Ketika Yesus sedang makan perjamuan Paskah bersama dengan murid-murid-Nya, Yesus berkata: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum aku menderita. Sebab Aku tidak akan memakannya lagi sampai makna dari Paskah ini tergenapi dalam Kerajaan Allah."
Yesus sudah tahu bahwa sebentar lagi Ia akan mati disalibkan untuk menebus dosa manusia. Yesus tahu bahwa pengorbanan dan kebangkitan-Nya akan menggenapi makna Paskah. Sebelumnya orang Yahudi hanya mengenal Paskah sebagai terbebasnya bangsa Israel dari bangsa Mesir, tetapi setelah Yesus mati, Paskah akan berarti terbebasnya semua manusia dari dosa dan hukuman maut.
Lalu Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."
Sesudah itu Yesus mengambil cawan, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
Sejak hari itu, makan roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus menjadi peringatan bahwa Yesus sudah mati di kayu salib dan bangkit kembali, supaya manusia mendapat keselamatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar