Ketika Yesus melihat orang banyak, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka.
Yesus menyampaikan ucapan bahagia yang merupakan nasihat tentang arti kebahagiaan sejati, yaitu berbahagia dalam situasi apapun karena ada pengharapan di dalam Tuhan.
Yesus berkata: kamu adalah terang dan garam dunia, hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa di surga.
Yesus menegaskan bahwa Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat yang selama ini ditaati bangsa Israel. Bahkan Yesus mengajarkan bagaimana cara menaati hukum Taurat secara sempurna, yang jauh lebih tinggi dari standar ketaatan yang mereka ketahui selama ini dengan berkata:
Setiap orang yang marah dan tidak mau berdamai dengan saudaranya, ia harus dihukum. Setiap orang yang menginginkan seorang wanita yang bukan istrinya, atau menceraikan istrinya, ia sudah melanggar kesucian pernikahan. Jangan melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, dan berilah kepada orang yang meminta kepadamu. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu di sorga adalah sempurna.
Yesus juga berkata: ketika kamu menolong orang, berdoa, ataupun berpuasa, jangan di hadapan orang supaya dilihat mereka, tetapi lakukan dengan tersembunyi supaya kamu menerima upah dari Bapa di surga. Jangan mengumpulkan harta di bumi, tetapi kumpulkanlah harta di surga.
Jangan kuatir akan hidupmu, sedangkan burung di langit dan bunga di ladang dipelihara oleh Allah. Tetapi carilah dahulu kerajaan Tuhan dan kebenaran maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.
Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Waspadalah terhadap pengajaran sesat, karena orang yang akan masuk ke kerajaan surga adalah orang yang benar-benar melakukan kehendak Bapa.
Setiap orang yang mendengarkan perkataan ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu, sehingga tidak goyah diterpa banjir dan angin.
Setelah Yesus mengakhiri pengajaran-Nya, orang banyak takjub karena ajaran Yesus disampaikan dengan penuh kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar