Setelah bangsa Yehuda dibuang ke Babel, negeri Babel dikalahkan oleh negeri Persia. Pada zaman raja Koresh di Persia, Zerubabel dan beberapa rombongan orang Yahudi pulang ke tanah mereka dan membangun bait Allah. Tetapi ada juga orang-orang Yahudi yang tidak ikut pulang ke Yerusalem, dan tetap hidup di tengah-tengah bangsa Persia.
Salah seorang bangsa Yahudi yang tetap tinggal di Persia adalah Ester. Ester diasuh oleh Mordekhai, ayah angkatnya, karena ibu dan bapa Ester telah mati. Ester adalah seorang gadis yang sangat cantik.
Pada zaman Ester, Persia dipimpin oleh raja Ahasyweros. Suatu ketika, raja Ahasyweros mengadakan pemilihan gadis-gadis untuk menduduki jabatan sebagai ratu. Ester terpilih karena kecantikan dan kebaikan hatinya. Tetapi Ester merahasiakan bahwa ia adalah orang Yahudi.
Beberapa lama setelah itu, seorang bernama Haman diangkat menjadi orang kedua kerajaan oleh raja Ahasyweros. Haman membenci Mordekhai karena Mordekhai tidak mau bersujud kepada Haman. Haman akhirnya mengetahui bahwa Mordekhai adalah orang Yahudi. Maka Haman menghadap raja dan meminta izin agar raja Ahasyweros mengeluarkan titah untuk memusnahkan semua orang Yahudi di kerajaan dengan alasan: mereka adalah bangsa asing yang tidak taat pada hukum raja. Karena raja sangat percaya pada Haman, raja membebaskan Haman mengeluarkan titah itu atas nama raja.
Mendengar titah itu, bangsa Yahudi sangat sedih dan takut. Mordekhai minta tolong kepada Ester untuk menghadap raja karena Ester adalah istri yang dikasihi raja. Tapi Ester tahu bahwa menurut undang-undang, bila seseorang menghadap raja tanpa dipanggil, ia harus dihukum mati, kecuali bila raja mengulurkan tongkat emasnya pada orang tersebut.
Ester akhirnya memutuskan untuk tetap menghadap raja dengan resiko ia harus mati bila raja tidak mengulurkan tongkat emas. Ester menyuruh semua orang Yahudi berkumpul dan berpuasa 3 hari lamanya. Kemudian Ester menghadap raja dan ternyata raja berkenan kepada Ester dan mengulurkan tongkat emas. Ester mengundang raja Ahasyweros dan Haman dalam dua kali perjamuan. Dalam perjamuan yang kedua, Ester memberitahu raja tentang niat jahat Haman untuk memusnahkan bangsa Yahudi. Raja sangat marah dan menyuruh Haman dihukum mati.
Kemudian raja memberi kepercayaan pada Mordekhai dan mengizinkannya menulis titah baru atas nama raja, karena titah sebelumnya yang dibuat Haman tidak bisa dibatalkan. Mordekhai pun membuat titah baru yaitu: ketika ada orang-orang yang menyerang orang Yahudi sesuai titah Haman, menurut titah baru orang Yahudi diizinkan untuk berkumpul dan bertahan melawan musuh-musuhnya itu.
Ketika tiba waktu yang ditentukan dalam titah, ternyata bangsa Yahudi berhasil menang dari musuh-musuhnya. Bangsa Yahudi sangat bersukacita karena kebebasan mereka dan menetapkan hari raya Purim untuk memperingatinya. Akhirnya bangsa Yahudi dapat tinggal dengan aman di wilayah raja Ahasyweros. Mordekhai juga diangkat menjadi orang kedua kerajaan menggantikan Haman dan menjadi seorang pemimpin yang baik dan dihormati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar