Setelah itu Yohanes melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Ia juga melihat kota Yerusalem yang baru turun dari sorga.
Allah akan diam di tengah-tengah umat-Nya dan menghapuskan semua penderitaan mereka.
Kota Yerusalem baru penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah. Kota Yerusalem itu terbuat dari emas dan tembok kotanya dari permata yaspis. Kota itu memiliki dua belas pintu gerbang yang berupa mutiara.
Terlihat juga sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah jalan kota itu ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah setiap bulan sekali.
Allah akan memerintah sebagai raja sampai selamanya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya.
Yesus berpesan kepada Yohanes untuk memberi kesaksian tentang apa yang dilihatnya kepada jemaat. Yesus berjanji bahwa Ia akan segera datang untuk menghakimi semua orang menurut perbuatan mereka.
Kumpulan catatan yang bersumber dari Alkitab, satu-satunya sumber kebenaran sejati di dalam dunia.
Tampilkan postingan dengan label wahyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wahyu. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Juni 2019
Sabtu, 01 Juni 2019
#73 Wahyu 14 - 20
Lanjutan penglihatan Yohanes di pulau Patmos:
Tampak Anak Domba berdiri di bukit Sion bersama 144.000 orang yang telah ditebus-Nya.
Tampak juga seorang malaikat terbang di tengah langit membawa Injil untuk diberitakan kepada semua orang di bumi.
Kemudian malaikat kedua datang untuk mengumumkan keruntuhan Babel.
Malaikat ketiga mengumumkan bahwa orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya, dan menerima tanda pada dahi dan tangannya, akan menerima cawan murka Allah.
Tampak lautan kaca bercampur api, dan di tepinya ada orang-orang yang berhasil mengalahkan binatang, patung, dan bilangan namanya. Mereka menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.
Kemudian dari dalam Bait Suci di sorga keluar tujuh malaikat yang membawa tujuh cawan murka Allah.
Inilah tujuh malapetaka yang terjadi kepada binatang dan para pengikutnya ketika cawan murka Allah ditumpahkan:
Malapetaka pertama: bisul yang jahat
Malapetaka kedua: laut menjadi darah
Malapetaka ketiga: sungai dan mata air menjadi darah
Malapetaka keempat: matahari berkuasa menghanguskan manusia dengan api
Malapetaka kelima: kerajaan binatang itu menjadi gelap
Malapetaka keenam: sungai Efrat menjadi kering
Malapetaka ketujuh: terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan semua pulau hilang, lalu turun hujan es besar menimpa manusia
Salah satu dari malaikat menunjukkan seorang perempuan yang duduk di atas seekor binatang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Perempuan itu adalah Babel, ibu dari semua kejahatan di bumi.
Babel dan raja-rajanya akan berkuasa, namun hanya satu jam saja. Karena setelah itu Anak Domba akan mengalahkan mereka. Demikian Babel jatuh dan tidak akan bangkit lagi.
Lalu diadakanlah perjamuan kawin Anak Domba.
Sorga terbuka dan tampaklah kuda putih yang ditunggangi "Yang Setia dan Yang Benar". Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Penunggang kuda dan tentaranya mengalahkan binatang itu dan nabi palsu pengikutnya. Mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yang menyala-nyala.
Lalu seorang malaikat menangkap naga, si ular tua, yaitu Iblis, dan mengikatnya di jurang maut seribu tahun lamanya.
Lalu ada takhta-takhta, dan orang-orang yang tetap setia kepada Yesus selama bumi dikuasai oleh binatang, hidup kembali dan diberi kuasa untuk memerintah sebagai raja bersama Kristus selama seribu tahun.
Setelah seribu tahun, Iblis dilepaskan dari penjara dan ia akan menyesatkan bangsa-bangsa di bumi, lalu memerangi orang-orang kudus. Tetapi dari langit turun api menghanguskan mereka. Dan Iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang bersama binatang dan nabi palsu. Mereka disiksa siang malam sampai selamanya.
Lalu ada Dia yang duduk di atas takhta, dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit.
Maka orang-orang mati berdiri di depan takhta itu, dan dibukalah semua kitab, juga kitab kehidupan. Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan isi kitab-kitab itu. Setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api.
Tampak Anak Domba berdiri di bukit Sion bersama 144.000 orang yang telah ditebus-Nya.
Tampak juga seorang malaikat terbang di tengah langit membawa Injil untuk diberitakan kepada semua orang di bumi.
Kemudian malaikat kedua datang untuk mengumumkan keruntuhan Babel.
Malaikat ketiga mengumumkan bahwa orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya, dan menerima tanda pada dahi dan tangannya, akan menerima cawan murka Allah.
Tampak lautan kaca bercampur api, dan di tepinya ada orang-orang yang berhasil mengalahkan binatang, patung, dan bilangan namanya. Mereka menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.
Kemudian dari dalam Bait Suci di sorga keluar tujuh malaikat yang membawa tujuh cawan murka Allah.
Inilah tujuh malapetaka yang terjadi kepada binatang dan para pengikutnya ketika cawan murka Allah ditumpahkan:
Malapetaka pertama: bisul yang jahat
Malapetaka kedua: laut menjadi darah
Malapetaka ketiga: sungai dan mata air menjadi darah
Malapetaka keempat: matahari berkuasa menghanguskan manusia dengan api
Malapetaka kelima: kerajaan binatang itu menjadi gelap
Malapetaka keenam: sungai Efrat menjadi kering
Malapetaka ketujuh: terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan semua pulau hilang, lalu turun hujan es besar menimpa manusia
Salah satu dari malaikat menunjukkan seorang perempuan yang duduk di atas seekor binatang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Perempuan itu adalah Babel, ibu dari semua kejahatan di bumi.
Babel dan raja-rajanya akan berkuasa, namun hanya satu jam saja. Karena setelah itu Anak Domba akan mengalahkan mereka. Demikian Babel jatuh dan tidak akan bangkit lagi.
Lalu diadakanlah perjamuan kawin Anak Domba.
Sorga terbuka dan tampaklah kuda putih yang ditunggangi "Yang Setia dan Yang Benar". Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Penunggang kuda dan tentaranya mengalahkan binatang itu dan nabi palsu pengikutnya. Mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yang menyala-nyala.
Lalu seorang malaikat menangkap naga, si ular tua, yaitu Iblis, dan mengikatnya di jurang maut seribu tahun lamanya.
Lalu ada takhta-takhta, dan orang-orang yang tetap setia kepada Yesus selama bumi dikuasai oleh binatang, hidup kembali dan diberi kuasa untuk memerintah sebagai raja bersama Kristus selama seribu tahun.
Setelah seribu tahun, Iblis dilepaskan dari penjara dan ia akan menyesatkan bangsa-bangsa di bumi, lalu memerangi orang-orang kudus. Tetapi dari langit turun api menghanguskan mereka. Dan Iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang bersama binatang dan nabi palsu. Mereka disiksa siang malam sampai selamanya.
Lalu ada Dia yang duduk di atas takhta, dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit.
Maka orang-orang mati berdiri di depan takhta itu, dan dibukalah semua kitab, juga kitab kehidupan. Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan isi kitab-kitab itu. Setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api.
Sabtu, 25 Mei 2019
#72 Wahyu 7 - 13
Ringkasan minggu lalu:
Yohanes menceritakan penglihatannya yaitu:
Yohanes menceritakan penglihatannya yaitu:
Penglihatan kedua puluh empat tua-tua dan keempat binatang
Penglihatan Kitab yang dimeterai dan Anak Domba
Lanjutan penglihatan Yohanes:
Ada empat malaikat yang mau merusak bumi. Sebelum empat malaikat itu merusak bumi, datang seorang malaikat yang bertugas memeteraikan hamba-hamba Allah pada dahi-dahi mereka.
Hamba-hamba Allah itu berasal dari kedua belas suku Israel, dari masing-masing suku ada 12.000 orang yang dimeteraikan. Jadi totalnya ada 144.000 orang dimeteraikan.
Kemudian ada sekumpulan besar orang yang memuji-muji Anak Domba. Mereka memakai baju putih dan tangannya memegang daun palem. Mereka adalah orang-orang yang sudah diselamatkan oleh Anak Domba itu.
Kemudian Anak Domba membuka meterai ketujuh, yaitu meterai terakhir dari gulungan kitab.
Setelah itu bersiaplah tujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala.
Maka sangkakala dibunyikan mulai dari yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam. Setiap sangkakala dibunyikan, terjadi bencana di bumi. Tetapi hanya orang-orang yang punya meterai dari Allah yang tidak diserang oleh bencana.
Akhirnya gulungan kitab itu terbuka. Yohanes memakan gulungan kitab itu. Malaikat menyuruh Yohanes untuk bernubuat lagi kepada banyak bangsa.
Lalu malaikat ketujuh membunyikan sangkakala yang ketujuh. 24 tua-tua pun menyanyikan pujian kepada Tuhan.
Maka terbukalah Bait Suci di sorga dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu.
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit:
Ada perempuan yang sedang mengandung. Seekor naga hendak menelan Anak dari perempuan itu. Setelah Anak itu lahir, Ia diselamatkan dan dibawa lari kepada takhta Allah.
Kemudian naga itu, yaitu iblis, dikalahkan oleh Mikhael dan malaikat-malaikat dan dilemparkan ke bumi.
Ada seekor binatang lagi keluar dari dalam laut, bentuknya serupa macan tutul, kakinya seperti beruang, mulutnya seperti singa, bertanduk 10 dan berkepala 7. Naga itu memberikan kekuatan, takhta, dan kekuasaannya pada binatang itu.
Binatang itu menghujat Allah. Semua orang yang tidak ada di kitab kehidupan menyembah binatang itu.
Ada satu binatang lain keluar dari dalam bumi, bertanduk dua seperti anak domba, dan berbicara seperti naga. Binatang ini menyesatkan seluruh bumi dengan tanda-tanda yang dahsyat. Ia membuat patung binatang macan tutul itu, dan yang tidak menyembah patung itu akan dibunuh. Dan ia menyebabkan semua orang diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Binatang itu memiliki bilangan: enam ratus enam puluh enam.
Yang penting untuk menghadapi keadaan itu semua adalah ketabahan, iman, dan hikmat dari orang-orang kudus.
Jumat, 17 Mei 2019
#71 Yudas 1 - Wahyu 6
Yudas 1
Surat Yudas ditulis oleh Yudas saudara Yakobus.Yudas memberi nasihat agar jemaat berjuang mempertahankan iman mereka karena ada orang yang menyusup di tengah-tengah mereka sebenarnya adalah guru-guru palsu.
Guru-guru palsu ini adalah mereka yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Wahyu 1-6
Kitab Wahyu berisi penglihatan dari Yesus Kristus kepada Yohanes, tentang apa yang akan terjadi.Yohanes mengalami penglihatan di pulau Patmos.
Yohanes menulis pesan kepada tujuh jemaat di Asia Kecil.
Kepada jemaat-jemaat, Yohanes memberikan pujian atas kelebihan mereka, teguran atas kekurangan mereka, dan nasihat akan apa yang harusnya mereka lakukan:
- Jemaat di Efesus:
- Dipuji karena: tekun dan sabar menderita
- Ditegur karena: telah meninggalkan kasih yang mula-mula
- Nasihat: bertobat dan kembali pada kasih yang mula-mula
- Jemaat di Smirna:
- Dipuji karena: sabar dengan hidup yang susah dan miskin
- Nasihat: jangan takut terhadap penderitaan
- Jemaat di Pergamus:
- Dipuji karena: setia pada Yesus dalam penganiayaan
- Ditegur karena: ada orang yang sesat dan menyembah berhala
- Nasihat: bertobat
- Jemaat di Tiatira:
- Dipuji karena: kasih, iman, pelayanan, dan ketekunan
- Ditegur karena: ada orang yang sesat dan menyembah berhala
- Nasihat: jangan terpengaruh pada yang sesat dan tetap setia pada Yesus
- Jemaat di Sardis:
- Ditegur karena: sebagian besar jemaatnya hanya pura-pura dan tidak sungguh-sungguh
- Nasihat: bertobat
- Jemaat di Filadelfia:
- Dipuji karena: menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal Tuhan
- Ditegur karena: beberapa orang menjadi jemaat iblis
- Nasihat: mereka yang taat harus tetap berpegang
- Jemaat di Laodikia:
- Ditegur karena: suam-suam kuku (artinya ikut Tuhan tapi tidak semangat)
- Nasihat: bertobat
Yohanes menceritakan penglihatannya:
Penglihatan kedua puluh empat tua-tua dan keempat binatang
Ada Seorang yang duduk di atas takhta di sorga.
Dia dikelilingi dua puluh empat tua-tua dan empat makhluk.
Makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian kepada Allah, dan dua puluh empat tua-tua tersungkur di hadapan Dia yang di atas takhta, melemparkan mahkotanya dan memuji-muji Dia.
Penglihatan Kitab yang dimeterai dan Anak Domba
Di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta ada gulungan kitab yang dimeterai.
Tidak ada seorangpun di sorga dan di bumi yang dapat membukanya.
Datanglah Anak Domba, dan hanya ialah yang bisa membuka meterai kitab itu.
Dua puluh empat tua-tua dan empat makhluk pun tersungkur dan memuji-muji Anak Domba itu.
Anak Domba itu membuka meterai satu persatu dari meterai pertama hingga meterai keenam.
Ketika meterai keenam dibuka, terjadilah gempa bumi, matahari menjadi hitam, dan bulan menjadi merah bagaikan darah, bintang-bintang berjatuhan dan langit menyusut, dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)