Rabu, 23 Maret 2022

[5] Menara Babel (Kejadian 11)

Keturunan Nuh terus bertambah jumlahnya. Mereka berpindah ke timur dan menemukan tanah datar di tanah Sinear, lalu menetap di sana. Saat itu seluruh bumi hanya memiliki satu bahasa dan satu logat sehingga semua manusia bisa berbicara satu sama lain dengan mudah. 

Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu mereka membangun dengan menggunakan batu bata dan untuk merekatkannya mereka menggunakan tér gala-gala sebagai tanah liat.

Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu. 

Tuhan melihat bahwa maksud hati manusia adalah mereka ingin menunjukkan kehebatan mereka dan dengan begitu mereka tidak perlu lagi mengandalkan Tuhan.

Berfirmanlah Tuhan: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."

Lalu Tuhan membuat orang-orang berbicara dengan bahasa yang berbeda-beda sehingga komunikasi mereka kacau. Akibatnya rencana mereka pun gagal karena mereka tidak bisa bekerja sama. Mereka berhenti mendirikan kota itu dan tidak bisa lagi hidup mengumpul hanya di satu daerah. TUHAN membuat mereka berpencar ke seluruh bumi.

Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar