Ketika Yesus mengajar di Bait Allah dan orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada orang-orang Farisi itu: "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?"
Orang Farisi yang rajin mempelajari kitab suci tentu tahu bahwa menurut nubuat para nabi di perjanjian lama, Mesias adalah keturunan dari raja Daud.
Maka jawab orang-orang Farisi itu kepada Yesus: "Anak Daud."
Lalu kata Yesus: "Jika Mesias adalah anak Daud, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Mesias sebagai Tuannya?"
Yesus merujuk pada kitab Mazmur 110 ayat 1 yang berisi mazmur Daud dan disana Mesias dipanggil Daud sebagai sebagai "Tuanku".
Yesus bertanya: "Jika Daud menyebut Mesias sebagai Tuannya, bagaimana mungkin Mesias menjadi anaknya juga?"
Melalui pertanyaan ini, Yesus bermaksud menantang orang Farisi yang membuat bayangan mereka sendiri tentang Mesias. Orang Farisi berpikir karena Mesias adalah anak Daud, maka sosok Mesias haruslah seseorang yang akan mewarisi dan memimpin kerajaan Israel secara duniawi.
Tetapi melalui ayat yang digunakan Yesus ditunjukkan, meskipun Mesias lahir ke dunia sebagai keturunan biologis raja Daud, Mesias itu lebih berkuasa daripada Daud karena Ia adalah Tuhan sendiri, dan tentunya kerajaan-Nya bukan hanya negara duniawi melainkan kerajaan sorga.
Mendengar pertanyaan Yesus, tidak ada seorangpun yang dapat menjawab Yesus, dan tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar