Salomo Meminta Hikmat Kepada Tuhan
Salomo hidup mengasihi Tuhan. Suatu hari ketika Salomo berada di bukit pengorbanan di Gibeon, Allah menjumpai Salomo dalam mimpi dan berkata: "Mintalah apa yang hendak kuberikan kepadamu."
Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat Israel.
Tuhan berkenan akan permintaan Salomo. Tuhan berjanji memberikan hikmat dan pengertian yang melebihi siapapun.
Tuhan juga menjanjikan kekayaan dan kemuliaan yang tidak diminta Salomo.
Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat Israel.
Tuhan berkenan akan permintaan Salomo. Tuhan berjanji memberikan hikmat dan pengertian yang melebihi siapapun.
Tuhan juga menjanjikan kekayaan dan kemuliaan yang tidak diminta Salomo.
Salomo Mendirikan Bait Suci
Salomo mendirikan Bait Suci sesuai dengan pesan Daud. Salomo mendapat kayu aras Libanon dari Huram, raja Tirus. Salomo juga mendapat bantuan seorang tenaga ahli dari negeri Tirus yang bernama Huram Abi.
Salomo mempekerjakan 153.600 orang asing untuk membangun Bait Suci.
Rumah Tuhan didirikan di gunung Moria yaitu di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus sesuai perkataan Daud.
Bait Suci memiliki panjang 60 hasta dan lebar 20 hasta.
Bait Suci dibangun selama 7 tahun lamanya.
Pentahbisan Bait Suci
Kemudian tabut perjanjian dipindahkan ke Bait Suci, yaitu di dalam ruang maha kudus. Ketika para pemain musik dan penyanyi memuji Tuhan, kemuliaan Tuhan nampak dalam rupa awan yang memenuhi rumah Allah itu.
Salomo berdoa agar melalui rumah Tuhan, Tuhan berkenan mendengarkan doa dari umat Israel. Tuhan menjawab dengan api yang turun dari langit dan membakar korban bakaran dan korban sembelihan.
Malam harinya Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dan berjanji bahwa Tuhan akan selalu mendengar doa umat-Nya yang dipanjatkan dari rumah Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar