Allah menyuruh Yunus menyampaikan firman Allah kepada Niniwe, kota di Asyur. Asyur adalah musuh bangsa Israel.
Yunus bersiap untuk lari dari Tuhan. Ia pergi ke Yafo dan menaiki kapal yang menuju ke Tarsis.
Tuhan membuat kapal Yunus terkena badai besar. Awak kapal menjadi takut dan masing-masing berteriak kepada allah yang mereka sembah. Mereka juga membuang muatan kapal ke laut supaya kapal menjadi lebih ringan. Tetapi Yunus ada di ruang kapal paling bawah dan tidur dengan nyenyak.
Nahkoda membangunkan Yunus dan menyuruh Yunus juga berdoa kepada Allah yang disembah Yunus.
Setelah itu orang-orang yang ada di kapal memutuskan untuk membuang undi supaya mereka tahu karena siapa mereka ditimpa malapetaka itu. Ternyata Yunus yang kena undi. Orang-orang pun yakin Yunus adalah penyebab kapal itu terkena badai. Mereka menanyai siapa Yunus sebenarnya.
Yunus memberitahu mereka bahwa ia takut akan Tuhan Allah pencipta langit dan bumi, dan saat ini ia sedang lari jauh dari hadapan Tuhan.
Yunus meminta orang-orang di kapal untuk melempar dirinya ke laut, maka badai di laut itu akan reda.
Karena segala usaha telah dilakukan dan tidak ada pilihan lagi, mereka pun melempar Yunus ke laut. Dan badai itupun berhenti.
Atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar menelan Yunus, dan Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya.
Di dalam perut ikan, Yunus menaikkan doa ucapan syukur pada Tuhan karena ia telah merasakan keselamatan yang dari Tuhan.
Tuhan berfirman pada ikan dan ikan memuntahkan Yunus ke darat. Tuhan menyuruh Yunus sekali lagi untuk menyampaikan seruan yang difirmankan Tuhan.
Yunus pun pergi ke Niniwe dan berseru: “40 hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan!”
Ternyata orang-orang Niniwe percaya kepada Allah, mereka berpuasa dan mengenakan kain kabung. Mereka juga diperintahkan oleh raja dan para pembesar untuk berseru kepada Allah dan bertobat dari kejahatan yang mereka lakukan. Mereka berharap dengan demikian Allah tidak akan marah lagi pada mereka.
Ketika Allah melihat respon warga kota Niniwe yang berbalik dari kejahatan mereka, Allah menyesal dan tidak jadi menghukum Niniwe.
Melihat bangsa yang dibencinya tidak jadi dihukum, Yunus sangat marah. Ternyata alasan Yunus lari adalah karena ia sudah tahu, bahwa Allah itu penuh kasih dan panjang sabar sampai-sampai penghukuman yang seharusnya terjadi bisa dibatalkan oleh Allah.
Tetapi Tuhan Allah menyadarkan pikiran Yunus bahwa Allah mengasihi semua bangsa dengan perantaraan sebatang pohon jarak. Tuhan menumbuhkan pohon jarak untuk menaungi Yunus tetapi besoknya Tuhan membuat pohon jarak itu layu karena ulat. Yunus marah karena ia mengasihi pohon itu. Allah bertanya jika Yunus sayang pada pohon jarak yang bukan tumbuh dari hasil usahanya dan hanya hidup satu hari, bagaimana mungkin Allah tidak sayang pada Niniwe, suatu kota yang besar dengan banyak orang-orangnya, yang tidak mengerti membedakan yang benar dan yang salah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar