Bangsa Israel Mengintai Tanah Kanaan
Dengan pimpinan Tuhan, bangsa Israel terus berjalan di padang gurun dan akhirnya sudah sampai dekat tanah Kanaan.Tuhan berfirman kepada Musa bahwa sudah saatnya bangsa Israel harus mengintai tanah Kanaan.
Karena Tuhan akan segera memberikan tanah Kanaan menjadi milik bangsa Israel.
Dari 12 suku, setiap pemimpinnya diperintahkan untuk mengintai tanah Kanaan, inilah orang-orang itu:
- Syamua bin Zakur (suku Ruben)
- Safat bin Hori (suku Simeon)
- Kaleb bin Yefune (suku Yehuda)
- Yigal bin Yusuf (suku Isakhar)
- Hosea/ Yosua bin Nun (suku Efraim)
- Palti bin Rafu (suku Benyamin)
- Gadiel bin Sodi (suku Zebulon)
- Gadi bin Susi (suku Manasye)
- Amiel bin Gemali (suku Dan)
- Setur bin Mikhael (suku Asyer)
- Nahbi bin Wofsi (suku Naftali)
- Guel bin Makhi (suku Gad)
Setelah empat puluh hari, para pengintai melaporkan hasil pengintaian mereka.
10 orang pengintai berkata bawa walaupun negeri itu sangat baik, tetapi bangsa yang mendiaminya kuat-kuat, bahkan ada keturunan raksasa.
10 pengintai itu merasa tidak mungkin bangsa Israel dapat mengalahkan penduduk Kanaan.
Hanya 2 pengintai yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang percaya bahwa bangsa Israel pasti akan bisa mendapatkan tanah Kanaan.
Yosua dan Kaleb mengingatkan bahwa mereka punya Tuhan yang akan menolong mereka, tetapi bangsa Israel malah mengancam Yosua dan Kaleb.
Tuhan marah dan menghukum bangsa Israel.
Karena itu semua generasi orang Israel yang dibawa keluar dari Mesir harus mati tanpa melihat negeri yang dijanjikan Tuhan, kecuali Yosua dan Kaleb.
Hanya generasi Israel yang lahir di padang gurun yang boleh masuk tanah Kanaan. Tetapi sebelum itu, mereka harus mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya.
Musa pun meminta keadilan kepada Tuhan.
Tuhan bertindak sehingga tanah terbelah dan menelan Korah, Datan, dan Abiram serta seisi rumahnya. Tuhan juga menurunkan api dan tulah untuk menghukum bangsa Israel yang ikut bersekongkol.
Tuhan menyuruh Harun dan para pemimpin suku untuk mengumpulkan tongkat.
Tuhan memberi tanda bahwa Harun adalah orang yang dipilih-Nya. Di antara tongkat-tongkat pemimpin suku, Tuhan membuat tongkat Harun bertunas dan berbunga.
10 orang pengintai berkata bawa walaupun negeri itu sangat baik, tetapi bangsa yang mendiaminya kuat-kuat, bahkan ada keturunan raksasa.
10 pengintai itu merasa tidak mungkin bangsa Israel dapat mengalahkan penduduk Kanaan.
Hanya 2 pengintai yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang percaya bahwa bangsa Israel pasti akan bisa mendapatkan tanah Kanaan.
Bangsa Israel Memberontak Kepada Tuhan
Mendengar kabar dari 10 pengintai itu, bangsa Israel bersungut-sungut.Yosua dan Kaleb mengingatkan bahwa mereka punya Tuhan yang akan menolong mereka, tetapi bangsa Israel malah mengancam Yosua dan Kaleb.
Tuhan marah dan menghukum bangsa Israel.
Karena itu semua generasi orang Israel yang dibawa keluar dari Mesir harus mati tanpa melihat negeri yang dijanjikan Tuhan, kecuali Yosua dan Kaleb.
Hanya generasi Israel yang lahir di padang gurun yang boleh masuk tanah Kanaan. Tetapi sebelum itu, mereka harus mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya.
Pemberontakan Korah, Datan, dan Abiram
Korah, Datan, dan Abiram mengajak orang-orang dan pemimpin-pemipin umat Israel untuk memberontak terhadap Musa.Musa pun meminta keadilan kepada Tuhan.
Tuhan bertindak sehingga tanah terbelah dan menelan Korah, Datan, dan Abiram serta seisi rumahnya. Tuhan juga menurunkan api dan tulah untuk menghukum bangsa Israel yang ikut bersekongkol.
Tuhan menyuruh Harun dan para pemimpin suku untuk mengumpulkan tongkat.
Tuhan memberi tanda bahwa Harun adalah orang yang dipilih-Nya. Di antara tongkat-tongkat pemimpin suku, Tuhan membuat tongkat Harun bertunas dan berbunga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar