Sabtu, 01 Juli 2023

#195 Berjaga-jaga Menanti Kedatangan Yesus (Matius 24-25, Markus 13, Lukas 21)

Yesus mengumpamakan orang yang menunggu kedatangan-Nya kembali seperti hamba yang diberi tugas oleh tuannya, lalu tuannya itu pergi jauh.

Jika hamba itu setia, bijaksana dan melakukan tugasnya, ketika tuannya tiba-tiba datang dan melihatnya bekerja, maka tuannya akan senang dan mengangkat jabatan hamba itu.

Tapi jika hamba itu tidak setia, ketika tuannya datang tiba-tiba dan mendapati kejahatan hambanya, maka tuannya akan menghukum hamba itu.


Orang-orang yang menunggu kedatangan Yesus kembali, juga sama seperti sepuluh gadis pendamping pengantin yang membawa pelita untuk menyongsong mempelai laki-laki.

Ada lima gadis yang bodoh yang membawa pelita tapi tidak membawa minyak cadangan, sedangkan lima gadis lainnya adalah gadis bijaksana yang membawa pelita dan juga sudah mempersiapkan minyak dalam buli-buli mereka.

Karena mempelai lama tidak datang-datang, mereka semua tertidur. Tiba-tiba pada tengah malam mempelai datang.

Gadis-gadis bijaksana langsung menyongsong mempelai itu dan ikut ke perjamuan kawin karena mereka masih punya minyak untuk menyalakan pelita mereka.

Sementara itu, gadis-gadis bodoh terlambat masuk ke pesta karena selagi mereka pergi membeli minyak untuk menyalakan pelita mereka, pintu ruang perjamuan sudah ditutup.


Yesus juga memberikan suatu perumpamaan lain untuk menggambarkan bagaimana sikap orang percaya ketika menunggu kedatangan-Nya.

Dalam perumpamaan itu, ada seorang tuan yang mau pergi ke luar negeri lalu ia mempercayakan hartanya kepada tiga hambanya.

Hamba pertama diberikan lima talenta, hamba kedua dua talenta, dan hamba ketiga satu talenta. 

Hamba yang pertama dan yang kedua mengembangkan harta tuannya dengan baik, sehingga hamba pertama mendapat untung lima talenta dan yang kedua mendapat untung dua talenta.

Tetapi hamba yang ketiga malah menggali lubang dan menyembunyikan harta tuannya karena ia merasa tuannya kejam dan seenaknya saja ingin mengambil hasil usaha orang lain.

Ketika tuan mereka pulang, ia senang mendengar hasil pertanggungjawaban hamba yang pertama dan kedua lalu memuji mereka karena sudah bertindak baik dan setia. Mereka juga akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar.

Tetapi setelah mendengar jawaban hamba yang ketiga dan mengetahui bahwa hamba ketiga tidak berusaha mengembangkan harta yang dipercayakan padanya sama sekali, tuan itu marah dan menghukum hambanya yang jahat dan malas itu.


Maksud Yesus dari tiga perumpamaan itu, murid-murid-Nya harus seperti hamba yang baik, gadis-gadis bijaksana, dan juga hamba yang menghasilkan untung lima dan dua talenta. Murid-murid Yesus harus siap sedia kapanpun Yesus akan datang kembali, sambil giat bekerja mengerjakan perintah-perintah Tuhan. 


Yesus juga menggambarkan bahwa ketika Yesus datang kembali dalam kemuliaan-Nya, Ia akan bersemayan di atas tahta-Nya sebagai Raja. Setelah itu, penghakiman terakhir akan dijalankan. Semua bangsa akan dikumpulkan dan dipisahkan seorang demi seorang, seperti gembala yang memisahkan domba dari kambing. Para domba akan ditempatkan di sebelah kanan Raja itu, dan para kambing di sebelah kiri-Nya.

Raja itu akan memerintahkan orang-orang di sebelah kanan-Nya untuk masuk ke Kerajaan Allah dan mendapat hidup kekal, dengan mengatakan alasannya: "ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan, ketika Aku haus, kamu memberi aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan, ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian, ketika Aku sakit, kamu melawat Aku, ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku."

Maka orang-orang benar di sebelah kanan-Nya akan bertanya: "kapan kami melakukan semua itu untuk Engkau?"

Dan Raja itu akan menjawab mereka: "sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk aku."

Sebaliknya, sang Raja akan memerintahkan orang-orang di sebelah kiri-Nya, yang selama hidupnya jahat dan tidak mengasihi orang-orang yang hina, supaya mereka dimasukkan ke tempat siksaan yang kekal.

Maksud Yesus adalah sikap seseorang selama di dunia terhadap orang lain, apalagi terhadap orang yang hina, juga menentukan apakah mereka akan selamat atau malah dihukum.

Karena, ketika kita melakukan sesuatu kepada orang lain, mau itu hal yang baik ataupun hal yang buruk, kita juga sedang melakukannya untuk Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar