Bangsa Mesir Dihukum dengan Tulah
Tuhan memberikan sepuluh tulah kepada bangsa Mesir:- Tulah pertama: air menjadi darah
- Tulah kedua: katak
- Tulah ketiga: nyamuk
- Tulah keempat: lalat pikat
- Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak
- Tulah keenam: barah
- Tulah ketujuh: hujan es
- Tulah kedelapan: belalang
- Tulah kesembilan: gelap gulita
- Tulah kesepuluh: anak sulung mati
Tuhan memberitahu Musa bahwa setelah tulah kesepuluh bangsa Israel akan benar-benar keluar dari Mesir.
Tulah kesepuluh adalah kematian semua anak sulung di Mesir.
Tulah kesepuluh adalah kematian semua anak sulung di Mesir.
Bangsa Israel Merayakan Paskah
Tetapi ada perintah yang harus dijalankan oleh bangsa Israel, yaitu agar mereka merayakan Paskah.Setiap keluarga harus mengambil anak domba pada hari ke-10 dan menyembelihnya pada senja hari ke-14 bulan itu. Darahnya harus dibubuhkan pada tiang pintu dan ambang atas, dan dagingnya dimakan malam itu juga bersama roti tidak beragi dan sayur pahit.
Dengan menjalankan perintah merayakan Paskah, ketika Tuhan membunuh tiap anak sulung di Mesir, Tuhan melewati setiap rumah yang bertanda darah sehingga anak sulung orang Israel tidak mati.
Bangsa Israel Keluar dari Mesir
Setelah mengalami tulah ke-10, bangsa Mesir bersedih karena semua anak sulung mereka mati.Firaun memanggil Musa dan Harun dan memerintahkan bangsa Israel untuk keluar dari Mesir.
Bangsa Israel bersiap dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati memberikan barang-barang emas dan perak pada bangsa Israel. Maka berangkatlah bangsa Israel dari Mesir setelah tinggal di sana 430 tahun lamanya.
Tuhan memberikan ketetapan bahwa anak sulung adalah milik Tuhan dan bangsa itu harus makan roti tidak beragi tujuh hari lamanya sebagai peringatan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Perayaan itu disebut sebagai: Hari Raya Roti Tidak Beragi.
Ketika pagi tiba Tuhan menyuruh Musa mengulurkan tangannya ke atas laut dan air berbalik meliputi pasukan Mesir. Ketika bangsa Israel melihat perbuatan Tuhan, mereka takut dan percaya kepada Tuhan. Musa dan orang Israel lalu menyanyikan nyanyian bagi Tuhan.
Tuhan memberikan ketetapan bahwa anak sulung adalah milik Tuhan dan bangsa itu harus makan roti tidak beragi tujuh hari lamanya sebagai peringatan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Perayaan itu disebut sebagai: Hari Raya Roti Tidak Beragi.
Bangsa Israel Menyeberangi Laut Teberau
Allah menuntun bangsa Israel, pada siang hari dalam tiang awan dan pada malam hari dalam tiang api.
Tuhan kembali mengeraskan hati Firaun sehingga ia mengejar bangsa Israel yang sedang berkemah di tepi laut bersama pasukannya. Ketika bangsa Israel melihat Firaun, mereka ketakutan dan marah kepada Musa.
Tuhan menyuruh Musa mengangkat tongkatnya dan mengulurkan tangannya ke laut, maka terbelahlah air laut itu semalam-malaman sementara tentara Mesir dihalangi oleh tiang awan Malaikat Allah.
Maka semua orang Israel berjalan di tanah kering dan air laut Teberau di kiri dan kanan sebagai tembok bagi mereka.
Tuhan menyuruh Musa mengangkat tongkatnya dan mengulurkan tangannya ke laut, maka terbelahlah air laut itu semalam-malaman sementara tentara Mesir dihalangi oleh tiang awan Malaikat Allah.
Maka semua orang Israel berjalan di tanah kering dan air laut Teberau di kiri dan kanan sebagai tembok bagi mereka.
Ketika pagi tiba Tuhan menyuruh Musa mengulurkan tangannya ke atas laut dan air berbalik meliputi pasukan Mesir. Ketika bangsa Israel melihat perbuatan Tuhan, mereka takut dan percaya kepada Tuhan. Musa dan orang Israel lalu menyanyikan nyanyian bagi Tuhan.
Bangsa Israel di Padang Gurun
Selama tiga hari bangsa Israel berjalan di padang gurun Syur tanpa air, mereka sampai di Mara tetapi airnya tidak dapat diminum karena pahit. Bangsa itu bersungut-sungut pada Musa. Musa berseru kepada Tuhan dan Tuhan menunjukkan sepotong kayu, kayu itu dilemparkan ke dalam air lalu airnya menjadi manis.
Di padang gurun Sin, bangsa Israel bersungut-sungut karena kelaparan. Tuhan menurunkan dari langit hujan roti pada waktu pagi, roti itu bernama manna. Pada waktu petang juga Tuhan mendatangkan burung puyuh untuk dimakan.
Manna hanya boleh dipungut selama enam hari karena hari ketujuh adalah hari Sabat dan bangsa itu harus beristirahat.
Manna hanya boleh dipungut selama enam hari karena hari ketujuh adalah hari Sabat dan bangsa itu harus beristirahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar