Timotius adalah seorang muda yang merupakan murid Paulus. Paulus mengutus Timotius untuk memimpin jemaat di Efesus yang banyak terpengaruh ajaran sesat.
Paulus memberikan arahan kepada Timotius:
- Hendaklah jemaat mendoakan raja raja dan para pembesar agar kita dapat hidup dengan tenteram
- Laki laki hendaknya berdoa dengan tangan yang suci tanpa marah dan perselisihan
- Perempuan hendaknya berdandan dengan sopan dan sederhana
- Perempuan hendaknya mematuhi kaum laki laki
Sebagai pemimpin, Timotius harus memilih orang-orang yang menjadi pelayan di jemaat. Ada yang menjadi penilik jemaat, dan juga ada yang menjadi diaken. Syarat menjadi penilik jemaat dan diaken adalah: harus merupakan orang yang terhormat, dan merupakan kepala keluarga yang baik bagi isteri dan anak-anaknya.
Paulus berpesan agar Timotius melatih diri beribadah, bertekun dalam membaca dan mengajar Kitab Suci. Jangan ada seseorang yang merendahkan Timotius karena ia muda, tetapi Timotius harus selalu menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan, dan dalam kesuciannya.
Inilah pesan-pesan Paulus kepada Timotius:
Jauhilah percekcokan dan cinta uang. Tetapi kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Karena itu ingatkan orang kaya agar berbuat baik dan suka berbagi.
Jangan malu bersaksi tentang Tuhan Yesus. Sebab Yesuslah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus.
Jadilah kuat dan ikutlah menderita sebagai prajurit yang baik dari Yesus Kristus.
Ingatlah ini: Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang diberitakan dalam Injil.
Dalam menghadapi pengajar sesat, hindari perdebatan yang tidak ada gunanya.
Ketahuilah bagaimana keadaan manusia pada akhir zaman:
- Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang
- Mereka akan membual dan menyombongkan diri
- Mereka akan menjadi pemfitnah
- Mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih,
- Mereka tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, dan tidak tahu berdamai
- Mereka suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang
- Mereka tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu
- Mereka lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah
- Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya
- mengajar
- menyatakan kesalahan
- memperbaiki kelakuan
- mendidik orang dalam kebenaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar