Kitab Kidung Agung ditulis oleh Raja Salomo. Kidung Agung berisi puisi-puisi antara sepasang mempelai laki-laki dan perempuan yang menggambarkan keindahan cinta antara suami dan istri.
Kitab diawali dengan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki yang saling memuji dan saling menyatakan cinta kepada satu sama lain. Kita dapat mempelajari bahwa seharusnya kita mencintai bukan karena kesempuranaan fisik pasangan kita. Mempelai perempuan digambarkan sebagai gadis biasa penjaga kebun anggur yang berkulit hitam, tetapi ia dipuji oleh kekasihnya sebagai wanita yang sangat cantik melebihi puteri-puteri yang tinggal di istana raja.
Hubungan antara mempelai perempuan dan mempelai laki-laki tidak selalu berjalan mulus. Ada saatnya dimana mereka harus berpisah sehingga mempelai perempuan merasakan kerinduan pada kekasihnya. Kita dapat mempelajari perjuangan untuk bersama dengan orang yang kita cintai, seperti mempelai laki-laki yang berusaha untuk menemui kekasihnya dan mempelai perempuan yang mencari-cari kekasihnya.
Ketika akhirnya mempelai perempuan dapat kembali bersatu dengan kekasihnya, ia merasa sangat berbahagia. Mempelai laki-laki juga menyatakan cintanya dan memuji-muji kekasihnya. Lalu mempelai perempuan mengajak kekasihnya menghabiskan waktu bersama di padang yang indah.
Pada bagian akhir kitab, mempelai perempuan menolak tawaran Raja Salomo yang ingin memberikan hasil kebun anggurnya agar gadis itu menerima cintanya. Kita dapat mempelajari bahwa cinta sejati tidak dapat ditukar dengan uang, dari mempelai perempuan yang lebih memilih untuk berusaha sendiri di kebun anggur miliknya dan hidup bersama dengan kekasihnya dalam cinta kasih yang sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar