Tampilkan postingan dengan label yeremia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yeremia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2021

#82 Yeremia Pada Masa Kehancuran Yerusalem (Yeremia 32-52)

Runtuhnya Kerajaan Yehuda

Setelah Raja Yoyakhin dan ribuan rakyat Yehuda dibawa ke Babel, Zedekia diangkat oleh Nebukadnezar menjadi raja di Yehuda memimpin rakyat yang tersisa.

Yeremia menyampaikan pesan Tuhan bahwa memang Tuhan sendiri yang telah mengirim Babel untuk menghukum bangsa Yehuda. Karena itu, bila mereka ingin taat kepada Tuhan, Raja Zedekia dan bangsa Yehuda harus menyerahkan diri kepada Babel. Barangsiapa yang masih memaksa tinggal di Yerusalem akan ditimpa malapetaka pedang, kelaparan, dan penyakit sampar.

Tetapi seorang nabi palsu yang bernama Hananya membantah nubuat Yeremia. Ia berkata bahwa dalam 2 tahun lagi Tuhan akan memulihkan dan mengembalikan apa yang telah dirampas Babel ke Yehuda. Karena menyampaikan nubuat sesat, Tuhan menghukum Hananya sehingga ia mati dalam tahun itu juga.

Beberapa waktu lamanya tentara Babel mengepung Yerusalem sehingga seluruh rakyat terdesak. Tetapi beberapa saat kemudian, Raja Zedekia mendengar tentara Mesir telah berangkat untuk membantu mereka sehingga tentara Babel mundur. Zedekia percaya bahwa ini adalah saat untuk membebaskan diri dari Babel. Tetapi Yeremia kembali mengingatkan bahwa bahwa bantuan dari Mesir tidak akan sampai dan Babel akan kembali lagi untuk menghancurkan Yerusalem.

Selagi tentara Babel masih mundur, Yeremia pergi keluar dari kota Yerusalem untuk mengurus pembagian warisan. Tetapi ia malah dituduh mau pergi untuk berkhianat dan kabur memihak Babel. Ia pun dipukuli dan ditahan di ruang cadangan air bawah tanah rumah panitera Yonatan beberapa waktu lamanya.

Raja Zedekia yang kembali terdesak oleh Babel diam-diam menyuruh orang mengambil Yeremia untuk meminta petunjuk. Yeremia tetap menegaskan nubuatnya dan meminta raja menyerah. 

Yeremia juga meminta kepada raja untuk dipindahkan dari tempat ia ditahan, dan raja mengabulkannya. Yeremia dipindahkan ke pelataran penjagaan istana dan diberi roti setiap hari.

Tetapi para pejabat tidak suka kepada Yeremia karena nubuatnya itu melemahkan semangat rakyat dan tentara. Mereka pun meminta Yeremia dihukum mati dan Raja Zedekia malah menurut saja. Yeremia pun dimasukkan ke perigi milik pangeran Malkia yang hanya berisi lumpur.

Beberapa waktu kemudian, Ebed-Melekh, seorang sida-sida yang berasal Etiopia, meminta belas kasihan raja supaya tidak membiarkan Yeremia mati kelaparan. Lalu Yeremia diangkat dari perigi dan tinggal lagi di pelataran penjagaan. Zedekia minta petunjuk lagi dan Yeremia berkata bahwa Zedekia harus menyerahkan diri kepada Babel supaya Tuhan memelihara nyawanya.

Beberapa waktu kemudian, sesuai nubuat Yeremia, Yerusalem benar-benar diruntuhkan oleh Babel. Tetapi Raja Zedekia bukannya menyerahkan diri, ia berusaha kabur sehingga ia disiksa dan dibawa paksa ke Babel. Istana dibakar, tembok Yerusalem pun dirobohkan. Hanya ditinggalkan sedikit rakyat yang miskin untuk memelihara ladang.

Tetapi Nebukadnezar memerintahkan Nebuzaradan, kepala pasukannya, untuk bersikap baik kepada Yeremia. Yeremia pun dibebaskan dan tinggal di tengah rakyat.

Keadaan Yehuda Setelah Diruntuhkan

Nebukadnezar pun mengangkat Gedalya bin Ahikam untuk memimpin sisa orang yang tinggal di Yehuda.

Ismael bin Netanya, salah seorang perwira raja yang tidak suka Yehuda tunduk pada Babel, memukul dan melenyapkan Gedalya. Ismael berencana menyeberang ke wilayah bani Amon dengan membawa rakyat sebagai tawanan, tetapi dihalangi oleh Yohanan bin Kareah dan perwira lainnya. Akhirnya rakyat pulang kembali dipimpin Yohanan, hanya Ismael dan pengikutnya yang pergi ke wilayah bani Amon. 

Setelah itu Yohanan dan rakyat berencana kabur ke Mesir, karena mereka takut Babel marah bila mengetahui Gedalya telah mati. Tetapi Yeremia menyampaikan pesan Tuhan untuk jangan pergi ke Mesir, karena di Mesir justru mereka akan mengalami perang, kelaparan, dan penyakit yang mereka takutkan.

Tetapi Yohanan dan teman-temannya berkeras mau ke Mesir, ia membawa paksa Yeremia dan rakyat. Mereka sampai di Tahpanhes Mesir. Di sana Tuhan berkata melalui Yeremia bahwa Nebukadnezar akan segera mengalahkan Mesir dan mendirikan tahtanya di sana. 

Bangsa Yehuda yang di Mesir tetap juga tidak bertobat dan malah menyembah berhala. Tuhan berfirman bahwa mereka akan dihabisi di Mesir, dan hanya sedikit sekali yang akan pulang ke Yerusalem.

Hukuman Untuk Bangsa-Bangsa

Melalui Yeremia, Tuhan juga menyampaikan nubuat untuk bangsa-bangsa lain yaitu Mesir, Filistin, Moab, Bani Amon, Edom, Damsyik, Kedar, Elam, dan juga Babel. Meskipun awalnya mereka adalah bangsa yang penuh kejayaan, tetapi mereka juga akan menerima hukuman dari Tuhan.

Jumat, 12 Februari 2021

#81 Nubuat Yeremia Terjadi di Yehuda (Yeremia 19-31)

Ketidaktaatan Raja-raja Yehuda

Setelah Raja Yosia mati, raja-raja yang memimpin bangsa Yehuda adalah raja-raja yang jahat. Selama masa raja Yoahas (atau disebut juga Salum), Yoyakim, dan Yoyakhin (atau disebut juga Konya), Yeremia terus mengingatkan mereka untuk menjadi raja yang adil pada rakyatnya dan takut akan Tuhan, sebab bila tidak maka hukuman Tuhan akan menimpa mereka.

Yeremia disuruh Tuhan untuk memecahkan buli-buli tanah di depan para imam dan tetua bangsa Yehuda. Hal ini melambangkan Tuhan akan membuat bangsa Yehuda dihancurkan musuh karena mereka telah menyembah allah lain. Tetapi Pasyhur bin Imer, imam kepala, memukul dan memasung Yeremia di pintu gerbang Benyamin karena tidak suka dengan perkataan Yeremia. Oleh karena perbuatannya itu, imam Pasyhur dihukum Tuhan bahwa ia akan dibawa ke Babel dan bersama keluarganya akan musnah di sana.

Pada zaman raja Yoyakim, Yeremia bernubuat jika bangsa Yehuda tidak mau bertobat maka rumah Tuhan di Yerusalem akan dikutuk dan menjadi reruntuhan. Para imam dan nabi berkata pada pemuka dan rakyat agar Yeremia dihukum mati. Tetapi pemuka dan rakyat tidak setuju karena masih percaya bahwa Yeremia mengatakan pesan dari Tuhan sendiri. Yeremia pun dilindungi oleh Ahikam bin Safan.

Yeremia juga menyampaikan bahwa bangsa Yehuda akan dibuang ke Babel dalam waktu yang cukup lama, yaitu selama tujuh puluh tahun. Tetapi setelah itu Allah juga akan menghukum Babel. Allah berjanji akan mengadakan pemulihan untuk Israel dan Yehuda. Bahkan Allah akan menumbuhkan Tunas Daud yang adil yang menggembalakan umat Tuhan dengan tenteram menggantikan para pemimpin rohani Yehuda saat itu yang sudah menyesatkan bangsa Yehuda.

Suatu hari Tuhan menyuruh Yeremia menulis isi nubuatnya dalam kitab. Yeremia dibantu oleh Barukh bin Neria untuk menulis kitab itu. Barukh juga membacakan kitab itu di rumah Tuhan. Tetapi perbuatan itu dilaporkan kepada raja Yoyakim. Para pemuka menghadap raja dan membacakan kitab itu, tetapi raja malah mengoyak kitab itu dengan pisau dan membakarnya di perapian. Tuhan menyuruh Yeremia membuat lagi gulungan baru yang berisi nubuat. Dan karena kekerasan hatinya, keturunan Yoyakim tidak akan duduk lagi di takhta Daud.

Bangsa Yehuda Dibuang ke Babel

Sesuai nubuat Yeremia, Tuhan menggerakkan raja Babel untuk menghukum bangsa Yehuda. Raja Yoyakim pun takluk dan dibawa ke Babel. Ia digantikan oleh Yoyakhin, anaknya, yang hanya memerintah selama tiga bulan di Yerusalem karena Raja Babel juga menangkapnya beserta keluarganya dan banyak orang yang gagah dan cakap untuk dibawa ke Babel.

Tuhan memberi penglihatan kepada Yeremia yaitu dua keranjang buah ara. Buah ara yang baik melambangkan rombongan yang sudah dibawa ke Babel, mereka akan dipelihara oleh Tuhan dan diberi hati untuk mengenal Tuhan. Sementara itu buah ara yang buruk melambangkan sisa bangsa Yehuda dan raja Zedekia yang akan diizinkan Tuhan mengalami keadaan buruk yaitu perang, kelaparan, dan penyakit sampar.

Banyak orang Yehuda yang sudah dibawa ke Babel bersama raja Yoyakhin, tetapi Yeremia masih tinggal di Yehuda. Yeremia pun mengirim surat kepada orang Yehuda di Babel dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia, yang isinya: dirikanlah rumah untuk ditinggali, buatlah kebun untuk diusahakan, milikilah keluarga, dan usahakanlah kesejahteraan di kota kamu dibuang. Karena mereka akan lama hidup di Babel yaitu 70 tahun dan mereka harus tetap terpelihara sampai Tuhan menggenapi janji pemulihan-Nya.

Tetapi Semaya, seorang nabi palsu yang ikut dibawa ke Babel yang mengirim surat kepada imam Zefanya bin Maaseya di Yehuda untuk memenjarakan Yeremia karena ia tidak percaya bahwa pembuangan akan berlangsung lama. Karena kekerasan hatinya, Tuhan berkata bahwa Semaya akan dihukum: ia dan keturunannya tidak akan ada yang melihat pemulihan dari Tuhan.

Yeremia 19-52 kronologis

19-26 29-31, 35-36, 52

19-31

21-22 nubuat melawan raja-raja Yehuda yang semuanya jahat - Salum (Yoahas), Yoyakim, dan Konya (Yoyakhin)

Yoyakim

19 Buli-buli yang dipecahkan di depan imam-imam dan tua-tua bangsa Yehuda melambangkan Tuhan akan membuat bangsa Yehuda dihancurkan musuh karena mereka menyembah allah lain.

20 Yeremia di Pasyhur bin Imer imam kepala memukul memasung

26 Permulaan Yoyakim Yeremia bernubuat jika Yehuda tidak mau bertobat maka rumah Tuhan di Yerusalem akan dikutuk dan menjadi reruntuhan. Para imam dan nabi berkata pada pemuka dan rakyat agar Yeremia dihukum mati. Tetapi pemuka dan rakyat tidak setuju karena masih percaya bahwa Yeremia mengatakan pesan dari Tuhan sendiri. Yeremia pun dilindungi oleh Ahikam bin Safan.

25 Tujuh puluh tahun pembuangan disampaikan pada masa Yoyakim bin Yosia. Tetapi setelah itu Tuhan juga akan menghukum Babel.

23 menentang para gembala yang membiarkan domba-domba Allah tercerai berai, maksudnya pemimpin rohani Yehuda yang menyesatkan bangsa Yehuda. Tuhan akan menumbuhkan Tunas Daud yang adil yang akan menggembalakan umat Tuhan sehingga mereka hidup dengan tenteram.

30-31 Janji pemulihan Israel - umat Allah akan hidup dalam berkat Allah dan mengalami pemulihan.

35 Kesetiaan orang Rekhab (zaman Yoyakim)

36 Tuhan menyuruh Yeremia menulis nubuatnya dalam kitab. Yeremia memanggil Barukh bin Neria, dibacakan di rumah Tuhan, dilaporkan ke raja Yoyakim, pemuka menghadap raja dan membacakannya, raja mengoyak dengan pisau dan dibakar dnegan api. Tuhan menyuruh Yeremia menulis di gulungan lain, dan keturunan Yoyakim tidak akan ada di takhta Daud lagi.


Yoyakhin

24 Dua keranjang buah ara - rombongan pertama yang dibawa ke Babel buah ara yang baik, akan dipelihara oleh Tuhan dan diberi hati untuk mengenal Tuhan, sisa bangsa Yehuda dan raja Zedekia akan dikirimkan perang, kelaparan, dan penyakit sampar.

29 Yeremia kirim surat kepada orang Yehuda yang dibuang sama Yekhonya. Dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia. Dirikan rumah, beranak cucu, usahakan kesejahteraan, 70 tahun kemudian Tuhan akan mengembalikan bangsa Yehuda ke tanahnya. Semaya seorang nabi palsu di Babel yang mengirim surat kepada imam Zefanya bin Maaseya untuk memenjarakan Yeremia. Tuhan berkata bahwa Semaya akan dihukum ia dan keturunannya tidak akan ada yang melihat pemulihan dari Tuhan.

52 tambahan sejarah - runtuhnya Yerusalem & nasib Yoyakhin di Babel



21, 27-28, 32-34, 37-52

32-52

Zedekia

21 Zedekia meminta petunjuk Yeremia apakah ok bila mereka memberontak kepada Nebukadnezar

27 Permulaan Zedekia - nubuat kalo Yehuda akan dikalahkan Nebukadnezar. Zedekia disuruh takluk kepada Nebukadnezar karena Tuhan sendiri yang mengirimnya

28 Permulaan Zedekia - nabi palsu Hananya berkata dlm 2 tahun lagi Tuhan akan mengembalikan perkakas rumah Tuhan, Yekhonya (Yoyakhin), dan orang2 dari Babel kembali ke Yehuda. Yeremia lagi pakai gandar tapi dihancurkan sama Hananya.  Tuhan menegaskan, Tuhan akan membuat hananya mati dalam tahun itu juga.

32 Zedekia akhir - Yeremia lagi ditahan di pelataran istana oleh Zedekia. Tuhan memberi petunjuk agar Yeremia membeli ladang pertanda bahwa suatu saat ladang akan dihuni dan dimiliki lagi oleh bangsa Yehuda.

33 lanjutan 32, janji pemulihan

34 Peringatan kepada Zedekia, Yerusalem pasti akan dikalahkan oleh Babel.

37 Zedekia minta petunjuk, Yeremia menyampaikan bahwa Yehuda akan dikalahkan oleh Babel. Memang untuk sementara orang Babel mundur karena takut kepada mesir yang mau menbantu, tetapi mereka akan kembali. yeremia keluar dari Yerusalem untuk mengurus pembagian warisan tetapi dituduh mau pergi untuk berkhianat. Ia dipukul dan ditahan di ruang cadangan air bawah tanah rumah panitera Yonatan.

Zedekia diam-diam mengambil Yeremia untuk minta petunjuk, Yeremia tetap bilang Zedekia akan diserahkan ke raja Babel. Yeremia minta dipindahkan dan Zedekia mau memindahkan ke pelataran penjagaan.

38 Para pejabat merasa Yeremia melemahkan semangat tentara meminta Yeremia dihukum mati. Raja Zedekia menurut saja. Yeremia dimasukkan ke perigi milik pangeran Malkia yang hanya berisi lumpu. Ebed-Melekh, sida-sida Etiopia, berkata kepada raja meminta belas kasihan raja karena jika tidak Yeremia akan mati kelaparan. Lalu Yeremia diangkat dari perigi dan tinggal di pelataran penjagaan. Zedekia minta petunjuk lagi dan Yeremia berkata bahwa Zedekia harus menyerahkan diri kepada Babel supaya Tuhan memelihara nyawanya.

39 Yerusalem runtuh, Zedekia malah kabur karena itu ia disiksa dan dibawa paksa ke Babel. Istana dibakar, tembok dirobohkan, hanya ditinggalkan rakyat yang miskin untuk memelihara ladang. nebukadnezar memerintahkan Nebuzaradan kepala pasukan untuk memelihara Yeremia. yeremia dipulangkan. 

40 Yeremia dibebaskan dan tinggal di tengah rakyat. Gedalya diangkat raja Babel memimpin orang-orang yang tinggal di Yehuda sebagai perwakilan suara rakyat kepada Babel. 

41 Ismael bin Netanya yang tidak suka Yehuda tunduk pada Babel memukul dan melenyapkan Gedalya. Ismael mau menyeberang ke bani Amon membawa rakyat sebagai tawanan, tetapi tidak jadi karena bertemu Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara, akhirnya rakyat kembali dan hanya Ismael dan pengikutnya menyeberang ke wilayah bani Amon. 

Yohanan dan rakyat berencana kabur ke Mesir karena takut Babel marah karena Ismael telah melenyapkan Gedalya. 

42 Yeremia menyampaikan pesan Tuhan jangan ke Mesir, di Yehuda mereka akan aman tapi di Mesir justru mereka akan mengalami perang kelaparan dan penyakit

43 Yohanan dan teman-temannya berkeras mau ke Mesir, ia membawa Yeremia dan rakyat. Mereka sampai di Tahpanhes Mesir. Tuhan berkata bahwa Nebukadnezar akan segera mengalahkan Mesir dan mendirikan tahtanya di sana. 

44 Bangsa Yehuda yang di Mesir tidak juga bertobat dan malah menyembah berhala. Tuhan berfirman bahwa mereka akan dihabisi di Mesir, hanya sedikit sekali yang akan pulang.

46-51 Hukuman untuk Mesir, Filistin, Moab, bani Amon, Edom, Babel

Yeremia 19-52

 19 Buli-buli yang dipecahkan di depan imam-imam dan tua-tua bangsa Yehuda melambangkan Tuhan akan membuat bangsa Yehuda dihancurkan musuh karena mereka menyembah allah lain.

20 Yeremia di Pasyhur bin Imer imam kepala memukul memasung

21 Zedekia meminta petunjuk Yeremia apakah ok bila mereka memberontak kepada Nebukadnezar

21-22 nubuat melawan raja-raja Yehuda yang semuanya jahat - Salum (Yoahas), Yoyakim, dan Konya (Yoyakhin)

23 menentang para gembala yang membiarkan domba-domba Allah tercerai berai, maksudnya pemimpin rohani Yehuda yang menyesatkan bangsa Yehuda. Tuhan akan menumbuhkan Tunas Daud yang adil yang akan menggembalakan umat Tuhan sehingga mereka hidup dengan tenteram.

24 Dua keranjang buah ara - rombongan pertama yang dibawa ke Babel buah ara yang baik, akan dipelihara oleh Tuhan dan diberi hati untuk mengenal Tuhan, sisa bangsa Yehuda dan raja Zedekia akan dikirimkan perang, kelaparan, dan penyakit sampar.

25 Tujuh puluh tahun pembuangan disampaikan pada masa Yoyakim bin Yosia. Tetapi setelah itu Tuhan juga akan menghukum Babel.

26 Permulaan Yoyakim Yeremia bernubuat jika Yehuda tidak mau bertobat maka rumah Tuhan di Yerusalem akan dikutuk dan menjadi reruntuhan. Para imam dan nabi berkata pada pemuka dan rakyat agar Yeremia dihukum mati. Tetapi pemuka dan rakyat tidak setuju karena masih percaya bahwa Yeremia mengatakan pesan dari Tuhan sendiri. Yeremia pun dilindungi oleh Ahikam bin Safan. 


27 Permulaan Zedekia - nubuat kalo Yehuda akan dikalahkan Nebukadnezar. Zedekia disuruh takluk kepada Nebukadnezar karena Tuhan sendiri yang mengirimnya

28 Permulaan Zedekia - nabi palsu Hananya berkata dlm 2 tahun lagi Tuhan akan mengembalikan perkakas rumah Tuhan, Yekhonya (Yoyakhin), dan orang2 dari Babel kembali ke Yehuda. Yeremia lagi pakai gandar tapi dihancurkan sama Hananya.  Tuhan menegaskan, Tuhan akan membuat hananya mati dalam tahun itu juga.

29 Yeremia kirim surat kepada orang Yehuda yang dibuang asma Yekhonya. Dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia. Dirikan rumah, beranak cucu, usahakan kesejahteraan, 70 tahun kemudian Tuhan akan mengembalikan bangsa Yehuda ke tanahnya. Semaya seorang nabi palsu di Babel yang mengirim surat kepada imam Zefanya bin Maaseya untuk memenjarakan Yeremia. Tuhan berkata bahwa Semaya akan dihukum ia dan keturunannya tidak akan ada yang melihat pemulihan dari Tuhan

30-31 Janji pemulihan Israel - umat Allah akan hidup dalam berkat Allah dan mengalami pemulihan.

32 Zedekia akhir - Yeremia lagi ditahan di pelataran istana oleh Zedekia. Tuhan memberi petunjuk agar Yeremia membeli ladang pertanda bahwa suatu saat ladang akan dihuni dan dimiliki lagi oleh bangsa Yehuda.

33 lanjutan 32, janji pemulihan

34 Peringatan kepada Zedekia, Yerusalem pasti akan dikalahkan oleh Babel.

35 Kesetiaan orang Rekhab (zaman Yoyakim)

36 Tuhan menyuruh Yeremia menulis nubuatnya dalam kitab. Yeremia memanggil Barukh bin Neria, dibacakan di rumah Tuhan, dilaporkan ke raja Yoyakim, pemuka menghadap raja dan membacakannya, raja mengoyak dengan pisau dan dibakar dnegan api. Tuhan menyuruh Yeremia menulis di gulungan lain, dan keturunan Yoyakim tidak akan ada di takhta Daud lagi.

37 Zedekia minta petunjuk, Yeremia menyampaikan bahwa Yehuda akan dikalahkan oleh Babel. Memang untuk sementara orang Babel mundur karena takut kepada mesir yang mau menbantu, tetapi mereka akan kembali. yeremia keluar dari Yerusalem untuk mengurus pembagian warisan tetapi dituduh mau pergi untuk berkhianat. Ia dipukul dan ditahan di ruang cadangan air bawah tanah rumah panitera Yonatan.

Zedekia diam-diam mengambil Yeremia untuk minta petunjuk, Yeremia tetap bilang Zedekia akan diserahkan ke raja Babel. Yeremia minta dipindahkan dan Zedekia mau memindahkan ke pelataran penjagaan.

38 Para pejabat merasa Yeremia melemahkan semangat tentara meminta Yeremia dihukum mati. Raja Zedekia menurut saja. Yeremia dimasukkan ke perigi milik pangeran Malkia yang hanya berisi lumpu. Ebed-Melekh, sida-sida Etiopia, berkata kepada raja meminta belas kasihan raja karena jika tidak Yeremia akan mati kelaparan. Lalu Yeremia diangkat dari perigi dan tinggal di pelataran penjagaan. Zedekia minta petunjuk lagi dan Yeremia berkata bahwa Zedekia harus menyerahkan diri kepada Babel supaya Tuhan memelihara nyawanya.

39 Yerusalem runtuh, Zedekia malah kabur karena itu ia disiksa dan dibawa paksa ke Babel. Istana dibakar, tembok dirobohkan, hanya ditinggalkan rakyat yang miskin untuk memelihara ladang. nebukadnezar memerintahkan Nebuzaradan kepala pasukan untuk memelihara Yeremia. yeremia dipulangkan. 

40 Yeremia dibebaskan dan tinggal di tengah rakyat. Gedalya diangkat raja Babel memimpin orang-orang yang tinggal di Yehuda sebagai perwakilan suara rakyat kepada Babel. 

41 Ismael bin Netanya yang tidak suka Yehuda tunduk pada Babel memukul dan melenyapkan Gedalya. Ismael mau menyeberang ke bani Amon membawa rakyat sebagai tawanan, tetapi tidak jadi karena bertemu Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara, akhirnya rakyat kembali dan hanya Ismael dan pengikutnya menyeberang ke wilayah bani Amon. 

Yohanan dan rakyat berencana kabur ke Mesir karena takut Babel marah karena Ismael telah melenyapkan Gedalya. 

42 Yeremia menyampaikan pesan Tuhan jangan ke Mesir, di Yehuda mereka akan aman tapi di Mesir justru mereka akan mengalami perang kelaparan dan penyakit

43 Yohanan dan teman-temannya berkeras mau ke Mesir, ia membawa Yeremia dan rakyat. Mereka sampai di Tahpanhes Mesir. Tuhan berkata bahwa Nebukadnezar akan segera mengalahkan Mesir dan mendirikan tahtanya di sana. 

44 Bangsa Yehuda yang di Mesir tidak juga bertobat dan malah menyembah berhala. Tuhan berfirman bahwa mereka akan dihabisi di Mesir, hanya sedikit sekali yang akan pulang.

46-51 Mesir, Filistin, Moab, bani Amon, Edom, Babel

52 tambahan sejarah - runtuhnya Yerusalem & nasib Yoyakhin di Babel

Jumat, 05 Februari 2021

#80 Nabi Yeremia Dibenci oleh Bangsanya (Yeremia 11-18)

Yeremia Ditolak Karena Memberitakan Firman Tuhan

Anatot adalah daerah suku Benyamin yang menjadi tempat tinggal Yeremia. Penduduk Anatot mengancam membunuh Yeremia bila Yeremia terus memberitakan nubuatan dari Tuhan. Karena itu Tuhan berfirman akan membuat semua penduduk Anatot mati.

Yeremia mengeluh kepada Tuhan dan bertanya "mengapa orang fasik yang jahat tetap hidup sejahtera?"
Tuhan menjawab bahwa memang Tuhan akan menghukum umat-Nya, tetapi nantinya Tuhan akan kembali mengasihi Yehuda dan bangsa-bangsa lainnya yang juga mau bertobat.

Hukuman Tuhan Untuk Bangsa Yehuda

Melalui Yeremia, Tuhan memberikan tanda-tanda untuk menyampaikan pesan untuk bangsa Yehuda:
  1. Ikat pinggang yang menjadi lapuk dan tidak berguna: artinya bangsa Yehuda akan menjadi tidak berguna lagi karena mereka melepaskan diri dari Tuhan
  2. Buyung anggur yang dipecahkan: artinya bangsa Yehuda akan dihancurkan tanpa ampun

Tuhan Mengajari Yeremia dengan Perumpamaan

Yeremia merasa sedih karena ia telah menyampaikan firman Tuhan tetapi malah dibenci dan mau dibunuh oleh bangsanya sendiri. Apalagi bangsa Yehuda tetap tidak bertobat meski sudah mendengar peringatan Yeremia. Dalam kesedihannya ia terus berdoa kepada Tuhan.

Tuhan menyuruh Yeremia melihat tukang periuk dan mengajarkan bahwa umat-Nya di tangan Tuhan adalah seperti bejana di tangan tukang periuk yang apabila rusak bisa diubah menjadi bejana lain sesuai kehendak tukang periuk itu.
Tuhan juga berdaulat untuk mengubah rencana berkat-Nya menjadi hukuman bila umat-Nya tidak taat. Sebaliknya, Tuhan juga berdaulat untuk mengubah rencana hukuman-Nya menjadi pengampunan bila umat-Nya bertobat.

Jumat, 29 Januari 2021

#79 Nabi Yeremia Dipanggil Tuhan (Yeremia 1-10)

Yeremia bin Hilkia adalah keturunan imam yang hidup pada masa 5 generasi raja-raja Yehuda yaitu:

  • Raja Yosia
  • Raja Yoahas
  • Raja Yoyakim
  • Raja Yoyakhin
  • Raja Zedekia
Suatu hari Tuhan memanggil Yeremia menjadi nabi Tuhan. Awalnya Yeremia menolak karena ia tidak pandai bicara dan masih muda.
Tetapi Tuhan berjanji menyertai Yeremia.
Tuhan juga memegang mulut Yeremia dan menaruh perkataan-Nya di mulut Yeremia.

Yeremia mendapatkan 2 penglihatan dari Tuhan:
  • Ada sebatang dahan pohon badam
  • Ada periuk mendidih datang dari utara
Arti penglihatan itu adalah "negeri Yehuda akan mendapatkan hukuman dan dikalahkan oleh musuh mereka yang datang dari utara"
Negeri Yehuda akan dihukum karena mereka terus-menerus menyembah berhala.

Melalui Yeremia, Tuhan berfirman mengajak bangsa Israel dan Yehuda berbalik dari dosa-dosa mereka dan kembali hanya menyembah Tuhan Allah Israel.

Setelah itu, Yeremia berulang kali menyampaikan Firman Tuhan bahwa bangsa Yehuda akan mendapatkan malapetaka sebagai hukuman Tuhan akan kejahatan mereka.

Bangsa Yehuda dihukum karena sekalipun mereka melakukan ritual ibadah yang sepertinya baik, mereka tetap hidup dalam dosa-dosa yaitu:
  • Menyembah allah lain
  • Para nabi dan imam menyebarkan pengajaran palsu
  • Menolak pengajaran Tuhan
  • Mencuri, membunuh, berzinah, dan bersumpah palsu
Hukuman yang akan menimpa mereka adalah:
  • Akan datang bangsa dari utara yang menyerang dan mengalahkan bangsa Yehuda
  • Banyak rakyat Yehuda yang akan mati
  • Tanah Yerusalem dan Yehuda akan menjadi sunyi sepi