Senin, 13 Februari 2023

[10] Ishak Menikah dengan Ribka (Kejadian 23-24)

Sara, istri Abraham, meninggal di usia 127 tahun.

Abraham dan Ishak merasa sedih setelah Sara meninggal.

Sekarang Abraham telah tua dan diberkati TUHAN dalam segala hal.

Abraham memiliki hamba yang paling tua dan dipercaya. Ia berkata pada hambanya: "Jangan mengambil istri bagi Ishak dari perempuan Kanaan dimana aku tinggal. Pergilah ke negeriku, kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak."

Jawab hamba Abraham: "Kalau perempuan itu tidak mau ikut ke negeri ini; haruskah aku membawa Ishak kembali ke negeri tuanku berasal?"

Abraham berkata: "Awas, jangan kaubawa Ishak kembali ke sana karena Allah telah memberi tanah ini kepada keturunanku. Allah yang akan mengutus malaikat-Nya, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku."

Lalu hamba Abraham berangkat ke Aram-Mesopotamia, kota Nahor, dengan membawa sepuluh ekor unta dan berbagai-bagai barang berharga.

Sesampainya di sana, hamba Abraham berhenti di luar kota dekat suatu sumur. 

Ia berkata kepada Tuhan: "Allah tuanku Abraham, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. Kiranya terjadilah seperti ini: ketika aku berkata kepada seorang anak gadis: 'Tolong berikan aku minum' dan kalau dia menjawab: 'Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum' -- maka dialah yang Kautentukan menjadi istri Ishak."

Lalu datanglah Ribka, anak perempuan dari Betuel, yang masih bersaudara dengan Abraham, ia adalah gadis yang sangat cantik.

Ribka turun ke mata air itu untuk menimba air. Setelah mengisi buyungnya, ia kembali naik. Maka berlarilah hamba Abraham kepada Ribka serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."

Jawab Ribka: "Minumlah, tuan," maka Ribka memberi hamba Abraham itu minum. Lalu ia berkata: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum."

Kemudian Ribka menimba air lagi dan memberi minum semua unta hamba Abraham.

Setelah unta-unta yang dibawa hamba Abraham puas minum, maka hamba Abraham memberi perhiasan kepada Ribka sebagai hadiah. Ia pun bertanya: "Anak siapakah engkau? Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?"

Jawab Ribka: "Ayahku Betuel, kakekku Nahor dan nenekku Milka. Jerami dan makanan unta ada banyak pada kami, tempat bermalam pun ada."

Lalu berlututlah hamba Abraham itu dan sujud menyembah TUHAN.

Ribka pulang dan menceritakan kejadian itu ke rumah ibunya. Ribka mempunyai saudara laki-laki, namanya Laban. Laban datang menyambut rombongan hamba Abraham dan berkata: "Marilah, telah kusediakan rumah bagimu, dan juga tempat untuk unta-untamu."

Masuklah hamba Abraham ke dalam rumah. Tetapi ketika dihidangkan makanan, berkatalah hamba Abraham: "Aku tidak akan makan sebelum kusampaikan pesan yang kubawa ini." Jawab Laban: "Silakan!"

Lalu berkatalah hamba Abraham: "Aku ini hamba Abraham. TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya. Ia memiliki anak bernama Ishak yang akan mewarisi semua hartanya.

Aku disuruh oleh tuanku pergi ke negeri ini untuk mencari istri bagi Ishak.

Lalu aku pergi dan sesampainya di mata air tadi aku berdoa kepada Allah untuk memberikan tanda petunjuk bila ada seorang gadis yang Tuhan tentukan menjadi istri Ishak. Lalu Ribka datang, dan apa yang terjadi adalah tepat seperti tanda dan petunjuk yang kuminta kepada Tuhan.

Jadi sekarang, beritahukanlah kepadaku, apakah kamu mau menerima ini atau tidak."

Lalu Laban dan Betuel menjawab: "Semuanya ini datangnya dari TUHAN. Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN."

Mendengar perkataan mereka, sujudlah hamba Abraham sampai ke tanah menyembah TUHAN. Ia juga memberikan banyak hadiah kepada Ribka dan keluarganya.

Keesokkan paginya, hamba itu minta izin pulang. Tetapi keluarga Ribka masih mau menahan Ribka untuk jangan pergi dulu. 

Hamba Abraham berkata: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil.

Maka keluarga Ribka bertanya lagi pada Ribka: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawab Ribka: "Mau."

Maka mereka membiarkan Ribka pergi bersama rombongan hamba Abraham itu. Sebelum pergi, saudara-saudara Ribka juga memberkati Ribka.

Demikianlah mereka berjalan pulang. 

Akhirnya Ishak bertemu dengan Ribka dan hamba Abraham menceritakan kepada Ishak segala sesuatu yang terjadi.

Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintai Ribka dan dengan demikian Ishak mendapat penghiburan setelah ibunya meninggal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar