Amsal 10-22 merupakan kumpulan amsal-amsal Salomo. Tujuan dari amsal ini adalah untuk mendorong pembacanya agar hidup dengan benar.
Kita harus menjadi orang bijak, dan jangan menjadi orang bebal.
- Orang bijak senang menerima pengajaran dan nasihat, tetapi orang bebal mengabaikan pengajaran dan nasihat (10:8;12:15; 13:1; 21:11; 24:6)
- Orang bijak menyukai disiplin, tetapi orang bebal membenci teguran (12:1)
- Orang bijak akan dihormati, tetapi orang bebal berakhir miskin dan hina (13:18)
Menjadi orang bijak dapat ditunjukkan salah satunya dari cara kita mengelola uang. Orang yang bijak akan:
- Bermurah hati dalam memberi dan menolong orang miskin (11:24-26; 19:17; 21:23; 22:9)
- Tidak menerima suap (17:23)
- Menabung untuk masa depan (21:20)
- Berhati-hati dalam berutang (22:7)
Selain itu, penting juga untuk kita memilih menjalankan sikap hidup yang benar, yaitu:
- Kerendahan hati, dan bukan kesombongan
- Kerajinan, dan bukan kemalasan
- Kejujuran, dan bukan kebohongan, tipu, atau pengkhianatan
Kitab Amsal juga bercerita tentang Allah. Dalam kitab Amsal diajarkan bahwa:
- Allah mengetahui semua yang terjadi, termasuk isi hati semua orang (15:3; 15:11; 16:2; 21:2)
- Allah mengendalikan segala sesuatu (16:33; 21:30)
- Allah adalah tempat perlindungan yang aman dan menyelamatkan orang yang baik dari bahaya (11:8; 18:10; 21)
- Allah berkenan mendengarkan doa-doa orang benar (15:8, 29)
Karena itu respon kita seharusnya adalah:
- Takut dan menghormati Allah (10:27; 14:26, 27; 15:16; 16:6; 19:23; 28:14)
- Menaati firman Allah (13:13; 19:16)
- Menyenangkan Allah dengan melakukan apa yang benar dan adil (21:3)
- Percaya kepada Allah (22:17-19; 29:25)
Orang yang takut akan Tuhan disebut sebagai orang benar. Hidup orang benar disukai oleh Allah, dipenuhi berkat, dan penuh harapan. Sementara itu orang yang tidak takut akan Tuhan disebut orang fasik. Hidup orang fasik dibenci Allah, diselimuti kekerasan, dan penuh rasa takut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar