Pencatatan Bangsa Israel
Ketika masih di kaki Gunung Sinai, Tuhan juga memerintahkan Musa untuk menghitung jumlah pasukan Israel, yaitu laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas yang sanggup berperang. Penghitungan pasukan ini berlaku untuk setiap suku kecuali suku Lewi. Tujuan penghitungan ini adalah mempersiapkan bangsa Israel untuk menghadapi perjalanan dan peperangan hingga mereka bisa memiliki tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan.
Total pasukan militer yang tercatat adalah sebanyak 603.550 orang, yang terdiri dari:
Suku Yehuda dipimpin oleh Nahason bin Aminadab. Tercatat sejumlah 74.600 orang.
Suku Isakhar dipimpin oleh Netaneel bin Zuar. Tercatat sejumlah 54.400 orang.
Suku Zebulon dipimpin oleh Eliab bin Helon. Tercatat sejumlah 57.400 orang.
Suku Ruben dipimpin oleh Elizur bin Syedeur. Tercatat sejumlah 46.500 orang.
Suku Simeon dipimpin oleh Selumiel bin Zurisyadai. Tercatat sejumlah 59.300 orang.
Suku Gad dipimpin oleh Elyasaf bin Rehuel. Tercatat sejumlah 45.650 orang.
Suku Efraim dipimpin oleh Elisama bin Amihud. Tercatat sejumlah 40.500 orang.
Suku Manasye dipimpin oleh Gamaliel bin Pedazur. Tercatat sejumlah 32.200 orang.
Suku Benyamin dipimpin oleh Abidan bin Gideoni. Tercatat sejumlah 35.400 orang.
Suku Dan dipimpin oleh Ahiezer bin Amisyadai. Tercatat sejumlah 62.700 orang.
Suku Asyer dipimpin oleh Pagiel bin Okran. Tercatat sejumlah 41.500 orang.
Suku Naftali dipimpin oleh Ahira bin Enan. Tercatat sejumlah 53.400 orang.
Suku Lewi tidak dimasukkan dalam penghitungan pasukan militer karena mereka dikhususkan untuk melakukan pekerjaan kudus di Kemah Suci. Ketika dihitung secara menyeluruh dari yang berusia satu bulan ke atas, jumlah laki-laki suku Lewi adalah 22.000 orang. Namun, mereka yang berada di usia produktif (30-50 tahun) dan memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan fisik serta pengangkutan Kemah Suci berjumlah 8.580 orang.
Musa dan para imam (Harun dan anak-anaknya) memegang otoritas tertinggi atas seluruh ibadah, hukum, dan komunikasi dengan Tuhan. Sementara itu, anak-anak Harun juga bertindak sebagai pengawas bagi pekerjaan seluruh suku Lewi yang terbagi menjadi tiga kaum:
Kaum Kehat dipimpin oleh Elisafan bin Uziel. Mereka bertanggung jawab di bawah pengawasan imam Eleazar untuk mengurus dan mengangkut barang-barang mahakudus (termasuk Tabut Perjanjian, meja roti sajian, kandil, mezbah-mezbah, dan perkakas tempat kudus).
Kaum Gerson dipimpin oleh Elyasaf bin Lael. Mereka bertanggung jawab di bawah pengawasan imam Itamar untuk mengurus dan mengangkut seluruh komponen kain Kemah Suci (termasuk tudung, tirai pintu, layar pelataran, dan tirai pintu pelataran).
Kaum Merari dipimpin oleh Zuriel bin Abihail. Mereka bertanggung jawab di bawah pengawasan imam Itamar untuk mengurus dan mengangkut kerangka keras dan fondasi fisik Kemah Suci (termasuk kayu-kayu papan, tiang-tiang, alas, patok, serta tali kemah dan pelataran).
Barisan Perjalanan dan Formasi Perkemahan Bangsa Israel
Setiap kali berpindah tempat, bangsa Israel harus bergerak, berbaris, dan berkemah sesuai dengan ketentuan dari Tuhan.
A. Urutan Barisan Perjalanan (Saat Berangkat)
Sebelum perjalanan dimulai, para imam (Harun, dan anak-anaknya) masuk terlebih dahulu ke Kemah Suci untuk membungkus semua perkakas paling kudus (seperti Tabut Perjanjian, kandil, dan mezbah) dengan kain penutup khusus. Orang Lewi selain imam tidak boleh melihat atau menyentuh barang-barang kudus dalam kondisi terbuka.
Setelah tanda sangkakala ditiup, barisan bergerak dengan urutan sebagai berikut:
1. Kubu Yehuda Berangkat paling awal di bawah panji-panji mereka. Barisan ini dipimpin oleh suku **Yehuda**, diikuti suku **Isakhar** dan **Zebulon**.
2. Segera setelah kubu Yehuda bergerak, Kemah Suci dibongkar. **Kaum Gerson dan kaum Merari** dari suku Lewi berangkat mengangkut komponen kain, tirai, dan rangka keras Kemah Suci menggunakan kereta-kereta yang ditarik lembu.
3. Lalu kubu Ruben mulai bergerak di bawah panji-panji mereka. Barisan ini dipimpin oleh suku **Ruben**, diikuti suku **Simeon** dan **Gad**.
4. Setelah itu **Kaum Kehat** dari suku Lewi berangkat membawa barang-barang yang paling kudus yang sudah dibungkus oleh para imam tadi. Mereka mengangkutnya di atas pundak dengan kayu pengusung.
5. Selanjutnya **Kubu Efraim:** Mulai bergerak di bawah panji-panji mereka. Barisan ini dipimpin oleh suku **Efraim**, diikuti suku **Manasye** dan **Benyamin**.
6. Terakhir, **Kubu Dan** berangkat sebagai barisan penutup, dipimpin oleh suku **Dan**, diikuti suku **Asyer** dan **Naftali**.
B. Formasi Berkemah (Saat Menetap)
Sesampainya di tempat tujuan, Kaum Gerson dan kaum Merari dari suku Lewi langsung mendirikan struktur Kemah Suci tepat di pusat perkemahan. Pintu Kemah Suci menghadap ke arah Timur.
Barang-barang Kudus disusun di dalam Kemah Suci oleh imam setelah kaum Kehat dari suku Lewi sampai.
Setelah Kemah Suci berdiri, seluruh bangsa berkemah dengan formasi berlapis:
#### 1. Lapisan Dalam (Suku Lewi & Para Imam)
Suku Lewi dan para imam berkemah paling dekat, membenteng posisi Kemah Suci di empat penjuru mata angin:
* Sisi Timur (Depan Pintu) adalah tempat berkemah Musa, Harun, dan para imam (keturunan Harun).
* Sisi Selatan (samping) adalah tempat berkemah Kaum Kehat
* Sisi Barat (belakang): adalah tempat berkemah Kaum Gerson.
* Sisi Utara (samping): adalah tempat berkemah Kaum Merari.
#### 2. Lapisan Luar (12 Suku Bangsa Israel)
Selanjutnya, 12 suku lainnya berkemah mengelilingi lapisan dalam atau suku Lewi, dibagi menjadi 4 kubu besar:
* **Sisi Timur (Paling Depan):** Kubu Yehuda (Suku Yehuda, Isakhar, dan Zebulon).
* **Sisi Selatan (Sayap Kanan):** Kubu Ruben (Suku Ruben, Simeon, dan Gad).
* **Sisi Barat (Paling Belakang):** Kubu Efraim (Suku Efraim, Manasye, dan Benyamin).
* **Sisi Utara (Sayap Kiri):** Kubu Dan (Suku Dan, Asyer, dan Naftali).
Tuhan Memimpin Perjalanan Bangsa Israel
Sejak Kemah Suci didirikan, awan Tuhan menutupi Kemah Suci pada siang hari, dan pada waktu malam awan itu kelihatan seperti tiang api.
Setiap kali awan Tuhan naik dari atas Kemah Suci, itulah tanda bagi bangsa Israel untuk membongkar tenda dan bergerak mengikuti arah awan. Di tempat awan itu berhenti, di sanalah mereka akan berkemah. Selama awan itu menetap di atas Kemah Suci—baik sehari, sebulan, bahkan setahun—bangsa Israel akan tetap tinggal dan tidak akan berangkat.
Selain memimpin melalui tanda awan, Tuhan juga memerintahkan Musa untuk membuat dua buah nafiri dari perak tempaan sebagai alat komunikasi dan pemberian aba-aba bagi jutaan umat Israel. Nafiri ini khusus ditiup oleh para imam (anak-anak Harun) dengan dua jenis tiupan:
-
1. Tiupan Panjang & Datar untuk Tanda Berkumpul:
- Jika kedua nafiri ditiup: Semua umat Israel harus segera berkumpul di depan pintu Kemah Pertemuan.
- Jika hanya satu nafiri ditiup: Hanya para pemimpin dan kepala suku Israel yang wajib datang berkumpul.
-
2. Tiupan Berirama / Terputus-putus untuk Tanda Berangkat:
- Tiupan pertama: tanda Kubu Timur (Kubu Yehuda) untuk berjalan.
- Tiupan kedua: tanda Kubu Selatan (Kubu Ruben) untuk berjalan.
- Tiupan ketiga: tanda Kubu Barat (Kubu Efraim) untuk berjalan.
- Tiupan keempat: tanda Kubu Utara (Kubu Dan) untuk berjalan.
Meninggalkan Gunung Sinai menuju Padang Gurun Paran
Bangsa Israel menetap di kaki Gunung Sinai selama kira-kira 11 bulan. Di sanalah mereka menerima Hukum Taurat, membangun Kemah Suci, belajar keteraturan ibadah, dihitung dalam sensus, serta menerima pembagian tugas yang spesifik.
Akhirnya, pada tahun kedua, bulan kedua, tanggal dua puluh, awan Tuhan naik dari atas Kemah Suci. Untuk pertama kalinya, bangsa Israel bergerak meninggalkan Gunung Sinai secara teratur sesuai formasi baru yang Tuhan perintahkan, hingga awan itu memandu mereka sampai ke Padang Gurun Paran.
Setiap kali perjalanan dimulai dan Tabut Perjanjian mulai diangkat, Musa akan berkata:
"Bangkitlah, TUHAN, buatlah musuh-Mu tercerai-berai dan semua yang membenci-Mu melarikan diri!"
Dan setiap kali Tabut Perjanjian itu berhenti untuk berkemah, Musa akan berkata:
"Kembalilah, TUHAN, kepada beribu-ribu umat Israel ini."