Sabtu, 31 Juli 2021

#103 Maleakhi Menyampaikan Teguran Kepada Bangsa Yehuda (Maleakhi 1-4)

Setelah pulang dari Babel dan membangun kembali bait suci dan tembok Yerusalem, bangsa Yehuda mengira bahwa mereka akan segera hidup bahagia sesuai janji Allah. Namun ternyata bangsa Yehuda generasi baru ini juga tidak sungguh-sungguh taat kepada Allah. Akan tetapi mereka tidak sadar akan hal itu, sehingga ketika mereka hidup dalam keadaan yang susah mereka menyalahkan Allah.

Melalui nabi Maleakhi, Allah mengingatkan cinta-Nya yang begitu besar kepada umat-Nya, dimana Ia memilih bangsa Israel dari keturunan Yakub hanya oleh karena kasih karunia-Nya. Tetapi sebagai balasannya bangsa Yehuda malah menghina nama Tuhan.

Mendengar itu bangsa Yehuda membela diri karena merasa sudah beribadah dan mempersembahkan korban. Tetapi Maleakhi menyampaikan bahwa mereka melakukannya tidak dengan hormat, sehingga mereka mempersembahkan korban yang cacat dan bukan yang terbaik. Ditambah lagi para imam yang seharusnya memberi pengajaran malah tidak menjadi contoh. Tuhan juga marah atas perbuatan mereka yang tidak setia pada isteri masa muda mereka dan malah menikah dengan perempuan asing yang menyembah berhala.

Bangsa Yehuda lalu menuduh Allah sendiri berkenan pada kejahatan, karena mereka merasa orang yang berbuat jahat juga tidak pernah dihukum. Maleakhi menyampaikan bahwa hari Tuhan akan datang, dimana orang yang jahat akan seperti jerami dan terbakar, sedangkan mereka yang takut akan Tuhan, sebuah kitab peringatan akan ditulis bagi mereka, mereka akan menjadi kesayangan Tuhan, dan akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan bagi mereka. Karena itu Maleakhi mengajak bangsa itu untuk mengingat kembali Taurat yang diberikan Allah pada Musa. Salah satu caranya adalah dengan kembali membayar perpuluhan sesuai dengan perintah Tuhan.

Maleakhi juga mengingatkan janji Tuhan mengenai Utusan Perjanjian yang datang untuk menyucikan umat manusia, pasti akan digenapi. Selain itu Allah juga akan mengirim seorang utusan yang akan mempersiapkan jalan bagi-Nya, yang disebut sebagai nabi Elia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar