Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa di Yehuda, tetapi ia bernubuat tentang kerajaan Israel Utara. Amos melayani pada masa Raja Yerobeam II di Israel.
Amos memberitakan tentang penghukuman Tuhan kepada bangsa-bangsa tetangga Israel yaitu: Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, bani Amon, dan Moab, karena kejahatan dan kekejaman mereka demi menguasai musuhnya. Allah juga akan menghukum bangsa Yehuda karena mereka telah menolak hukum Tuhan.Bangsa Israel sendiri juga akan menerima hukuman karena mereka menindas orang miskin dan lemah, melanggar kekudusan hidup, tidak menghormati peribadatan kepada Allah, menyembah berhala, dan menolak pelayanan nabi-nabi. Sekalipun bangsa Israel beribadah dan mempersembahkan korban kepada Tuhan, hati mereka tidak sungguh-sungguh dan mereka tidak hidup dalam keadilan dan kebenaran.
Allah akan membangkitkan suatu bangsa yang melawan Israel sehingga kerajaan Israel akan runtuh sebagai akibat segala kejahatan mereka. Meskipun begitu Amos tetap mengingatkan bangsa Israel untuk bertobat dan mencari Tuhan.
Karena perkataannya yang keras, Amos diusir oleh Amazia, imam di Betel. Amazia menyuruh Amos pulang saja ke tempat asalnya di Yehuda dan jangan lagi memberitakan hal yang buruk tentang Israel. Amos menjawab ia tetap akan memberitakan firman Tuhan karena itu adalah perintah Tuhan.
Amos menyatakan sikap Allah yang tegas terhadap kejahatan, tetapi di sisi lain Allah juga tetap mengasihi dan akan memulihkan umat-Nya.
Amos menyampaikan penglihatannya yang berisi hukuman Allah kepada Israel yaitu: serangan belalang dan api yang panas yang akan membuat negeri itu kelaparan. Kedua hukuman itu sempat ditunda karena doa syafaat Amos.
Tetapi Amos mendapat penglihatan lagi yaitu tali sipat yang berfungsi untuk menguji apakah sebuah bangunan lurus atau tidak. Allah menilai bahwa Israel sudah tidak lurus lagi dan layak untuk dihukum.
Penglihatan berikutnya yaitu bakul yang berisi buah-buahan musim kemarau yang dikatakan sudah matang dan akhirnya sudah kelihatan. Artinya, Tuhan sudah memutuskan untuk tidak memaafkan bangsa Israel. Allah akan membuat matahari menjadi gelap dan membuat bangsa itu meratap dalam penderitaan. Mereka akan mengalami kelaparan akan firman sebab Allah tidak akan menurunkan firman-Nya lagi pada mereka.
Amos juga melihat Tuhan berdiri dekat mezbah tempat bangsa Israel melakukan penyembahan yang tidak benar. Tuhan memerintahkan tempat itu untuk diruntuhkan. Arti penglihatan itu, Tuhan akan membinasakan Israel dengan hukuman yang dahsyat.
Meskipun semua hukuman yang dahsyat itu akan terjadi, tetap ada pengharapan karena Allah tetap mengasihi dan berjanji akan memulihkan umat-Nya. Akan tiba saatnya bahwa pondok Daud akan dibangun kembali. Melalui kerajaan Israel yang baru ini, semua bangsa akan tergabung sebagai kepunyaan Allah. Kerajaan Israel akan dibangun kembali dan kebun-kebunnya akan kembali ditanami. Mereka akan hidup dalam berkat Allah yang melimpah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar