Rabu, 02 Oktober 2019

#19 Tuhan Memimpin Perjalanan Bangsa Israel (Bilangan 6-12)

Hukum Mengenai Nazir

Nazir adalah orang yang berjanji untuk mengkhususkan diri melayani Tuhan.
Orang yang sedang menjadi nazir harus menjaga kekudusan hidupnya di hadapan Tuhan.

Persembahan Pentahbisan Kemah Suci

Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, Musa mengurapi dan menguduskan Kemah itu dan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya.

Para kepala suku Israel mempersembahkan persembahan dari tiap suku. Persembahan itu terdiri dari emas, perak, tepung, dan korban bakaran yaitu domba, lembu, dan kambing. Persembahan itu diterima oleh Musa untuk upacara pentahbisan kemah suci.

Pentahbisan Orang Lewi

Sebelum orang Lewi boleh memulai melakukan pekerjaan di Kemah Pertemuan, mereka terlebih dulu ditahirkan dan dipersembahkan kepada Tuhan.

Bangsa Israel Merayakan Paskah

Pada tahun kedua bulan pertama hari keempat belas sesudah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, bangsa Israel merayakan Paskah di Gurun Sinai.

Tiang Awan Memimpin Perjalanan Bangsa Israel

Pada hari Kemah Suci didirikan, awan menutupi Kemah Suci.

Pada waktu malam awan itu kelihatan seperti api.

Ketika awan itu naik dari atas Kemah, itu adalah tanda orang Israel harus berangkat melanjutkan perjalanan.
Ketika awan itu berhenti, orang Israel harus berkemah di tempat itu.

Jadi orang Israel berangkat dan berkemah atas titah Tuhan.

Bangsa Israel Berangkat dari Gunung Sinai

Sesuai perintah Tuhan, Musa membuat dua nafiri dari perak, supaya digunakan untuk memanggil umat Israel dan menyuruh laskar-laskarnya berangkat.

Pada tahun kedua bulan kedua tanggal dua puluh setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, berangkatlah orang Israel dari Gunung Sinai untuk melanjutkan perjalanan ke tanah Kanaan.

Bangsa Israel Bersungut-sungut

Suatu kali Tuhan marah karena bangsa itu bersungut-sungut, maka Tuhan menurunkan api membakar perkemahan bangsa Israel.
Lalu tempat itu dinamai "Tabera".

Bangsa Israel bersungut-sungut lagi karena ingin makan daging.

Musa merasa tidak sanggup lagi memimpin bangsa Israel sendirian. Tuhan berjanji memberikan sebagian Roh Musa kepada 70 orang tua-tua untuk membantu Musa.

Tuhan memberi daging burung puyuh selama empat puluh hari kepada bangsa Israel.
Selagi daging itu ada di mulut orang-orang rakus, Tuhan memukul bangsa itu dengan tulah.

Miryam dan Harun Memberontak Kepada Musa

Miryam dan Harun mengatai dan memberontak kepada Musa karena mengambil istri seorang perempuan Kush.

Tuhan marah dan Miryam dihukum terkena kusta. Musa berdoa meminta Miryam disembuhkan maka Miryam terkena kusta selama tujuh hari saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar