Raja Hizkia
Raja Hizkia adalah raja yang baik. Ia bertekad membawa bangsa Yehuda bertobat dan kembali kepada Allah.
Hizkia menguduskan rumah Allah dan merayakan Paskah. Orang Yehuda pun kembali beribadah kepada Tuhan dan menghancurkan semua berhala.
Suatu ketika Sanherib Raja Asyur datang mengepung Yehuda. Sanherib menyuruh pegawainya untuk menyampaikan pesan yang mengatakan: bangsa Yehuda tidak akan bisa mengalahkan Asyur bila mengandalkan Allah yang lemah seperti ajaran Hizkia. Mendengar itu Raja Hizkia dan Nabi Yesaya berdoa kepada Tuhan. Tuhan menolong dengan mengirimkan malaikat-Nya untuk mengalahkan pasukan Asyur.
Setelah itu Hizkia sakit dan hampir mati. Ia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mengabulkan doanya sehingga umurnya diperpanjang 15 tahun lagi.
Tetapi Hizkia malah menjadi sombong dan memamerkan hartanya kepada pegawai Babel. Yesaya menyampaikan hukuman Tuhan bahwa seluruh isi istana Hizkia suatu saat akan diambil oleh orang Babel.
Hizkia digantikan oleh anaknya yang bernama Manasye.
Raja Manasye
Raja Manasye adalah raja yang jahat. Ia kembali mendirikan tempat menyembah berhala yang sudah dihancurkan Hizkia ayahnya. Manasye membuat bangsa Yehuda melakukan segala perbuatan yang sesat dan dilarang oleh Allah.
Oleh karena itu Tuhan menghukum Manasye sehingga ia ditangkap oleh panglima negeri Asyur dan dibawa ke Babel. Dalam keadaan terdesak, Manasye akhirnya berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tuhan mendengar doa Manasye dan mengembalikannya sebagai raja di Yehuda. Setelah itu Manasye membawa rakyat Yehuda untuk beribadah kepada Tuhan.
Manasye digantikan oleh Amon, anaknya.
Raja Amon
Raja Amon adalah raja yang jahat. Ia beribadah kepada patung berhala seperti yang dulu dilakukan oleh ayahnya. Ia mati dibunuh padahal baru memerintah selama dua tahun saja. Amon digantikan oleh anaknya, Yosia.
Raja Yosia
Raja Yosia adalah raja yang baik. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ia menghancurkan semua berhala di negeri Yehuda. Saat sedang merenovasi rumah Tuhan, imam Hilkia menemukan kitab Taurat Musa. Kemudian Yosia membawa seluruh orang Israel berbalik dari dosa-dosanya dan kembali pada hukum Taurat. Yosia juga merayakan Paskah sesuai dengan perintah Tuhan.
Suatu ketika Nekho, raja Mesir, maju berperang melawan musuhnya yaitu raja yang lain. Yosia ingin ikut berperang untuk melawan Nekho. Meskipun sudah diingatkan bahwa tidak seharusnya Yosia ikut-ikutan, Yosia tetap saja maju berperang. Akibatnya Yosia mati terbunuh dalam perang itu.
Yosia digantikan oleh anaknya, Yoahas.
Runtuhnya Kerajaan Yehuda
Setelah Yosia mati, raja-raja Yehuda terus melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Sebagai hukumannya, Tuhan pun membuat Yehuda takluk kepada musuh-musuhnya.
Raja Yoahas takluk kepada raja Mesir: Firaun Nekho.
Firaun Nekho menurunkan Yoahas dari posisi raja dan menggantinya dengan Yoyakim, saudaranya.
Setelah itu Raja Yoyakim takluk kepada raja Babel: Nebukadnezar.
Yoyakim digantikan oleh Yoyakhin, anaknya.
Pada zaman Raja Yoyakhin, Nebukadnezar mengangkut barang-barang dari rumah Tuhan dan istana, juga keluarga raja dan seluruh penduduk Yerusalem yang gagah perkasa dan memiliki keahlian ke Babel.
Yoyakhin digantikan oleh pamannya yang bernama Zedekia, yang diangkat oleh raja Babel. Tetapi Zedekia memberontak kepada Babel sehingga Yehuda diruntuhkan oleh tentara Babel.
Rumah Tuhan dan istana dibakar dan dihancurkan, tembok Yerusalem dirobohkan, dan rakyat yang tersisa juga dibuang.
Hal ini terjadi karena segala dosa yang dilakukan bangsa Yehuda, sehingga sesuai nubuat nabi Yeremia, bangsa Yehuda harus mengalami pembuangan selama 70 tahun.
Bangsa Yehuda Pulang Kembali ke Negerinya
Setelah masa penghukuman 70 tahun berlalu, Tuhan menepati janji-Nya melalui nabi Yeremia. Raja Koresh dari Persia mengizinkan orang-orang buangan kembali ke Yerusalem untuk membangun rumah Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar