Rabu, 28 Desember 2022

#171 Pengajaran Tentang Kekayaan (Lukas 16)

Perumpamaan Tentang Bendahara yang Tidak Jujur

Yesus menceritakan sebuah perumpamaan: "Ada seorang kaya yang memiliki seorang bendahara yang bertugas mengelola hartanya. Orang kaya ini mendapat laporan bahwa bendaharanya telah memboroskan hartanya. 
Maka orang kaya itu memanggil bendaharanya dan mengatakan, "Buatlah pertanggungan jawab atas urusanmu, karena engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara."
Bendahara itu tahu ia akan dipecat, sedangkan ia tidak punya pilihan mencari pekerjaan lain. Maka bendahara itu mencari akal, bagaimana caranya supaya ada orang-orang yang mau menolongnya setelah ia dipecat?
Jadi bendahara itu memanggil satu persatu orang yang berhutang pada tuannya. Kata bedahara kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu kata bendahara kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
Kemudian bendahara berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Karena perbuatan bendahara itu, orang-orang yang berhutang menjadi senang karena jumlah yang harus mereka bayar menjadi berkurang. Mereka pun menghargai  bendahara itu sebagai orang yang berjasa, sehingga bendahara berharap mereka akan mau menolongnya setelah ia tidak memiliki pekerjaan.
Melihat hal itu, tuannya pun memuji si bendahara karena ia bertindak cerdik."

Yesus menggambarkan bahwa orang-orang dunia yang masih hidup dalam dosa saja bisa memanfaatkan uang dengan lebih cerdik daripada orang-orang yang mengaku hidup dalam hukum Tuhan. Meskipun bukan didasari karena kasih yang tulus dan tidak dilakukan dengan cara yang benar, orang-orang dunia masih mau berbagi kepada sesama untuk berjaga kalau-kalau di masa depan mereka tidak bisa lagi menggunakan uang sesuka hati.
Harusnya anak-anak Tuhan lebih mau lagi untuk berbagi, karena anak-anak Tuhan tahu bahwa uang mereka adalah pemberian Bapa di sorga. Anak-anak Tuhan juga sudah menerima perintah Tuhan untuk mengasihi, dan anak-anak Tuhan juga tahu bahwa suatu saat dunia ini akan ditinggalkan dan di kerajaan sorga uang tidak berlaku lagi.

Karena itu Yesus berpesan: "Manfaatkanlah uang dan harta untuk menguntungkan orang lain dan mengikat persahabatan. Supaya ketika harta tidak bisa kamu gunakan lagi, kamu akan diterima di rumah abadi."

Setia dalam Perkara Kecil

Yesus berkata juga: "Kalau kamu setia dalam perkara kecil, maka kamu juga akan setia dalam perkara besar. Kalau kamu tidak bisa dipercaya dalam hal harta duniawi, bagaimana mungkin kamu dipercaya menerima harta di surga? Seseorang tidak bisa mengabdi pada dua tuan. Kamu tidak bisa melayani Allah dan sekaligus menjadi hamba uang."

Orang-orang Farisi yang mencintai uang mendengar hal itu dan mengejek ajaran Yesus. 

Tetapi Yesus menegur mereka, kata-Nya: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah."

Perumpamaan tentang Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin

Yesus menceritakan juga perumpamaan ini: "Ada seorang kaya yang selalu bersukaria dan hidup dalam kemewahan.
Di dekat pintu rumahnya ada seorang pengemis bernama Lazarus yang badannya penuh dengan luka borok. 
Ketika Lazarus berharap ia bisa menghilangkan rasa laparnya dengan sisa-sisa makanan dari meja orang kaya itu, anjing-anjing malah datang dan menjilat luka boroknya.

Kemudian matilah Lazarus yang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke surga.
Orang kaya itu juga mati. Tidak seperti Lazarus, setelah mati orang kaya itu menderita sengsara di neraka.
Ketika orang kaya itu memandang ke atas, dari jauh ia melihat Lazarus duduk di pangkuan Bapa Abraham. 

Lalu orang kaya itu berseru, katanya: 'Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia memberi aku minum, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.' 

Tetapi Abraham berkata: 'Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang wajar saja ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Selain itu, di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tidak bisa diseberangi. Kami tidak akan bisa ke sana, dan kamu tidak akan bisa ke sini.'

Kata orang kaya itu: 'Kalau begitu, tolong suruh Lazarus ke rumah ayahku,
sebab masih ada lima orang saudaraku. Biarlah Lazarus mengingatkan mereka, agar mereka jangan masuk ke dalam tempat penderitaan ini.'

Tetapi kata Abraham: 'Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi. Mereka bisa mendengarkan kesaksian itu.'

Jawab orang itu: 'Tidak, Bapa Abraham! Tetapi jika ada seorang dari antara orang mati datang kepada mereka, mereka akan bertobat.'

Kata Abraham kepadanya: 'Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka juga tidak akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.' "

Melalu perumpamaan ini, Yesus menegur orang-orang Farisi yang mengumpulkan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri dan berpikir karena mereka kaya artinya Tuhan berkenan kepada mereka. Yesus menegaskan sekalipun seseorang itu kaya di mata dunia, kalau ia egois dan menolak pengajaran Tuhan, ia akan tetap menerima hukumannya setelah ia mati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar