahazia saudaranya. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Yoram maju berperang melawan Moab bersama Yosafat raja Yehuda dan raja Edom. Mereka berhasil menang sesuai petunjuk Tuhan melalui nabi Elisa.

Pelayanan Nabi Elisa

Nabi Elisa menolong seorang janda dengan mujizat minyak dalam buli-buli kecil yang dapat mengisi banyak bejana besar sampai penuh untuk membayar hutangnya.

Seorang perempuan Sunem yang kaya menunjukkan kasih terhadap nabi Elisa. Perempuan itu dan suaminya tidak memiliki anak, tetapi atas firman Tuhan yang disampaikan Elisa, ia melahirkan seorang anak. Beberapa tahun kemudian anak itu sakit dan mati. Nabi Elisa mengadakan mujizat sehingga anak itu hidup kembali.

Nabi Elisa juga mengadakan mujizat di tengah rombongan nabi yaitu menyehatkan masakan beracun dalam kuali dan memberi makan 100 orang hanya dengan 20 roti.

Naaman Disembuhkan

Naaman, panglima raja Aram, terkena sakit kusta. Ia pergi mencari Elisa di Samaria. Elisa hanya mengirim suruhan yang memerintahkan Naaman agar mandi di sungai Yordan tujuh kali. Naaman menurutinya dan menjadi sembuh.

Jumat, 10 April 2020

#45 Kejahatan Raja-raja Israel (1Raja-raja 14-20)

Yerobeam, Raja Israel

Karena kejahatan Yerobeam raja Israel, nabi Ahia menubuatkan bahwa Tuhan akan menghukum keluarga Yerobeam dan membangkitkan seorang raja yang baru.

Yerobeam memerintah sebagai raja Israel selama 22 tahun, lalu ia mati dan digantikan oleh anaknya yang bernama Nadab.

Rehabeam, Raja Yehuda

Rehabeam raja Yehuda juga meninggalkan hukum Tuhan sehingga Tuhan murka. Maka Rehabeam dikalahkan Sisak, raja Mesir.

Rehabeam memerintah sebagai raja Yehuda selama 17 tahun, lalu ia mati dan digantikan oleh anaknya yang bernama Abiam.

Abiam dan Asa, Raja Yehuda


Raja Abiam, anak dari Rehabeam, adalah raja Yehuda yang jahat. Ia memerintah selama tiga tahun dan digantikan oleh Asa, anaknya.

Tidak seperti ayahnya, Raja Asa adalah raja yang baik pada awalnya. Ia menyingkirkan penyembahan berhala dari negeri Yehuda. Tetapi lama-lama Raja Asa tidak bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, sehingga ia mengambil emas dan perak rumah Tuhan sebagai bayaran agar tentara Aram membantunya mengalahkan Israel.
Setelah memerintah selama 41 tahun atas Yehuda, Raja Asa mati dan digantikan oleh Yosafat, anaknya.

Raja-raja Israel yang Jahat

Setelah Raja Yerobeam, semua raja yang memerintah di Israel Utara adalah raja-raja yang jahat juga sehingga Tuhan marah. Karena itu di Israel Utara terus terjadi pemberontakan yang menyebabkan pergantian raja.

Yang pertama adalah Raja Baesa yang merebut kekuasaan dengan membunuh Raja Nadab, anak Raja Yerobeam. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Ia digantikan oleh Raja Ela, anaknya.

Tetapi Raja Ela dibunuh oleh Zimri panglimanya sendiri.

Setelah Zimri menjadi raja, ia dikepung oleh para pendukung Omri lalu bunuh diri sehingga Omri menjadi raja.

Raja Omri juga adalah raja yang jahat dan digantikan oleh Ahab, anaknya.

Raja Ahab memerintah 22 tahun lamanya atas Israel. Ia menikah dengan Izebel, orang Sidon, lalu beribadah kepada Baal sehingga Tuhan sangat marah.

Elia Menyampaikan Hukuman Kepada Raja Ahab

Nabi Elia diutus untuk menyampaikan bahwa Tuhan akan mendatangkan kekeringan karena kejahatan Ahab. Sesudah itu Elia bersembunyi di tepi sungai Kerit dan dipelihara oleh Tuhan.

Setelah air sungai Kerit menjadi kering, Tuhan memelihara Elia di Sarfat dengan perantaraan seorang janda dan anaknya. Meskipun kekeringan itu telah menyebabkan kelaparan, Tuhan membuat mujizat yaitu tepung dan minyak janda itu tidak berkurang sedikitpun walaupun dipakai membuat roti. 
Suatu hari anak janda di Sarfat itu mati, tetapi Elia mendoakannya sehingga anak itu hidup kembali.

Elia Bertarung dengan Nabi Baal

Setelah beberapa lama, Elia menantang Ahab membawa nabi-nabi Baal ke gunung Karmel untuk membuktikan siapa Tuhan yang benar, Allah Israel atau Baal?
Ternyata Allah Israel adalah Allah yang benar yang terbukti bisa mendatangkan api untuk membakar korban yang disiapkan Elia, sementara pada korban nabi Baal tidak terjadi apa-apa. Rakyat Israel pun jadi tahu bahwa Allah Israel adalah Allah yang benar. Kemudian Tuhan menurunkan hujan di Israel.

Izebel marah dan ingin membunuh Elia. Elia pergi dan mengeluh kepada Tuhan di gunung Horeb. Tuhan menyuruh Elia mengurapi Hazael menjadi raja Aram, Yehu menjadi raja Israel, dan Elisa menjadi nabi menggantikan Elia. Tuhan berjanji keluarga Ahab yang jahat pasti akan mendapat pembalasan.

Elia pun pergi lalu bertemu dengan Elisa. Sejak saat itu Elisa menjadi pengikut Elia.

Peperangan Israel dengan Aram

Israel berperang dengan Aram yang dipimpin raja Benhadad, dan Tuhan membuat Israel menang dari Aram. Tetapi setelah itu Ahab malah bersahabat dengan Benhadad raja Aram itu. Tuhan marah dan nabi Tuhan menyampaikan bahwa Ahab dan rakyatnya akan dihukum mati karena tidak menumpas Benhadad.

#44 Kerajaan Israel Terpecah Menjadi Dua (1Raja-raja 7-13)

Pentahbisan Bait Suci

Salomo juga mendirikan istana untuk tempat tinggalnya yang dibangun selama 13 tahun.

Salomo memperlengkapi Bait Suci dengan berbagai perkakas dari tembaga dan emas.

Setelah Bait Suci selesai, imam-imam meletakkan Tabut perjanjian di ruang maha kudus. Maka awan kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Suci.

Salomo berdoa menaikkan pujian dan pengagungan kepada Tuhan Allah Israel. Ia berdoa agar ketika bangsa Israel memohon kepada Tuhan dengan mendatangi atau berkiblat pada Bait Suci, Tuhan akan selalu berkenan untuk mendengarkannya.

Salomo memberkati seluruh bangsa Israel lalu mempersembahkan korban bagi Tuhan sebagai tanda pentahbisan dan perayaan selesainya Bait Suci.

#43 Salomo Menjadi Raja Israel Menggantikan Daud (2Samuel 24, 1Raja-raja 1-6)

Tuhan Marah Karena Daud dan Bangsa Israel Menjadi Sombong

Daud menyuruh Yoab menghitung seluruh jumlah orang Israel yang sangat banyak itu. Didapati orang Israel ada 800 ribu dan Yehuda 500 ribu tentara yang dapat berperang. 

Setelah itu Daud menyadari dosanya kepada Tuhan dan menyesal. Tuhan memberi tiga pilihan hukuman: kelaparan tiga tahun, dikejar musuh tiga bulan, atau penyakit sampar tiga hari? 

Daud memilih jatuh ke dalam tangan Tuhan yaitu hukuman penyakit sampar. Ketika 70 ribu orang sudah mati, Tuhan menyesal dan tidak melanjutkan tulah itu. 

Daud pun membeli tanah milik Arauna, orang Yebus, tempat malaikat Tuhan berhenti menjatuhkan tulah, dan mendirikan mezbah bagi Tuhan di sana.

Salomo Diurapi Menjadi Raja Israel

Setelah Daud tua, Adonia, anak Daud, ingin menjadi raja.

Tetapi Daud sudah bersumpah kepada Batsyeba bahwa Salomo yang akan menjadi raja menggantikan Daud. Maka Imam Zadok, nabi Natan, dan Benaya bin Yoyada mengurapi Salomo menjadi raja.

Daud menyampaikan pesan-pesan terakhirnya pada Salomo, lalu Daud mati.

Salomo Meminta Hikmat Kepada Tuhan

Salomo hidup mengasihi Tuhan. Suatu hari ketika Salomo berada di bukit pengorbanan di Gibeon, Allah menjumpai Salomo dalam mimpi dan berkata: "Mintalah apa yang hendak kuberikan kepadamu." 

Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat Israel. 

Tuhan berkenan akan permintaan Salomo. Tuhan berjanji memberikan hikmat dan pengertian yang melebihi siapapun.

Tuhan juga menjanjikan kekayaan dan kemuliaan yang tidak diminta Salomo.

Salomo menunjukkan hikmatnya ketika memutuskan perkara dua ibu yang memperebutkan satu anak dengan cara yang tidak terpikirkan orang biasa. Bangsa Israel pun menjadi takut karena hikmat Allah yang luar biasa ada pada Salomo.


Salomo Mendirikan Bait Suci

Salomo sangat berkuasa, daerahnya luas, dan kekayaannya melimpah.

Salomo meminta bantuan Hiram, raja Tirus, sahabat Daud, untuk menyediakan pohon Aras Libanon sebagai bahan membuat rumah untuk Tuhan.

Hiram memberikan kayu aras dan kayu sanobar kepada Salomo, dan Salomo memberikan bahan makanan kepada Hiram.

Salomo mulai mendirikan rumah bagi Tuhan yaitu Bait Suci, panjangnya 60 hasta dan lebarnya 20 hasta dan tingginya 30 hasta. Rumah itu dibuat dengan bahan-bahan terbaik termasuk kayu aras dan kayu sanobar, dan dilapisi dengan emas.

Salomo mendirikan rumah Tuhan selama 7 tahun lamanya. Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan bangsa Israel jika Salomo tetap hidup menurut ketetapan Tuhan.