Pada hari Pentakosta, murid-murid Yesus yang dipenuhi Roh Kudus berbicara dalam berbagai bahasa tentang perbuatan besar yang dilakukan Allah. Tetapi ada sebagian orang yang menyaksikan itu, menyindir bahwa murid-murid Yesus hanya sedang mabuk saja.
"Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem,
kami tidak mabuk seperti yang kamu sangka,
tetapi inilah penggenapan firman Allah yang dahulu dinubuatkan nabi Yoël:
Bahwa Roh Allah akan dicurahkan pada hamba-hamba Allah sehingga mereka dapat bernubuat dan melakukan mujizat.
Hari Tuhan akan datang dengan tanda-tanda yang dahsyat, tetapi barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."
Lalu Petrus melanjutkan khotbahnya tentang Yesus:
"Hai orang-orang Israel,
Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan berbagai tanda dan mujizat.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah mati kamu salibkan.
Tetapi Allah membangkitkan Yesus karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Hal ini sesuai dengan nubuat Daud, bapa bangsa kita, yang menerima janji Allah bahwa seorang dari keturunannya akan duduk di atas takhtanya.
Daud telah bernubuat bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. (Mazmur 16)
Yesus inilah yang telah dibangkitkan Allah, dan kami adalah saksi dari hal itu.
Jadi Yesus yang kamu salibkan, adalah Tuhan dan Kristus, Mesias yang dijanjikan.
Sesudah Yesus ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus, maka Roh itu dicurahkan pada kami di sini seperti yang kalian lihat."
Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Jadi apakah yang harus kami perbuat?"
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Dengan demikian kamu akan diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Orang-orang yang menerima perkataan itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa, merekalah jemaat atau gereja yang mula-mula.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Mereka hidup dalam persatuan, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Mereka bertekun dan berkumpul di Bait Allah, dan mereka disukai semua orang.
Tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar