Keluarga Yakub pindah ke Mesir
Yakub dan seisi rumahnya menyambut ajakan Yusuf untuk pindah dari Kanaan ke Mesir karena kelaparan masih tersisa lima tahun lagi.Tuhan berjanji bahwa Ia akan tetap menyertai Yakub di Mesir dan suatu saat Tuhan akan membawa keturunan Yakub, yaitu bangsa Israel, kembali ke tanah Kanaan.
Yakub, anak-anaknya dan isteri-isteri mereka, semua keturunannya, dan ternak serta harta benda semuanya dibawa ke Mesir. Jumlah keluarga Yakub yang tiba di Mesir ditambah dengan keluarga Yusuf yang sudah terlebih dahulu tinggal di Mesir adalah sebanyak tujuh puluh jiwa.
Karena keluarga Yakub adalah penggembala ternak, mereka meminta izin menetap di tanah Gosyen kepada Firaun. Yakub masih hidup tujuh belas tahun lagi di tanah Gosyen.
Yakub sakit dan sebelum mati ia memberkati kedua anak Yusuf, Manasye dan Efraim.
Yakub memanggil anak-anaknya dan memberkati mereka. Setelah itu Yakub berpesan agar ia dikuburkan bersama Abraham, Sara, Ishak, Ribka, dan Lea, di gua Makhpela. Setelah itu Yakub meninggal.
Setelah selesai masa berkabung, Yusuf pergi dan menguburkan Yakub bersama saudara-saudaranya dan rombongan pegawai dan tua-tua dari Mesir.
Yusuf berjanji walaupun Yakub telah mati ia sudah mengampuni dan tidak akan membalas dendam pada saudara-saudaranya.
Yusuf dan saudara-saudaranya tetap tinggal di Mesir sampai mereka mati di sana.
Bangsa Israel ditindas di Mesir
Kira-kira empat ratus tahun setelah Yakub dan keluarganya pindah ke Mesir, orang-orang Israel beranak cucu dan bertambah banyak jumlahnya di Mesir.Raja Mesir yang baru yaitu Firaun generasi selanjutnya tidak mengenal jasa-jasa Yusuf. Ia menindas bangsa Israel dengan kerja paksa karena takut bangsa Israel makin bertambah dan mengalahkan Mesir.
Firaun juga memerintahkan agar semua anak laki-laki orang Israel dilemparkan ke dalam sungai Nil.
Musa lahir dan diselamatkan
Ada keluarga suku Lewi yang punya bayi laki-laki dan ingin menyelamatkan bayinya. Mereka membuat keranjang dan meletakkan bayinya di dalam keranjang. Keranjang itu diletakkan di sungai Nil. Kakak perempuan bayi itu disuruh mengawasi apa yang terjadi dengan bayi itu.Ternyata bayi dalam keranjang itu ditemukan oleh puteri Firaun yang hendak mandi. Kakak bayi itu menawarkan inang penyusu untuk menyusui dan mengasuh bayi itu, yang sebenarnya adalah ibu mereka sendiri. Jadi ibu bayi itu diupah puteri Firaun untuk menyusui bayi itu hingga besar.
Setelah besar, bayi itu diangkat anak oleh puteri Firaun serta dinamai Musa yang artinya "ditarik dari air".
Musa melarikan diri ke Midian
Ketika Musa berumur 40 tahun, ia keluar hendak melihat kerja paksa yang dialami bangsanya. Diam-diam ia membunuh seorang Mesir yang memukul seorang Israel. Karena ketahuan oleh Firaun, Musa melarikan diri ke tanah Midian. Ia bertemu dengan Rehuel atau Yitro, imam di Midian. Musa tinggal di rumah Yitro dan menikah dengan Zipora, anak Yitro. Musa memiliki anak bernama Gersom.
Lama sesudah itu, matilah raja Mesir. Orang Israel masih diperbudak dan mereka berseru-seru kepada Allah. Tuhan pun mendengarkan seru doa orang Israel dan mengingat janji-Nya kepada Yakub.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar