Sabtu, 18 Maret 2023

#182 Yesus Kecewa dengan Ibadah yang Tidak Sungguh-sungguh (Matius 21, Markus 11, Lukas 19)

Yesus Menangisi Yerusalem

Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Yesus menangisi kota itu.

Yesus berkata: "Betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!

Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengepung engkau, dan membinasakan engkau pada tembokmu, dan tidak membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain,

karena engkau tidak mengetahui saatnya, bilamana Allah melawat engkau."

Yesus berkata seperti itu karena Yesus tahu hal buruk yang akan segera menimpa kota Yerusalem. 

Kota Yerusalem merupakan tempat berdirinya bait suci yang menjadi kesombongan orang-orang Yahudi yang menjunjung tinggi ibadah keagamaan. Tetapi para pemimpin Yahudi justru menolak Yesus, raja yang telah dijanjikan oleh Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman atas dosa mereka. Oleh karena itu Yerusalem akan dihukum, kotanya akan hancur dan banyak penduduknya akan binasa.


Yesus Mengutuk Pohon Ara

Sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dari jauh Yesus melihat pohon ara yang sudah berdaun. Yesus mendekatinya untuk melihat apakah ada buah pada pohon itu. Tetapi waktu Yesus sudah sampai di pohon itu, Yesus tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Maka kata Yesus kepada pohon itu: "Kau tak akan berbuah lagi selama-lamanya!"

Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.

Maka Petrus berkata: "Guru, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."

Lalu Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Melalui peristiwa ini juga, Yesus menunjukkan pada para murid bahwa pohon yang terlihat subur bisa saja ternyata tidak berbuah sehingga tidak ada gunanya. Demikian juga dengan hidup orang-orang yang menjalankan ibadah agama hanya untuk penampilan saja, tanpa hati yang mengasihi Allah dan hidup yang menunjukkan kasih kepada sesama manusia, pada akhirnya mereka akan dibuang oleh Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar