Dari cerita sebelumnya, kita mengetahui bagaimana pertolongan Tuhan kepada bangsa Yehuda sehingga mereka bisa hidup aman di tanahnya dengan tembok yang sudah dibangun kembali.
Bangsa Yehuda Kembali Beribadah Kepada Tuhan
(Pada cerita kali ini, kita akan menyaksikan pertobatan bangsa Yehuda yang kembali beribadah kepada Tuhan)
Selain tembok yang runtuh, Nehemia juga melihat, bangsa Yahudi ternyata masih hidup dalam dosa.
Pada hari raya Pondok Daun, imam Ezra membacakan kitab Taurat di hadapan rakyat. Bangsa Yehuda jadi menyadari, selama ini mereka banyak melanggar Taurat dan berbuat dosa.
Bangsa Yehuda pun mengakui dosa mereka di hadapan Tuhan. Mereka membuat piagam perjanjian yang berisi janji kepada Tuhan bahwa bangsa Yehuda:
- Akan setia melaksanakan hukum Taurat
- Tidak akan kawin campur dengan bangsa asing
- Menguduskan hari Sabat
- Selalu memberi persembahan untuk rumah Allah
Sebagai rasa syukur kepada Allah, bangsa Yehuda mengadakan perayaan pentahbisan tembok Yerusalem yang sangat meriah. Mereka bersukaria dengan menaikkan puji-pujian dan mempersembahkan korban kepada Allah.
Kesetiaan Nehemia kepada Hukum Tuhan
(Perubahan bangsa Yehuda jadi lebih baik sangat dipengaruhi oleh sosok Nehemia sebagai bupati atau pemimpin daerah yang sangat mengasihi Tuhan)Nehemia selalu berusaha menjaga kesetiaan rakyat Yehuda terhadap hukum Taurat Musa. Hal ini sangat sulit karena rakyat Yehuda dan para imam terus melanggar hukum Tuhan dengan:
- Masih kawin campur
- Menelantarkan orang Lewi sehingga mereka tidak fokus menyelenggarakan ibadah
- Bekerja pada hari Sabat
Akhirnya Nehemia membersihkan mereka dari segala sesuatu yang asing, menjamin persembahan untuk para imam dan orang Lewi, dan melakukan penjagaan ketat agar rakyat benar-benar taat menguduskan hari Sabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar