Jumat, 05 April 2024

#233 Saulus Menjadi Anggota Jemaat (Kisah Para Rasul 9)

Setelah Saulus didoakan oleh Ananias dan bisa melihat lagi, Saulus pun makan dan pulih kembali. 

Saulus tinggal beberapa hari bersama murid-murid Yesus di Damsyik.

Ketika itu juga Saulus memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 

Semua orang yang mendengar kesaksian Saulus heran dan berkata mengenai Saulus: "Bukankah sebelumnya dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan semua orang yang memanggil nama Yesus? Dan bukankah dia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa murid-murid Yesus ke hadapan imam-imam kepala? Mengapa sekarang dia malah bersaksi bahwa Yesus adalah anak Allah?"

Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan Saulus membuat orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik bingung, karena Saulus membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.

Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. 

Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya mereka dapat membunuh Saulus.

Tetapi pada suatu malam murid-murid Saulus menurunkan Saulus dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang, lalu Saulus pergi dari Damsyik ke Yerusalem.

Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid Yesus di sana, tetapi semuanya takut kepada Saulus, karena mereka tidak percaya Saulus yang dulu menganiaya murid-murid Yesus sekarang menjadi seorang murid juga.

Tetapi Barnabas menerima Saulus dan membawa Saulus kepada rasul-rasul. Barnabas bercerita kepada para rasul  bagaimana Saulus bertemu dengan Yesus di tengah jalan dan bahwa Saulus dengan berani mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.

Dan Saulus tetap bersama-sama dengan murid-murid Yesus di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.

Saulus juga berani berbicara dan berdebat dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, sehingga mereka berusaha membunuh Saulus.

Akan tetapi setelah rencana jahat itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa Saulus ke Kaisarea dan dari situ membantu Saulus pergi ke Tarsus.

Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar