Lanjutan penglihatan Yohanes di pulau Patmos:
Tampak Anak Domba berdiri di bukit Sion bersama 144.000 orang yang telah ditebus-Nya.
Tampak juga seorang malaikat terbang di tengah langit membawa Injil untuk diberitakan kepada semua orang di bumi.
Kemudian malaikat kedua datang untuk mengumumkan keruntuhan Babel.
Malaikat ketiga mengumumkan bahwa orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya, dan menerima tanda pada dahi dan tangannya, akan menerima cawan murka Allah.
Tampak lautan kaca bercampur api, dan di tepinya ada orang-orang yang berhasil mengalahkan binatang, patung, dan bilangan namanya. Mereka menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.
Kemudian dari dalam Bait Suci di sorga keluar tujuh malaikat yang membawa tujuh cawan murka Allah.
Inilah tujuh malapetaka yang terjadi kepada binatang dan para pengikutnya ketika cawan murka Allah ditumpahkan:
Malapetaka pertama: bisul yang jahat
Malapetaka kedua: laut menjadi darah
Malapetaka ketiga: sungai dan mata air menjadi darah
Malapetaka keempat: matahari berkuasa menghanguskan manusia dengan api
Malapetaka kelima: kerajaan binatang itu menjadi gelap
Malapetaka keenam: sungai Efrat menjadi kering
Malapetaka ketujuh: terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan semua pulau hilang, lalu turun hujan es besar menimpa manusia
Salah satu dari malaikat menunjukkan seorang perempuan yang duduk di atas seekor binatang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Perempuan itu adalah Babel, ibu dari semua kejahatan di bumi.
Babel dan raja-rajanya akan berkuasa, namun hanya satu jam saja. Karena setelah itu Anak Domba akan mengalahkan mereka. Demikian Babel jatuh dan tidak akan bangkit lagi.
Lalu diadakanlah perjamuan kawin Anak Domba.
Sorga terbuka dan tampaklah kuda putih yang ditunggangi "Yang Setia dan Yang Benar". Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Penunggang kuda dan tentaranya mengalahkan binatang itu dan nabi palsu pengikutnya. Mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yang menyala-nyala.
Lalu seorang malaikat menangkap naga, si ular tua, yaitu Iblis, dan mengikatnya di jurang maut seribu tahun lamanya.
Lalu ada takhta-takhta, dan orang-orang yang tetap setia kepada Yesus selama bumi dikuasai oleh binatang, hidup kembali dan diberi kuasa untuk memerintah sebagai raja bersama Kristus selama seribu tahun.
Setelah seribu tahun, Iblis dilepaskan dari penjara dan ia akan menyesatkan bangsa-bangsa di bumi, lalu memerangi orang-orang kudus. Tetapi dari langit turun api menghanguskan mereka. Dan Iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang bersama binatang dan nabi palsu. Mereka disiksa siang malam sampai selamanya.
Lalu ada Dia yang duduk di atas takhta, dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit.
Maka orang-orang mati berdiri di depan takhta itu, dan dibukalah semua kitab, juga kitab kehidupan. Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan isi kitab-kitab itu. Setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar