Mazmur bagian ketiga terdiri dari pasal 73-89.
Sebagian besar mazmur pada bagian ini ditulis oleh Asaf, seorang ahli musik dari suku Lewi. Ada juga yang ditulis oleh bani Korah, Daud, dan Etan orang Ezrahi.
Apa saja pelajaran penting yang didapat dari Mazmur 73-89 ini?
Apa saja pelajaran penting yang didapat dari Mazmur 73-89 ini?
Kita harus tahu, bahwa kebahagiaan sejati hanya kita dapat ketika berada dekat dengan Allah. Sampai-sampai ada ungkapan mazmur yang menggambarkan perasaan rindu yang dalam untuk berada di rumah Allah dan terus memuji-muji Allah. Sementara itu, kebahagiaan orang fasik pastilah hanya sementara. Meskipun ada banyak orang yang tidak taat kepada Tuhan terlihat hidup enak dan banyak hartanya, tetapi Allah adalah hakim segala bangsa yang tentu akan memberi hukuman pada orang yang berbuat tidak adil.
Kita juga bisa melihat sikap pemazmur dalam masa-masa sulit yang selalu berharap pada Allah.
Pemazmur tetap memohon agar Allah memperhatikan umat-Nya meskipun mereka sedang dihukum karena tidak taat. Dalam masa hukuman itu, pemazmur merasa Allah seperti tidak mau menjawab ketika ia berseru, hingga pemazmur merasa tidak semangat. Tetapi ketika mengingat lagi kebaikan Allah di masa lalu, yaitu segala yang Allah perbuat dalam perjalanan hidup bangsa Israel, pemazmur kembali punya harapan kepada Allah.
Janji Tuhan pasti digenapi, sehingga kita bisa berpegang pada janji itu. Karena itu pemazmur meminta pertolongan dan pemulihan keadaan bangsa Israel yang sudah diruntuhkan. Allah berjanji jika umat Allah kembali pada hukum Allah, keadaan mereka pasti akan dipulihkan. Apalagi Allah juga sudah berjanji bahwa tahta kerajaan Daud dan keturunannya akan kekal selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar