Tampilkan postingan dengan label kejadian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejadian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2025

[15] Yusuf Menjadi Penguasa Mesir (Kejadian 40-41)

Yusuf Mengartikan Mimpi Juru Minum dan Juru Roti

Setelah beberapa waktu Yusuf di dalam penjara, ada dua pelayan Firaun, raja Mesir yang berbuat kesalahan. Raja Firaun marah dan memasukkan mereka ke dalam penjara di rumah kepala pengawal raja, tempat Yusuf ditahan. Dua orang itu adalah juru minuman dan juru roti Raja Firaun.

Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan juru minuman dan juru roti untuk melayani mereka.

Pada suatu malam, juru minuman dan juru roti itu masing-masing bermimpi. 

Ketika Yusuf datang kepada mereka keesokan paginya, mereka kelihatan sedang bersusah hati.

Lalu Yusuf bertanya pada juru roti dan juru minuman: "Mengapa Saudara-saudara begitu cemas hari ini?"

Jawab mereka: "Tadi malam kami mimpi, dan tidak ada yang tahu artinya." 

Kata Yusuf, "Hanya Allah yang memungkinkan orang menerangkan arti mimpi. Coba ceritakan mimpimu itu."

Juru minuman yang pertama bercerita. Ia berkata: "Dalam mimpi itu aku melihat ada pohon anggur di depanku. Pohon itu bercabang tiga. Baru saja cabang-cabangnya mulai bertunas, segera bunga-bunganya berkembang, lalu buahnya menjadi matang. Pada waktu itu aku sedang memegang gelas minuman Firaun, jadi aku mengambil buah anggur itu dan aku peras ke dalam gelas raja, lalu kuhidangkan kepada raja."

Yusuf pun berkata: "Inilah arti mimpi itu: Tiga cabang artinya tiga hari. Dalam tiga hari ini raja akan membebaskan engkau, ia akan mengampuni engkau dan mengembalikan engkau kepada jabatanmu yang dahulu. Engkau akan menghidangkan gelas minuman kepada raja seperti dahulu."

Lalu Yusuf menitipkan pesan juga karena ia tahu juru minuman akan segera keluar dari penjara. Yusuf berkata: "Tetapi ingatlah kepadaku apabila keadaanmu sudah baik. Tolong sampaikan persoalan saya kepada raja, supaya saya dibebaskan dari penjara ini. Sebab, sebetulnya dulu saya diculik dari negeri orang Ibrani dan di sini pun, di Mesir ini, tidak pernah saya melakukan sesuatu kejahatan sampai harus dimasukkan ke dalam penjara."

Setelah juru roti mendengar bahwa arti mimpi juru minuman itu baik, maka dia pun menceritakan mimpinya pada Yusuf. 

Juru roti itu berkata: "Saya bermimpi juga, saya menjunjung tiga buah keranjang roti di atas kepala. Dalam keranjang terdapat macam-macam roti untuk raja, tetapi burung-burung datang memakan roti-roti itu."

Jawab Yusuf: "Inilah arti mimpi itu: Tiga keranjang itu artinya tiga hari. Dalam tiga hari ini raja akan menghukum engkau dengan hukuman mati, engkau akan tergantung tinggi dan tubuhmu akan dimakan burung-burung."

Tiga hari setelah Yusuf mengartikan mimpi juru minuman dan juru roti, diperingati hari ulang tahun Firaun, raja Mesir. Raja mengadakan pesta besar bagi semua pegawainya.

Maka raja memerintahkan supaya juru minuman dan juru roti dikeluarkan dari penjara dan dibawa ke hadapan semua pegawai istana.

Juru minuman dikembalikan raja kepada jabatan yang dahulu. Tetapi juru roti dihukum mati oleh raja.

Semuanya itu terjadi sesuai dengan apa yang dikatakan Yusuf ketika mengartikan mimpi juru minuman dan juru roti.

Tetapi sayangnya, sekalipun juru minuman sudah bebas dari penjara dan kembali melayani raja, ia tidak ingat lagi kepada Yusuf. Ia sama sekali lupa padanya dan tidak ingat bahwa Yusuf pernah meminta tolong untuk menjelaskan pada raja bahwa Yusuf tidak bersalah.

Yusuf Mengartikan Mimpi Firaun, Raja Mesir

Dua tahun setelah Yusuf mengartikan mimpi juru minuman, ternyata Firaun, raja Mesir juga bermimpi.

Karena mimpinya sangat aneh dan ia tidak mengerti artinya pagi harinya raja merasa gelisah.

Karena itu raja memerintahkan untuk memanggil semua tukang sihir dan orang berilmu di Mesir. Raja pun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi tidak seorang pun dapat mengartikan mimpi itu.

Tiba-tiba juru minuman mengingat peristiwa ketika ia bermimpi dan diartikan oleh Yusuf dua tahun yang lalu.

Juru minuman lalu berkata kepada raja, "Hari ini hamba harus mengaku kesalahan hamba. Dahulu Baginda raja marah kepada juru roti dan kepada hamba, lalu kami dimasukkan ke dalam penjara, di rumah kepala pengawal istana. 

Pada suatu malam kami berdua bermimpi dan tidak mengerti artinya. Tapi ada seorang pemuda Ibrani dikurung di sana dengan kami. Dia pelayan kepala pengawal istana itu. Kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu ia bisa memberitahu arti mimpi itu.

Ternyata semuanya tepat terjadi seperti dikatakan pemuda itu, yaitu: Baginda raja mengembalikan hamba kepada jabatan hamba semula, tetapi menghukum mati juru roti itu."

Maka raja menyuruh memanggil Yusuf, dan dengan segera ia dikeluarkan dari penjara. Setelah Yusuf bercukur dan berganti pakaian, ia menghadap raja.

Raja berkata kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan tak seorang pun dapat mengartikan mimpiku. Ada yang mengabarkan kepadaku bahwa engkau dapat menerangkan mimpi."

Yusuf menjawab, "Bukan hamba, melainkan Allah yang akan memberikan penjelasan terhadap mimpi itu."

Lalu raja mulai menceritakan mimpinya. Awalnya, ia sedang berdiri di tepi Sungai Nil.

Raja melihat tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dan baik rupanya, keluar dari sungai itu lalu mulai makan rumput di tepi sungai Nil. Kemudian, tujuh sapi yang lain muncul juga, tetapi sapi-sapi yang muncul kemudian ini sangat kurus dan buruk rupa.

Sapi-sapi yang kurus itu berdiri di samping sapi-sapi yang gemuk, di tepi sungai Nil. Tiba-tiba, sapi-sapi yang kurus memakan sapi-sapi yang gemuk. 

Setelah itu raja bangun dari tidurnya. Kemudian ketika ia tidur lagi, ternyata ia bermimpi lagi. 

Dalam mimpinya raja melihat tujuh bulir gandum yang berisi dan baik rupanya tumbuh pada satu tangkai. Kemudian tumbuh juga tujuh bulir gandum yang lain, yang kurus kering dan layu oleh angin gurun.

Tiba-tiba bulir-bulir gandum yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang berisi tadi. 

Setelah itu raja terbangun lagi dan sadar bahwa ia telah bermimpi.

Raja berkata pada Yusuf: "Telah kuceritakan kedua mimpiku itu kepada para tukang sihir, tetapi tak seorang pun dapat menerangkan artinya."

Lalu kata Yusuf kepada raja, "Kedua mimpi itu sama artinya; Allah telah memberitahukan kepada Tuanku apa yang akan dilakukannya. Tujuh sapi yang gemuk itu ialah tujuh tahun, dan tujuh bulir gandum yang berisi itu ialah tujuh tahun juga; keduanya sama artinya. 

Tujuh sapi yang kurus, yang muncul kemudian, serta tujuh bulir gandum yang kurus dan kurus kering itu ialah masa kelaparan selama tujuh tahun.

Sebagaimana telah hamba katakan kepada Tuanku, Allah telah memperlihatkan kepada Tuanku apa yang akan dilakukannya. Nanti akan datang tujuh tahun masa penuh kemakmuran dan kelimpahan makanan di seluruh negeri Mesir. Tetapi setelah itu akan datang tujuh tahun kelaparan, sampai-sampai masa kelimpahan yang terjadi sebelumnya itu akan dilupakan sama sekali, karena masa kelaparan itu akan sangat dahsyat sehingga negeri ini menjadi tandus.

Mimpi Tuanku terjadi dua kali, itu berarti bahwa hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan bahwa Allah akan melaksanakannya dengan segera. 

Karena itu, sebaiknya Tuanku memilih seorang yang cerdas dan bijaksana dan memberinya kuasa untuk mengatur negeri ini. Tuanku harus pula mengangkat pegawai-pegawai lainnya, dan memberi mereka kuasa untuk memungut seperlima dari semua panen gandum selama tujuh tahun masa kelimpahan itu. Gandum-gandum dari masa kelimpahan itu harus disimpan di kota-kota sebagai persediaan makanan. Sehingga ketika ada tujuh tahun masa kelaparan yang datang di Mesir, masih ada gandum dari persediaan yang sudah disimpan sebelumnya. Dengan demikian rakyat Mesir tidak akan mati kelaparan."

Yusuf Diangkat Menjadi Penguasa Mesir

Mendengar penjelasan tentang arti mimpi raja dan solusi yang disarankan Yusuf, raja dan para pegawainya menyetujui rencana Yusuf itu.

Lalu raja berkata kepada para pegawainya: "Tidak mungkin kita mendapatkan orang lain yang lebih cocok melakukan rencana itu daripada Yusuf, sebab ia dipimpin oleh Roh Allah."

Maka raja berkata kepada Yusuf, "Allah telah memberitahukan semua ini kepadamu, jadi jelaslah bahwa engkau lebih cerdas dan bijaksana dari siapa pun juga. Engkau akan kuangkat menjadi penguasa, dan seluruh rakyatku harus mentaati perintahmu. Hanya aku sajalah yang lebih berkuasa daripadamu di negeri ini."

Setelah itu raja membuka cincin yang berukiran materai kerajaan, lalu memakaikannya ke jari Yusuf sambil berkata: "Dengan ini engkau kuangkat menjadi penguasa atas seluruh Mesir." 

Kemudian dikenakan raja pada Yusuf sebuah jubah linen yang halus, dan dikalungkan raja pada leher Yusuf sebuah kalung emas.

Lalu raja juga memberikan kepada Yusuf kereta kerajaan yang kedua untuk kendaraan Yusuf, juga pengawal kehormatan raja berjalan di depan kereta itu sambil berseru-seru, "Beri hormat!"

Raja berkata kepada Yusuf: "Akulah raja, dan aku mengumumkan bahwa tanpa izinmu tidak seorang pun di seluruh Mesir boleh melakukan apa-apa."

Raja juga memberikan sebuah nama Mesir kepada Yusuf, yaitu Zafnat-Paaneah. Raja juga memberikan seorang istri kepada Yusuf yang bernama Asnat. Asnat adalah anak dari Potifera, yaitu seorang imam di kota On. 

Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia mulai bekerja untuk raja Mesir. Maka berangkatlah Yusuf dari istana raja dan pergi mengelilingi seluruh negeri. 

Dalam masa tujuh tahun kemakmuran, tanah menghasilkan panen yang berlimpah-limpah. 

Gandum itu dikumpulkan oleh Yusuf lalu disimpannya di kota-kota. Dalam setiap kota ia menyimpan gandum hasil ladang-ladang di sekitar kota itu. 

Gandum yang dikumpulkannya itu begitu banyak sehingga Yusuf berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung karena terlalu banyak.

Sebelum tiba masa kelaparan, Asnat istri Yusuf melahirkan dua anak laki-laki.

Ketika anak pertamanya lahir, Yusuf berkata: "Allah telah membuat aku lupa kepada segala penderitaanku dan kepada keluarga ayahku." Karena itu Yusuf menamai anaknya yang pertama "Manasye".

Ketika anak keduanya lahir, Yusuf berkata: "Allah telah memberikan anak-anak kepadaku dalam masa kesukaranku." Karena itu lalu Yusuf menamai anaknya yang kedua itu "Efraim".

Tanpa terasa, tujuh tahun masa kelimpahan di negeri Mesir telah berakhir. Maka datanglah tujuh tahun masa kelaparan, tepat seperti yang telah dikatakan Yusuf. Di seluruh dunia terjadi kelaparan, tetapi hanya di Mesir ada persediaan makanan.

Ketika rakyat Mesir mulai menderita kelaparan, mereka meminta makanan kepada raja. Lalu raja menyuruh mereka pergi kepada Yusuf dan melakukan segala apa yang akan diperintahkan Yusuf kepada mereka.

Ketika kelaparan itu menjadi makin hebat dan menyebar di seluruh negeri, Yusuf membuka semua gudang dan menjual gandum kepada orang Mesir. Selain dari Mesir, ternyata dari seluruh dunia juga orang-orang datang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, karena kelaparan itu sungguh dahsyat terjadi di mana-mana.

Selasa, 28 Januari 2025

[14] Yusuf Dijual ke Mesir (Kejadian 37-39)

Yusuf Dibenci Saudara-saudaranya

Saat ini Yakub, atau nama lainnya Israel, sudah tinggal di tanah Kanaan. Ia memiliki 12 orang anak laki-laki. 

Yusuf adalah anak laki-laki Yakub yang kesebelas. Ketika Yusuf berumur 17 tahun, ia biasa menggembalakan kambing domba bersama saudara-saudaranya. Tetapi Yusuf sering mengadukan kesalahan saudara-saudaranya kepada ayahnya.

Yusuf menjadi anak kesayangan Yakub karena Yusuf lahir pada masa tua Yakub. Maka Yakub menyuruh membuatkan jubah maha indah untuk Yusuf. 

Melihat Yakub yang lebih mengasihi Yusuf, saudara-saudara Yusuf mulai membenci Yusuf.

Suatu hari, Yusuf bermimpi dan ia menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Dalam mimpi Yusuf, mereka semua sedang mengikat gandum di ladang, tapi berkas gandum Yusuf berdiri tegak sementara berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah berkas gandum Yusuf. 

Mimpi Yusuf itu membuat saudara-saudaranya makin marah dan benci pada Yusuf. Saudara-saudara Yusuf menganggap mimpi Yusuf bermakna Yusuf ingin berkuasa atas mereka, dan mereka tidak menerima hal itu. 

Lalu Yusuf bermimpi lagi bahwa matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembahnya. 
 
Mendengar mimpi Yusuf, Yakub sampai menegur Yusuf dan berkata, "Masakan aku, ibumu, dan saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu?" 

Juga saudara-saudara Yusuf semakin iri dan marah kepada Yusuf. 

Yusuf Dijual oleh Saudara-saudaranya

Suatu waktu, Yusuf disuruh ayahnya Yakub untuk melihat keadaan saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan domba di dekat Sikhem. Ketika sudah sampai di Sikhem, Yusuf mendapat kabar bahwa saudara-saudaranya ternyata sudah pergi ke Dotan. Maka Yusuf menyusul ke Dotan. 

Ketika saudara-saudaranya melihat Yusuf datang dari jauh, mereka langsung membuat rencana untuk mencelakai Yusuf. Awalnya mereka mau membunuh Yusuf, tapi Ruben kakak Yusuf melarang Yusuf untuk dibunuh karena nantinya Ruben bermaksud akan melepaskan Yusuf. Akhirnya mereka sepakat untuk melempar Yusuf ke dalam sumur.

Ketika Yusuf sampai pada mereka, saudara-saudara Yusuf langsung melepas jubah maha indah Yusuf lalu melemparkan Yusuf ke dalam sebuah sumur kosong. 

Ketika saudara-saudara Yusuf sedang makan, lewatlah rombongan pedagang, yaitu saudagar-saudagar Midian, orang Ismael, yang sedang membawa barang-barang dagangan menuju ke Mesir.

Yehuda, kakak Yusuf, mengusulkan agar Yusuf dijual saja kepada pedagang itu dan saudara-saudara Yusuf yang lain pun setuju. Maka Yusuf dijual seharga 20 syikal perak dan dibawa oleh pedagang itu ke Mesir. 

Ketika Ruben kembali ke sumur itu untuk menolong Yusuf, ia melihat Yusuf sudah tidak ada. Maka Ruben mengoyakkan bajunya karena sedih. Ruben mendatangi saudara-saudaranya dan berkata: "Yusuf sudah tidak ada, apa yang harus kulakukan?" 

Lalu saudara-saudara Yusuf membuat seolah Yusuf sudah mati karena diserang binatang buas. Mereka mencelupkan jubah Yusuf ke darah kambing lalu menyuruh orang mengantar jubah itu kepada Yakub. 

Yakub melihat jubah yang berdarah itu dan mengira itu adalah darah Yusuf yang sudah diserang binatang buas dan mati. Yakub berkata: "Ini jubah Yusuf anakku; pasti binatang buas telah memakan Yusuf."

Yakub sangat sedih, ia menangis dan berkabung berhari-hari lamanya. 

Sementara itu, Yusuf dibawa oleh pedagang Midian ke Mesir dan dijual kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, yaitu kepala pengawal raja.

Yusuf di Rumah Potifar

Di Mesir, Yusuf bekerja di rumah Potifar, pegawai istana Firaun, yaitu kepala pengawal raja, yang sudah membeli Yusuf dari pedagang orang Ismael itu. 

Tuhan menyertai Yusuf sehingga Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaannya. 

Melihat pekerjaan Yusuf yang selalu berhasil, Potifar memberikan kepercayaan lebih lagi kepada Yusuf. 

Yusuf diberikan kuasa atas rumah dan segala usaha milik Potifar. Sejak Yusuf mengurus rumah dan semua usaha milik Potifar, Tuhan memberkati Potifar sehingga rumah dan usaha milik Potifar semakin berkembang. 

Potifar sangat percaya pada Yusuf yang mengerjakan segala sesuatu, sampai Potifar tidak mengatur apapun selain makanannya sendiri. 

Selain sukses dalam bekerja, Yusuf juga baik sikapnya dan juga elok parasnya. Akibatnya istri Potifar jatuh hati pada Yusuf. 

Istri Potifar pun menggoda Yusuf tapi Yusuf menolaknya karena ia tidak mau mengkhianati kepercayaan Potifar dan tidak mau berdosa pada Allah. 

Tapi istri Potifar terus membujuk Yusuf dari hari ke hari. Sampai suatu ketika, ketika tidak ada orang di rumah, istri Potifar menggoda Yusuf dengan menarik baju Yusuf. Tapi Yusuf langsung lari meninggalkan bajunya di tangan istri Potifar. Istri Potifar pun kesal dan memanggil semua orang lalu berkata untuk memfitnah Yusuf, "Lihat, orang Ibrani ini mau mendekati aku untuk berbuat tidak pantas kepadaku."

Ketika Potifar pulang, istri Potifar mengadukan Yusuf dan memfitnah bahwa Yusuf ingin berbuat tidak pantas, sambil menunjukkan baju Yusuf sebagai bukti. 

Mendengar pengaduan istrinya, Potifar sangat marah dan ia memasukkan Yusuf ke penjara tempat para tahanan raja. 

Tetapi di penjara Tuhan tetap menyertai Yusuf dan membuat Yusuf selalu berhasil juga dalam pekerjaannya. Kepala penjara jadi sangat menyayangi Yusuf. Kepala penjara mempercayakan semua tahanan dan semua pekerjaan di penjara itu kepada Yusuf, hingga ia tidak perlu lagi mencampuri pekerjaan Yusuf. 

Minggu, 23 Mei 2021

[3] Kain, Habel, dan Riwayat Keturunan Adam (Kejadian 4-5)

Kain dan Habel

Adam dan Hawa mempunyai anak-anak laki-laki bernama Kain dan Habel.

Kain menjadi petani dan adiknya Habel menjadi gembala kambing domba.

Suatu kali, Kain mempersembahkan sebagian hasil tanahnya kepada Tuhan. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya.

Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya, tetapi Tuhan tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya.

Kain menjadi panas dan mukanya muram.

Tuhan mengingatkan Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu, ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Kain mengajak Habel pergi ke padang, dan di sana tiba-tiba Kain memukul Habel sehingga Habel meninggal.

Lalu Tuhan bertanya kepada Kain: “Di mana Habel adikmu.”

Kain menjawab: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

Tuhan berfiman: “Apa yang telah kau perbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepadaku dari tanah.”

Tuhan yang sudah mengetahui perbuatan Kain lalu memberikan hukuman pada Kain yaitu: tanah yang diusahakan Kain dikutuk sehingga tidak akan memberi hasil sepenuhnya, dan Kain akan menjadi pelarian dan pengembara di bumi.

Kain merasa hukumannya terlalu berat. Kain yang harus menjadi pelarian dan pengembara, berpikir bahwa barangsiapa bertemu dengannya akan membunuhnya.

Tetapi Tuhan menjamin itu tidak akan terjadi, barangsiapa membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat. Tuhan juga menaruh tanda pada Kain supaya ia tidak dibunuh siapapun yang bertemu dengan dia.

Lalu Kain pergi dari hadapan Tuhan dan menetap di tanah Nod.

Kain mendapat anak yang dinamai Henokh. Kain juga mendirikan suatu kota yang dinamai Henokh.

Riwayat Keturunan Adam


Adam dan Hawa mendapat anak lagi yang dinamai Set.

Set memiliki anak laki-laki yang dinamai Enos. Waktu itulah orang-orang mulai memanggil nama Tuhan.

Adam memperanakkan lagi banyak anak laki-laki dan perempuan. Adam meninggal di umur 930 tahun.

Dari keturunan Set, ada seseorang bernama Henokh yang hidup bergaul dengan Allah. Ia tidak pernah meninggal melainkan tidak ada lagi karena ia diangkat oleh Allah.

Henokh memiliki anak bernama Metusalah yang menjadi manusia yang paling panjang umur yang tercatat di Alkitab, ia mencapai usia 969 tahun.

Metusalah memiliki anak bernama Lamekh, dan Lamekh memiliki anak bernama Nuh.

Nuh memiliki anak yang bernama Sem, Ham, dan Yafet.

Jumat, 16 April 2021

[2] Manusia Jatuh ke Dalam Dosa (Kejadian 3)

Suatu kali, ular bertanya kepada Hawa, apakah semua buah pohon di taman Eden tidak boleh dimakan?

Tetapi Hawa menjawab ular sesuai dengan perintah Tuhan, Adam dan Hawa justru boleh memakan semua buah pohon di taman Eden, kecuali buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Bila memakan buah itu, mereka akan mati.

Tetapi ular mempengaruhi Hawa dengan berkata: "Kamu tidak akan mati, tetapi Allah tahu kalau buah itu dimakan kalian akan seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Mendengar perkataan ular, Hawa melihat lagi buah pohon itu. Wah, buah itu sepertinya menarik, enak untuk dimakan dan bisa memberikan pengertian juga.

Hawa mengambil buah itu dan memakannya, ia memberikannya juga kepada Adam. Setelah memakan buah itu, mereka jadi tahu kalau mereka telanjang, tidak memakai baju. Adam dan Hawa lalu menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Ketika mereka mendengar langkah Allah yang sedang berjalan-jalan dalam taman itu dan mencari Adam dan Hawa, mereka bersembunyi karena malu mengetahui mereka telanjang.

Allah pun bertanya apakah Adam sudah memakan buah pohon pengetahuan yang dilarang itu?

Adam menjawab bahwa Hawa yang memberikan buah itu kepadanya, karena itu ia memakannya.

Hawa menjawab juga bahwa ia memakannya karena ular sudah memperdayanya.

Maka Allah mengutuk ular sehingga ia harus menjalar dengan perutnya dan debu tanahlah yang akan menjadi makanannya.

Ular dan manusia juga akan terus bermusuhan. Keturunan manusia akan meremukkan kepala ular, dan ular akan meremukkan tumit keturunan manusia.

Allah juga mengutuk perempuan, sehingga harus mengalami susah payah ketika mengandung dan melahirkan anaknya.

Allah juga mengutuk laki-laki, sehingga harus mengalami susah payah dalam mencari rezeki.

Kemudian Allah membuatkan pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan Hawa.

Allah mengusir manusia dari taman Eden supaya mereka jangan sampai memakan buah pohon kehidupan dan hidup selamanya. Allah menempatkan kerub dengan pedang yang bernyala-nyala untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan itu.

Kamis, 08 April 2021

[1] Allah Menciptakan Langit dan Bumi (Kejadian 1-2)

Sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, bumi belum berbentuk dan kosong.

Pada hari pertama, dengan firman-Nya Allah menciptakan terang. Allah memisahkan terang dari gelap, terang itu dinamai siang, dan gelap itu dinamai malam.

Pada hari kedua, dengan firman-Nya Allah menciptakan cakrawala untuk memisahkan air yang di atas dengan air yang di bawah. Allah menamai cakrawala itu langit.

Pada hari ketiga, dengan firman-Nya Allah memisahkan daratan yang kering dari kumpulan air yang disebut lautan, dan Allah juga menumbuhkan segala tumbuh-tumbuhan di tanah.

Pada hari keempat, dengan firman-Nya Allah menciptakan benda-benda penerang di langit untuk memisahkan siang dari malam dan menjadi penanda waktu yang tetap untuk hari-hari dan tahun-tahun. Maka jadilah matahari untuk menerangi siang, bulan untuk menerangi malam, dan bintang-bintang.

Pada hari kelima, dengan firman-Nya Allah menciptakan segala jenis binatang yang ada di dalam air dan juga burung-burung yang ada di udara.

Pada hari keenam, dengan firman-Nya Allah menciptakan segala jenis binatang yang ada di darat. Allah melihat semua ciptaan-Nya itu baik.

Kemudian Allah membuat satu ciptaan lagi, menurut gambar dan rupa Allah, untuk berkuasa atas seluruh bumi. Allah membentuk ciptaan itu yaitu manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah Adam, manusia pertama itu, menjadi makhluk yang hidup. 

Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Allah memberi perintah kepada manusia, "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati".

Allah melihat bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Tuhan berencana menjadikan seorang penolong yang sepadan untuk Adam.

Allah membawa segala binatang kepada Adam untuk melihat bagaimana Adam memberi nama-nama kepada segala hewan itu. Tetapi Adam tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Lalu Allah membuat Adam tidur nyenyak. Tuhan mengambil salah satu tulang rusuk Adam dan membentuk seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada Adam. Perempuan yang pertama itu bernama Hawa.

Allah memerintahkan kepada manusia, laki-laki dan perempuan, untuk beranak cucu dan bertambah banyak, memenuhi bumi dan berkuasa atasnya.

Pada hari ketujuh Allah berhenti dari seluruh pekerjaan-Nya lalu memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya.

Jumat, 19 Juli 2019

#8 Bangsa Israel Ditindas Oleh Bangsa Mesir (Kejadian 46-50, Keluaran 1-2)

Keluarga Yakub pindah ke Mesir

Yakub dan seisi rumahnya menyambut ajakan Yusuf untuk pindah dari Kanaan ke Mesir karena kelaparan masih tersisa lima tahun lagi.

Tuhan berjanji bahwa Ia akan tetap menyertai Yakub di Mesir dan suatu saat Tuhan akan membawa keturunan Yakub, yaitu bangsa Israel, kembali ke tanah Kanaan.

Yakub, anak-anaknya dan isteri-isteri mereka, semua keturunannya, dan ternak serta harta benda semuanya dibawa ke Mesir. Jumlah keluarga Yakub yang tiba di Mesir ditambah dengan keluarga Yusuf yang sudah terlebih dahulu tinggal di Mesir adalah sebanyak tujuh puluh jiwa.

Karena keluarga Yakub adalah penggembala ternak, mereka meminta izin menetap di tanah Gosyen kepada Firaun. Yakub masih hidup tujuh belas tahun lagi di tanah Gosyen.

Yakub sakit dan sebelum mati ia memberkati kedua anak Yusuf, Manasye dan Efraim.

Yakub memanggil anak-anaknya dan memberkati mereka. Setelah itu Yakub berpesan agar ia dikuburkan bersama Abraham, Sara, Ishak, Ribka, dan Lea, di gua Makhpela. Setelah itu Yakub meninggal.

Setelah selesai masa berkabung, Yusuf pergi dan menguburkan Yakub bersama saudara-saudaranya dan rombongan pegawai dan tua-tua dari Mesir.

Yusuf berjanji walaupun Yakub telah mati ia sudah mengampuni dan tidak akan membalas dendam pada saudara-saudaranya.
Yusuf dan saudara-saudaranya tetap tinggal di Mesir sampai mereka mati di sana.

Bangsa Israel ditindas di Mesir

Kira-kira empat ratus tahun setelah Yakub dan keluarganya pindah ke Mesir, orang-orang Israel beranak cucu dan bertambah banyak jumlahnya di Mesir.

Raja Mesir yang baru yaitu Firaun generasi selanjutnya tidak mengenal jasa-jasa Yusuf. Ia menindas bangsa Israel dengan kerja paksa karena takut bangsa Israel makin bertambah dan mengalahkan Mesir.

Firaun juga memerintahkan agar semua anak laki-laki orang Israel dilemparkan ke dalam sungai Nil.

Musa lahir dan diselamatkan

Ada keluarga suku Lewi yang punya bayi laki-laki dan ingin menyelamatkan bayinya. Mereka membuat keranjang dan meletakkan bayinya di dalam keranjang. Keranjang itu diletakkan di sungai Nil. Kakak perempuan bayi itu disuruh mengawasi apa yang terjadi dengan bayi itu.

Ternyata bayi dalam keranjang itu ditemukan oleh puteri Firaun yang hendak mandi. Kakak bayi itu menawarkan inang penyusu untuk menyusui dan mengasuh bayi itu, yang sebenarnya adalah ibu mereka sendiri. Jadi ibu bayi itu diupah puteri Firaun untuk menyusui bayi itu hingga besar.

Setelah besar, bayi itu diangkat anak oleh puteri Firaun serta dinamai Musa yang artinya "ditarik dari air".

Musa melarikan diri ke Midian


Ketika Musa berumur 40 tahun, ia keluar hendak melihat kerja paksa yang dialami bangsanya. Diam-diam ia membunuh seorang Mesir yang memukul seorang Israel. Karena ketahuan oleh Firaun, Musa melarikan diri ke tanah Midian. Ia bertemu dengan Rehuel atau Yitro, imam di Midian. Musa tinggal di rumah Yitro dan menikah dengan Zipora, anak Yitro. Musa memiliki anak bernama Gersom.

Lama sesudah itu, matilah raja Mesir. Orang Israel masih diperbudak dan mereka berseru-seru kepada Allah. Tuhan pun mendengarkan seru doa orang Israel dan mengingat janji-Nya kepada Yakub.

Sabtu, 29 Juni 2019

#7 Rencana Tuhan Untuk Kehidupan Yusuf (Kejadian 39-45)

Yusuf di Mesir

Yusuf yang berada di rumah Potifar selalu berhasil karena disertai Tuhan. Isteri Potifar menggoda Yusuf tetapi Yusuf menolak, sehingga isteri Potifar memfitnah Yusuf.

Yusuf pun dimasukkan ke dalam penjara, tetapi di dalam penjara ia malah mendapat kepercayaan untuk membantu semua pekerjaan kepala penjara.

Yusuf berhasil mengartikan mimpi juru roti dan juru minuman Firaun yang masuk penjara karena berbuat kesalahan. Sesuai dengan perkataan Yusuf, juru roti dihukum mati dan juru minuman dibebaskan. Tetapi juru minuman yang dibebaskan melupakan janjinya untuk mengingat Yusuf.


Yusuf Menjadi Penguasa

Firaun bermimpi ada tujuh lembu gemuk dimakan tujuh lembu kurus dan ada tujuh bulir gandum baik dimakan tujuh bulir gandum yang kurus.

Juru minuman akhirnya mengingat Yusuf dan memberitahu Firaun bahwa Yusuf bisa mengartikan mimpi.

Yusuf memberitahu bahwa arti mimpi itu adalah ada tujuh tahun kelimpahan yang diikuti tujuh tahun kelaparan. Pada saat kelimpahan seluruh negeri harus menyimpan persediaan untuk masa kelaparan.

Karena melihat Tuhan menyertai Yusuf, Firaun mengangkat Yusuf sebagai penguasa di bawah Firaun untuk melaksanakan semuanya itu.

Yusuf bertemu lagi dengan saudara-saudaranya


Ketika tiba masa kelaparan, Yakub menyuruh sepuluh anaknya membeli gandum ke Mesir. Tetapi Benyamin tidak boleh pergi karena takut terjadi apa-apa pada Benyamin.

Ketika sepuluh saudara Yusuf bertemu Yusuf yang sudah menjadi penguasa, mereka tidak kenal Yusuf.

Yusuf berpura-pura mencurigai saudara-saudaranya dan mengatakan baru akan percaya bila mereka membawa saudara yang satu lagi yaitu Benyamin. Sebelum Benyamin dibawa ke Mesir, Simeon harus ditahan di Mesir dan saudara-saudara Yusuf boleh pulang untuk membawa gandum ke rumah mereka di Kanaan.

Saudara-saudara Yusuf meminta izin kepada Yakub untuk membawa Benyamin agar Simeon boleh dilepaskan tetapi Yakub tidak mengizinkan Benyamin pergi.

Setelah gandum yang dibeli dari Mesir habis, Yakub menyuruh anak-anaknya pergi ke Mesir lagi, dan dengan terpaksa Benyamin diizinkan untuk ikut. Sesampainya di Mesir Yusuf malah mengajak makan saudara-saudaranya.

Yusuf berdamai dengan saudara-saudaranya


Ketika mereka akan pulang, Yusuf menyuruh kepala rumahnya untuk diam-diam menaruh piala miliknya di karung gandum milik Benyamin, seolah-olah Benyamin mencuri piala Yusuf itu.

Ketika dalam perjalanan, Yusuf menyuruh kepala rumahnya untuk mengejar saudara-saudara Yusuf dan Benyamin dituduh mencuri piala Yusuf.

Saudara-saudara Yusuf sangat kaget. Mereka dipaksa kembali ke istana Yusuf.

Yehuda memohon agar dia yang menggantikan Benyamin untuk dihukum tinggal di Mesir menjadi budak, karena Yakub pasti mati bila mendengar ada apa-apa pada Benyamin.

Yusuf tidak dapat menahan diri lagi ketika mendengar cerita itu dan memberitahu bahwa sebenarnya ialah Yusuf saudara mereka. Saudara-saudara Yusuf awalnya tidak percaya tetapi akhirnya mereka bersukacita ternyata mereka masih bisa bertemu Yusuf dan Yusuf sudah memaafkan mereka.

Yusuf menyuruh saudara-saudaranya menjemput Yakub dan seisi rumahnya ke Mesir karena kelaparan masih tersisa lima tahun lagi.

#6 Yakub Mendapat Nama "Israel" (Kejadian 32-38)

Yakub Mendapat Nama "Israel"

Yakub mengirim utusan untuk menemui Esau. Yakub takut Esau akan menyerangnya, ia membagi orang-orangnya dan menyiapkan persembahan untuk Esau. Sambil rombongan terdepan datang mengantarkan persembahan, Yakub tinggal sendiri di belakang.

Tiba-tiba seorang laki-laki bergulat dengan Yakub hingga fajar menyingsing. Orang itu memukul sendi pangkal paha Yakub hingga terpelecok. Ternyata orang itu adalah Allah. Yakub meminta berkat dan Allah mengganti nama Yakub menjadi Israel sebab: Yakub telah bergumul melawan Allah dan manusia dan menang. Tempat itu dinamai Pniel.

Yakub Berdamai dengan Esau

Yakub bertemu dengan Esau dan mereka berpelukan dan bertangis-tangisan. Esau menawarkan untuk mengajak Yakub ke tempatnya di Seir tetapi Yakub pergi ke Sukot. Kemudian Yakub sampai di Sikhem tanah Kanaan dan mendirikan mezbah yang dinamai "Allah Israel adalah Allah".

Keluarga Yakub

Dina, anak perempuan Yakub dari Lea diperkosa oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu. Ketika Hemor datang melamar, anak-anak Yakub menjawab dengan muslihat yaitu menyuruh orang-orang di negeri itu untuk disunat. Ketika mereka sedang kesakitan karena disunat, datanglah Simeon dan Lewi menyerang kota itu dan membunuh semua laki-laki. Tetapi Yakub marah karena perbuatan anak-anaknya itu.

Tuhan menyuruh Yakub kembali ke Betel untuk membuat mezbah bagi-Nya. Yakub mentahirkan seluruh keluarganya dan melakukan apa yang disuruh Tuhan.
Dalam perjalanan dari Betel, Rahel melahirkan Benyamin lalu meninggal.

Anak-anak Yakub:
  1. Ruben (dari Lea)
  2. Simeon (dari Lea)
  3. Lewi (dari Lea)
  4. Yehuda (dari Lea)
  5. Dan (dari Bilha, budak Rahel)
  6. Naftali (dari Bilha, budak Rahel)
  7. Gad (dari Zilpa, budak Lea)
  8. Asyer (dari Zilpa, budak Lea)
  9. Isakhar (dari Lea)
  10. Zebulon (dari Lea)
  11. Yusuf (dari Rahel)
  12. Benyamin (dari Rahel)
Sampailah Yakub dan keluarganya pada Ishak, lalu meninggallah Ishak.
Esau menetap di pegunungan Seir dan kaumnya disebut orang Edom, sementara Yakub tinggal di tanah Kanaan.

Yusuf dan saudara-saudaranya

Israel lebih mengasihi Yusuf dibanding anaknya yang lain, dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah untuk Yusuf. Bencilah saudara-saudaranya kepadanya. Suatu hari Yusuf bermimpi di ladang gandum berkas-berkas saudara-saudaranya sujud menyembah berkas Yusuf. Ia bermimpi lagi matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya.
Yusuf disuruh ayahnya melihat keadaan saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan kambing domba. Saudara-saudara Yusuf yang melihat Yusuf datang melemparkan Yusuf ke dalam sumur kosong. Kemudian Yusuf dijual kepada kafilah orang Ismael yang sedang lewat. Saudara-saudara Yusuf mengatakan pada ayahnya bahwa Yusuf mati diterkam binatang buas.
Yusuf dijual pada Potifar, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja di Mesir.

Keluarga Yehuda

Yehuda memiliki tiga anak laki-laki bernama Er, Onan, dan Syela dari perempuan Kanaan. Setelah Er mati dihukum Tuhan, Onan diminta untuk menghampiri Tamar, isteri Er untuk memberikan keturunan bagi Er, tetapi Onan tidak mau. Onan pun mati dihukum Tuhan. Yehuda seharusnya memberikan Syela juga untuk Tamar tetapi ia tidak mau. Tamar pun membohongi Yehuda untuk tidur dengannya dan ia melahirkan anak kembar bernama Peres dan Zerah.


Sabtu, 15 Juni 2019

#5 Riwayat Kehidupan Yakub (Kejadian 25-31)

Esau dan Yakub

Abraham meninggal di usia 175 tahun dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkannya di gua Makhpela tempat Sara dikuburkan.

Ishak berdoa karena isterinya mandul dan Tuhan mendengar. Tuhan memberikan anak kembar dan memberi petunjuk bahwa dua bangsa ada dalam kandungan Ribka dan yang tua akan menjadi hamba yang muda.

Ketika lahir, anak pertama berwarna merah, tubuhnya berbulu, sebab itu dinamai Esau. Anak kedua memegang tumit Esau sebab itu dinamai Yakub.
Ketika mereka besar, Esau suka berburu dan Yakub suka tiinggal di kemah. Ishak sayang kepada Esau, tetapi Ribka sayang kepada Yakub.
Ketika Yakub sedang memasak roti dan masakan kacang merah, Esau meminta masakannya dengan menjual hak kesulungannya kepada Yakub.

Timbullah kelaparan di negeri itu lalu Isakh pergi ke Gerar, kepada Abimelekh. Isakh mengatakan tentang Ribka "dia saudaraku". Ketika Abimelekh tahu bahwa Ribka adalah isteri Ishak, Abimelekh mengatakan kepada seluruh bangsa agar jangan mengganggu mereka.
Di tanah itu Tuhan memberkati Ishak meskipun ia sering berseteru dengan orang Gerar karena memperebutkan sumur. Setelah Ishak bersumpah tidak akan bermusuhan dengan Abimelekh, ia mendapat sumur baru dan dinamai Bersyeba.

Esau mengambil orang Het sebagai isteri sehingga Ishak dan Ribka bersedih.

Yakub mendapat berkat sebagai anak sulung

Ketika Ishak bermaksud memberkati Esau yang merupakan anak sulung, ia meminta Esau datang membawa makanan kepadanya, namun dengan bantuan Ribka, Yakub datang mendahului Esau dengan berpura-pura sebagai Esau. Lalu Ishak memberkati Yakub dengan berkat melimpah sebagai anak sulung. Esau sangat marah kepada Yakub, karena itu Ribka menyuruh Yakub pergi kepada Laban saudaranya di Haran.

Dalam perjalanan dari Bersyeba ke Haran, Yakub bermalam di suatu tempat dan bermimpi melihat didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit dan tampaklah malaikat Allah turun naik di tangga itu. Allah berkata akan memberkati dan menyertai Yakub. Yakub mendirikan tugu dan bernazar di sana, ia menamai tempat itu Betel.

Keluarga Yakub

Di Haran, Yakub bertemu dengan Rahel anak Laban, lalu ia pun menemui Laban dan tinggal padanya. Sebulan kemudian, Laban menawarkan upah bekerja pada Yakub, dan Yakub berkata ia mau bekerja tujuh tahun pada Laban untuk mendapatkan Rahel sebagai istrinya.
Tujuh tahun kemudian, Yakub meminta Rahel untuk menikah dengannya, namun secara diam-diam Laban justru memberikan Lea, kakak Rahel. Laban beralasan bahwa sudah menjadi kebiasaan kakak menikah terlebih dahulu daripada adiknya. Setelah genap tujuh hari pernikahan dengan Lea, barulah Laban memberikan Rahel kepada Yakub, tetapi Yakub harus bekerja pada Laban tujuh tahun lagi.

Anak-anak Yakub:
  1. Ruben (dari Lea)
  2. Simeon (dari Lea)
  3. Lewi (dari Lea)
  4. Yehuda (dari Lea)
  5. Dan (dari Bilha, budak Rahel)
  6. Naftali (dari Bilha, budak Rahel)
  7. Gad (dari Zilpa, budak Lea)
  8. Asyer (dari Zilpa, budak Lea)
  9. Isakhar (dari Lea)
  10. Zebulon (dari Lea)
  11. Yusuf (dari Rahel)
  12. bersambung
Yakub ingin hidup mandiri dari Laban, tetapi Laban menahan dengan menawarkan upah lagi pada Yakub. Yakub mau lagi menggembalakan ternak Laban, upahnya adalah setiap ternak Laban yang berbintik-bintik dan berbelang-belang serta berwarna hitam menjadi milik Yakub. Yakub tinggal menggembalakan ternak Laban sementara ternaknya sendiri dijaga oleh anak-anaknya. Setiap Yakub meletakkan dahan pohon yang dikupas sehingga berbelang-belang atau berbintik-bintik di tempat minum ternak Laban, maka kambing domba itu akan menghasilkan anak yang berbelang-belang dan berbintik-bintik juga, sehingga menjadi hak Yakub. Maka bertambah banyaklah harta Yakub.

Laban dan anak-anaknya mulai tidak suka kepada Yakub karena merasa hartanya diambil. Tuhan berfirman kepada Yakub agar pulang ke tempat nenek moyangnya. Lalu Yakub dan segala miliknya pergi tanpa sepengetahuan Laban, tetapi Rahel mencuri terafim Laban. Ketika Laban tahu Yakub pergi, ia menyusul Yakub. Laban tidak marah tetapi ia menanyakan terafimnya yang dicuri. Rahel menyembunyikan terafim itu di pelana untanya dan mendudukinya dan beralasan bahwa ia sedang haid, sehingga terafim itu tidak ditemukan. Akhirnya Yakub dan Laban mendirikan tugu perjanjian lalu berpisah.

Lama Yakub tinggal pada Laban adalah 20 tahun: 14 tahun untuk mendapatkan Lea dan Rahel, 6 tahun untuk mendapatkan ternak.