Tampilkan postingan dengan label yesaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yesaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2021

#78 Hamba Tuhan yang Membawa Keselamatan (Yesaya 49-66)

Nabi Yesaya menubuatkan akan hadirnya seorang hamba Tuhan. Melalui kehadiran Hamba Tuhan itu, Tuhan berjanji akan memulihkan keadaan umat-Nya Israel. 

Tetapi Hamba Tuhan itu harus mengalami penderitaan yang begitu buruk. Ia akan dihina dan dihindari orang. Dan dalam penderitaan yang dialami-Nya, Ia sama sekali tidak melawan. Padahal sesungguhnya, Ia menderita bukan karena kesalahan-Nya tetapi karena menanggung kejahatan umat manusia. Dengan demikian Ia menyelamatkan manusia yang berdosa dari hukuman Allah.

Oleh karena itu nabi Yesaya mengajak umat Tuhan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan. Keselamatan tersedia bagi semua bangsa yang mau berpegang pada perjanjian Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. 

Nabi Yesaya juga mengajak umat Tuhan untuk menjauhi segala dosa yang dapat membuat umat Tuhan terpisah dari Allah. Umat Tuhan juga diajak untuk beribadah dengan sepenuh hati dan bukan hanya sebagai kewajiban dan kebiasaan saja. Ibadah yang sejati juga harus ditunjukkan dengan hidup yang penuh kasih terhadap sesama.

Bagi orang-orang yang menerima keselamatan, Tuhan menjanjikan langit yang baru dan bumi yang baru. Di sana, semua orang akan selalu bersukacita dan terbebas dari penderitaan.

Selasa, 12 Januari 2021

#77 Keselamatan Untuk Bangsa yang di dalam Pembuangan (Yesaya 40-48)

Sesuai dengan nubuat nabi Yesaya, bangsa Yehuda mengalami hukuman Tuhan yaitu dibuang ke negeri Babel karena mereka telah tidak setia kepada Allah. 

Dalam keadaan seperti itu, wajar bila bangsa Yehuda putus harapan dan merasa Tuhan sudah meninggalkan mereka selamanya.

Tetapi Yesaya juga menyampaikan harapan adanya kabar baik di masa yang akan datang. Berharap kepada Allah pasti tidak sia-sia karena Allah adalah pencipta dunia yang lebih hebat daripada segala berhala, dan Allah juga penuh kasih setia kepada umat-Nya. Kasih Allah tidak pernah berubah sejak janji Allah kepada Abraham dan Yakub dan sampai selamanya. 

Allah menghibur umat-Nya bahwa setelah menjalani hukuman, dosa mereka akan diampuni dan mereka akan dibebaskan dari negeri pembuangan. Sebenarnya bangsa Israel tidak pantas menerima penebusan itu karena dosa mereka yang memberontak pada Tuhan, beribadah tidak sungguh-sungguh, bahkan lebih percaya kepada berhala. Tetapi Tuhan Allah menjadi penebus Israel karena keinginan-Nya sendiri. 

Tuhan punya cara yang ajaib untuk menolong umat-Nya sesuai janji-Nya. Setelah hukuman masa pembuangan selesai, Allah akan menggerakkan Koresh (Raja Persia) untuk mengalahkan musuh-musuh bangsa Israel. Negeri Babel yang tampaknya sangat hebat itu pada akhirnya akan dikalahkan. 
Tidak sampai di situ, di masa mendatang Tuhan juga akan mengirim seorang hamba Tuhan yang dipilih-Nya untuk maksud penyelamatan bagi bangsa-bangsa. 

Melalui pemulihan ini, Tuhan rindu bangsa Israel sungguh menjadi saksi dan hamba Tuhan yang membawa kabar baik kepada bangsa-bangsa supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan kepada seluruh umat manusia. 



Kamis, 07 Januari 2021

#76 Kebangkitan dan Kejatuhan Yerusalem (Yesaya 28-39)

Yerusalem Tersesak dan Terlepas

Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan akan menghukum bangsa Israel dan Yehuda dan para pemimpinnya yang penuh dengan kejahatan. Tetapi Tuhan juga menyediakan keselamatan sesudah hukuman itu.

Yesaya menegor bangsa Yehuda yang meminta pertolongan bangsa Mesir sebagai teman berperang, dan bukannya meminta pertolongan kepada Tuhan. Padahal Tuhan adalah satu-satunya yang bisa menolong mereka. Tuhan rindu untuk menunjukkan kasih-Nya dan menjadi raja bagi umat-Nya.

Yesaya Dalam Zaman Raja Hizkia

Pada tahun ke-14 raja Hizkia di Yehuda, raja Asyur yang bernama Sanherib maju menyerang Yehuda. Awalnya Hizkia meminta bantuan kepada Mesir dan bukannya meminta tolong pada Tuhan. Tetapi setelah juru minuman Asyur datang dan menghina mereka, raja Hizkia mengutus pegawainya kepada nabi Yesaya untuk minta tolong. Raja Hizkia sendiri merendahkan diri dan berdoa meminta pertolongan Tuhan. Maka Tuhan mengutus Malaikat-Nya dan membunuh 185.000 tentara Asyur.

Tuhan juga menyembuhkan raja Hizkia yang sakit dan hampir mati serta menambahkan umurnya 15 tahun lagi.

Tetapi sayangnya, setelah mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa itu raja Hizkia malah melenceng dari kehendak Tuhan. Ia merasa senang karena negara Babel mengirimkan utusan kepadanya. Raja Hizkia bahkan sampai memamerkan perbendaharaan harta dan senjatanya kepada utusan Babel.

Yesaya menegor perbuatan Hizkia yang membanggakan pertemanan dengan Babel. Yesaya memperingatkan bahwa suatu saat Babel justru akan menjadi musuh bangsa Yehuda, yang mengambil semua harta bahkan orang-orang Yehuda untuk kerajaan Babel.

Jumat, 01 Januari 2021

#75 Nubuat Nabi Yesaya Terhadap Bangsa-bangsa (Yesaya 13-27)

Hukuman Terhadap Bangsa-Bangsa


Melalui Yesaya, Tuhan juga menyampaikan firman-Nya kepada musuh-musuh orang Israel dan Yehuda yaitu:
  • Babel
  • Asyur
  • Filistea
  • Moab
  • Aram (dengan ibukotanya yaitu Damsyik)
  • Etiopia
  • Mesir
  • Tirus dan Sidon
Karena kesombongan mereka, Tuhan akan menghukum mereka dengan kejatuhan, walaupun tadinya mereka memiliki kekuasaan yang sangat besar.

Nubuat Tentang Akhir Zaman

Yesaya juga bernubuat bahwa pada akhir zaman, Tuhan akan menghancurkan bumi dan semua orang yang hidup dalam dosa. Tetapi Tuhan sudah menyediakan keselamatan bagi segala bangsa-bangsa yang menjadi umat Tuhan di "gunung Sion" sehingga mereka akan memuji dan memuliakan Tuhan. Di gunung Sion tidak akan ada lagi kesedihan dan maut dan semua orang bersukacita karena Tuhan.

Kamis, 24 Desember 2020

#74 Nubuat Nabi Yesaya Terhadap Yerusalem (Yesaya 1-12)

Kitab Yesaya ditulis oleh nabi Yesaya bin Amos. Nabi Yesaya hidup pada zaman raja Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Nabi Yesaya Dipanggil Tuhan

Ketika Yesaya dipanggil untuk menjadi nabi, ia mendapat sebuah penglihatan: Tuhan ada di tempat suci dan terlihat para Serafim memuliakan Tuhan. Yesaya pun takut binasa di hadapan kemuliaan Tuhan. Tetapi seorang Serafim mengambil bara dari atas mezbah dan menyentuhkannya kepada mulut Yesaya sebagai tanda dosanya telah diampuni.

Kemudian Tuhan bertanya "siapakah yang mau menjadi utusan Tuhan?" Yesaya mengajukan dirinya untuk diutus dan sejak saat itu Yesaya menjadi nabi yang menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Yehuda dan bangsa-bangsa lain.

Pesan dan Nubuat Nabi Yesaya

Nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan sangat marah kepada bangsa Yehuda yang melupakan segala kebaikan Tuhan. Tuhan benci dengan ibadah dan persembahan bangsa itu yang seolah-olah baik, tetapi mereka sendiri masih hidup dalam dosa dan penyembahan berhala. Sebagai akibatnya, Tuhan akan membuat bangsa Yehuda dihukum, bahkan sampai hancur, dengan perantaraan bangsa-bangsa asing.

Meskipun Tuhan marah, tetapi Tuhan memberikan janji pemulihan di masa depan. Tuhan akan kembali bertakhta di Sion dan disembah oleh umat manusia. Akan ada sisa-sisa orang Israel yang bertobat dan kembali kepada Tuhan, mereka akan dikumpulkan dari seluruh penjuru bumi dan kembali ke tanah mereka.

Tuhan juga memberikan janji penyelamatan, bahwa seorang perempuan muda akan melahirkan anak laki-laki bernama Imanuel. Ia adalah seorang raja dari keturunan Daud yang akan membawa bangsa itu keluar dari kegelapan. Raja itu akan memiliki kerajaan yang berkuasa dan penuh damai sejahtera yang tidak akan tergoyahkan selamanya.

Nabi Yesaya dan Raja Yehuda

Raja Ahas adalah raja Yehuda yang jahat. Ia ketakutan terhadap musuhnya yaitu raja Aram dan raja Israel. Nabi Yesaya menyampaikan pesan Tuhan bahwa Yerusalem tidak akan dikuasai oleh Aram dan Israel, karena beberapa tahun lagi Tuhan akan membuat kedua negeri tersebut hancur. Raja Ahas yang jahat tidak mau percaya kepada Tuhan dan tetap memilih meminta bantuan pada bangsa Asyur.

Sesuai dengan perintah Tuhan, Yesaya menamai anaknya yang baru lahir Maher-Syalal Hash-Bas, dan Tuhan berfirman sebelum anak itu bisa bicara untuk memanggil ayah dan ibunya, raja Asyur akan mengalahkan Damsyik (ibukota Aram) dan Samaria (ibukota Israel), dua negara yang dahulu ditakuti raja Ahas. Tuhan juga menyampaikan kemarahan kepada bangsa Yehuda karena menyia-nyiakan pertolongan yang sudah disediakan Tuhan untuk mereka.

Bangsa Asyur menjadi sombong dan serakah karena mereka bisa menaklukkan banyak negara. Nabi Yesaya pun menubuatkan bahwa Asyur pun akan jatuh karena kesombongan dan keserakahan mereka.