Sabtu, 25 September 2021

#112 Yesus di Yerusalem (Yohanes 2-3)

Yesus Menyucikan Bait Allah

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus pergi ke Yerusalem.

Dalam Bait Suci Yesus melihat ada para pedagang lembu, kambing domba dan merpati. Juga ada penukar-penukar uang yang duduk di situ.
Lalu Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci. Yesus juga menghamburkan uang penukar-penukar ke tanah dan membalikkan meja-meja mereka.

Yesus berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." 

Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

Tetapi yang dimaksud Yesus dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri, karena nantinya Ia akan mati disalib lalu bangkit kembali setelah tiga hari. 

Dan sementara Yesus di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang yang jadi percaya kepada Yesus, karena melihat tanda-tanda Mujizat yang diadakan-Nya.


Yesus Berbicara Dengan Nikodemus

Ada seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 
Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Guru, kami tahu, bahwa Engkau diutus oleh Allah; sebab tidak mungkin orang mengadakan tanda-tanda mujizat seperti yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 

Yesus menjawab: "Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Nikodemus pun menjadi bingung: "Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Apakah ia bisa masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Yesus menjelaskan yang dimaksud lahir kembali bukanlah lahir kembali secara fisik sebagai bayi, melainkan secara Roh. 

Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimana mungkin hal itu terjadi?" 

Yesus menjawab bahwa hal itu mungkin karena ada satu-satunya orang yang berasal dari surga, yaitu Anak Manusia, yaitu Anak Allah sendiri yang diutus untuk menyelamatkan dunia. Anak Manusia harus ditinggikan supaya semua orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal. Orang yang percaya kepada Anak Manusia akan hidup dalam terang dan melakukan perbuatan-perbuatan yang berkenan kepada Allah, berbeda dengan orang-orang yang lebih menyukai kegelapan yang akan menerima hukuman menurut perbuatan mereka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar