Sabtu, 24 Januari 2026

[22] Bangsa Israel Belajar Beribadah Kepada Allah (Keluaran 18-31, Ulangan 5)

Yitro mengunjungi Musa

Pada waktu Musa masih berurusan dengan raja Mesir untuk membebaskan bangsa Israel, Musa menyuruh orang mengantar Zipora, istri Musa, juga Gersom dan Eliezer, kedua anak Musa, untuk kembali tinggal pada Yitro, ayah Zipora, seorang imam di Midian. 

Setelah beberapa waktu lamanya, Yitro mendengar kabar bagaimana Allah Israel membawa keluar bangsa Israel dari Mesir.

Maka saat bangsa Israel berkemah di dekat kaki gunung Sinai, datanglah Yitro kepada Musa mengantarkan istri dan kedua anak Musa.

Musa menyambut kedatangan Yitro, ayah mertuanya, dan mereka bercakap-cakap di dalam kemah Musa.

Yitro senang mendengar cerita Musa tentang perbuatan Allah, dan dia memuji kehebatan Allah Israel. Bahkan Yitro juga mempersembahkan korban pada Allah Israel.

Keesokan harinya, Yitro mengamati Musa yang menerima orang-orang Israel yang mengadukan masalah dan minta perkara mereka diadili. Hal itu dilakukan Musa dari pagi sampai sore. 

Yitro pun berkata pada Musa, "Cara ini tidak baik. Kamu dan bangsa Israel akan terlalu lelah.

Dengarkan nasihatku: Jadilah perantara antara Allah dengan bangsa Israel dan ajarilah mereka semua perintah Allah.

Tetapi pilihlah orang-orang yang cakap, takut akan Allah, jujur, dan baik. Tempatkanlah mereka sebagai pemimpin. Serahkan pada mereka masalah-masalah biasa. Masalah yang berat barulah dibawa kepadamu. Ini akan meringankan pekerjaanmu."

Musa mengikuti nasihat mertuanya itu. Maka Musa memilih orang-orang yang cakap dari seluruh Israel, lalu mengangkat mereka menjadi pemimpin atas bangsa itu, yakni pemimpin-pemimpin kelompok.

Merekalah yang kemudian mengadili perkara-perkara bangsa Israel, hanya perkara-perkara sulit yang mereka bawa kepada Musa.

Sesudah itu, Yitro, mertua Musa pulang kembali ke negerinya.

Tuhan Menampakkan Diri di Gunung Sinai

Pada bulan ketiga, bangsa Israel akhirnya tiba di Gunung Sinai, dan mereka berkemah di kaki gunung itu.

Musa menyampaikan pesan Tuhan pada bangsa Israel, "Kalian sudah melihat bagaimana aku membawa kalian keluar dari Mesir. Seluruh bumi adalah milik-Ku, tapi jika kalian taat Dan berpegang pada Firman-Ku maka kalian akan menjadi milik-Ku yang paling berharga di antara semua bangsa, yaitu kerajaan imam, dan bangsa yang kudus."

Mendengar itu, bangsa Israel menjawab, "Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan" dan Musa menyampaikan jawaban itu kepada Tuhan.

Lalu Tuhan berfirman bahwa dua hari lagi Tuhan akan menampakkan diri di gunung Sinai. Bangsa Israel harus menguduskan diri mulai hari ini dan besok. Musa juga harus memasang batas supaya tidak ada yang melewati batas dan menyentuh gunung itu. Tuhan akan berbicara pada Musa di depan orang Israel supaya mereka percaya pada Musa.

Ketika tiba hari kedatangan Tuhan, di gunung Sinai ada guruh dan kilat yang dahsyat serta awan tebal dan bunyi sangkakala yang kencang. Bangsa Israel gemetar ketakutan.

Musa membawa bangsa Israel keluar perkemahan menjumpai Tuhan Allah di kaki gunung Sinai.

Seluruh gunung Sinai ditutupi oleh asap, karena Tuhan turun ke atasnya dalam bentuk api. Sementara bunyi sangkakala bertambah nyaring, Musa berseru kepada Allah, dan Allah menjawabnya dengan suara gemuruh.

Lalu Tuhan turun ke puncak gunung Sinai dan memanggil Musa untuk naik ke sana. Di atas gunung Tuhan berkata, “Turunlah dan ajak Harun naik bersamamu, tapi peringatkan umat Israel supaya mereka tidak melewati pembatas, supaya mereka tidak mati.”

Musa turun dan menyampaikan peringatan itu pada bangsa Israel.


Sepuluh Perintah Allah

Ketika Allah menampakkan diri kepada bangsa Israel di gunung Sinai, Allah berkata  dengan suara nyaring dari gunung, dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan: "Akulah Tuhan Allah, yang sudah membawa kalian keluar dari perbudakan di Mesir."

Lalu Allah mengucapkan sepuluh perintah ini:
  1. Jangan menyembah allah lain selain Aku
  2. Jangan membuat berhala dalam bentuk apapun dan jangan menyembahnya
  3. Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan dan dengan maksud yang salah
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, hentikanlah segala pekerjaan untuk menghormati Aku
  5. Hormatilah ayah dan ibumu
  6. Jangan membunuh
  7. Jangan berzinah
  8. Jangan mencuri
  9. Jangan mengucapkan fitnah atau hal yang tidak benar tentang orang lain
  10. Jangan mengingini milik orang lain
Mendengar suara Allah disertai guruh, kilat, sangkakala, dan asap, maka bangsa Israel merasa takut. Mereka berkata kepada Musa: "Engkau saja yang berbicara dengan Tuhan, jangan Tuhan yang berbicara langsung pada kami, nanti kami mati."

Maka Musa datang mendekat kepada Tuhan dan mendengarkan perintah Tuhan yang mengatur berbagai hal mulai dari cara bangsa Israel beribadah, hubungan sesama manusia, juga janji Tuhan untuk memimpin bangsa Israel dan peringatan untuk tetap hidup kudus sampai masuk ke tanah Kanaan nanti.

Sesudah itu Musa turun untuk menyampaikan perintah Tuhan pada bangsa Israel. Bangsa Israel berjanji untuk menaati segala perintah Tuhan, dan Musa memimpin bangsa Israel mempersembahkan korban dan mengadakan upacara pengikatan perjanjian antara Tuhan dengan bangsa Israel.

Sesuai perintah Tuhan, sesudah upacara itu, Musa juga mengajak Harun, anak-anak Harun, dan tujuh puluh orang tua-tua Israel untuk mendekat dan sujud menyembah Allah dari kejauhan.

Musa di Gunung Sinai

Tuhan berkata kepada Musa, “Datanglah kepada-Ku di atas gunung ini dan berdiamlah di sini. Aku akan memberimu dua lempengan batu. Di situ Aku sudah menuliskan perintah-perintah-Ku, agar kamu bisa mengajarkannya kepada umat-Ku.”

Maka Musa berangkat bersama dengan abdinya yang bernama Yosua, dengan berpesan kepada para tua-tua Israel, “Tunggulah di bawah sampai kami kembali. Apabila terjadi masalah, kalian bisa membawanya kepada Harun dan Hur.” 

Kemudian naiklah Musa ke atas gunung, dan awan menutupi gunung itu. Kemuliaan Tuhan berdiam di atas gunung Sinai. Awan menutupi gunung itu selama enam hari. Pada hari yang ketujuh, Tuhan memanggil Musa dari dalam awan.

Dari pandangan umat Israel yang berada di kaki gunung, kemuliaan Tuhan di atas gunung terlihat seperti api yang berkobar-kobar.

Lalu Musa mendaki lebih tinggi dan masuk ke dalam awan itu. Dia tinggal di atas gunung selama empat puluh hari empat puluh malam.

Di atas gunung, Tuhan memberi petunjuk bagaimana bangsa Israel harus beribadah kepada Tuhan. Tuhan menjelaskan tentang Kemah Suci dan segala isinya sebagai tempat ibadah bangsa Israel, imam sebagai pemimpin ibadah bangsa Israel, dan tata cara ibadah yang harus dilakukan. 

Setelah Tuhan berbicara kepada Musa di gunung Sinai, Tuhan memberikan kepada Musa dua lempengan batu berisi perintah-perintah yang ditulis oleh jari Allah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar