Kitab Pengkhotbah merupakan kumpulan perkataan seorang guru yang diajarkan di hadapan orang banyak. Guru tersebut adalah anak Daud, raja di Yerusalem.
Pada kitab ini diajarkan bahwa segala sesuatu adalah sia-sia. Apa arti kata sia-sia? Sia-sia memiliki makna seperti asap atau uap yang hanya sementara, dan walaupun kelihatan ke mana-mana, ketika diraih tidak ada apa-apa di sana.
Pengkhotbah membuktikan bahwa segala cara manusia untuk menemukan makna hidup adalah sia-sia. Waktu selalu berputar, apapun yang kita buat akan dibuat lagi oleh orang lain, bahkan akan dilupakan oleh semua orang di generasi berikutnya. Bukan itu saja, baik orang bijak maupun orang bodoh, orang kaya maupun orang miskin, pada akhirnya semuanya akan mati dan hal itu tidak bisa dihindari.
Selama Pengkhotbah hidup di dunia, ia menganggap bahwa selalu bekerja keras dan menjadi sukses adalah hal yang penting. Ia juga berusaha untuk menikmati kesenangan sebagai balasan kerja kerasnya. Tetapi akhirnya Pengkhotbah menyadari itu adalah hal yang sia-sia.
Pengkhotbah juga mengejar hikmat dan berusaha hidup takut akan Tuhan. Ia berharap ada keadilan dan semua berjalan sesuai keinginannya. Tetapi ia melihat banyak orang baik mengalami tragedi sementara orang jahat hidup bahagia dan makmur. Pengkhotbah jadi sadar bahwa berharap mendapat hidup yang sejahtera sebagai balasan dari kebaikannya juga sia-sia.
Pengkhotbah akhirnya sadar bahwa yang terpenting adalah kita melakukan segala sesuatu, seperti bekerja ataupun melakukan perintah Tuhan, dengan motivasi supaya kita diperkenan oleh Tuhan, bukan karena mengharapkan hasil yang baik. Di sisi lain, kita bisa menikmati apapun anugerah Allah, dimana semuanya diberikan bukan karena usaha kita. Pengkhobah mengingatkan bahwa Tuhan menyediakan banyak hal-hal sederhana untuk dinikmati dalam hidup seperti persahabatan, keluarga, makanan dan minuman, ataupun nikmatnya kesenangan dari hasil kerja. Memang kita tidak tahu kapan hal-hal indah itu datang, tetapi Tuhan sudah mengatur dan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Karena itu Pengkhotbah mengajarkan kita untuk memiliki kepercayaan penuh kepada Tuhan dan segala rancangan-Nya yang tidak akan mampu diselami oleh manusia.
Pada akhirnya Pengkhotbah memiliki kesimpulan: Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Setiap perbuatan baik atau jahat kita, meskipun tersembunyi selama di dunia, pada akhirnya akan diadili oleh Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar