Kamis, 24 Desember 2020

#74 Nubuat Nabi Yesaya Terhadap Yerusalem (Yesaya 1-12)

Kitab Yesaya ditulis oleh nabi Yesaya bin Amos. Nabi Yesaya hidup pada zaman raja Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Nabi Yesaya Dipanggil Tuhan

Ketika Yesaya dipanggil untuk menjadi nabi, ia mendapat sebuah penglihatan: Tuhan ada di tempat suci dan terlihat para Serafim memuliakan Tuhan. Yesaya pun takut binasa di hadapan kemuliaan Tuhan. Tetapi seorang Serafim mengambil bara dari atas mezbah dan menyentuhkannya kepada mulut Yesaya sebagai tanda dosanya telah diampuni.

Kemudian Tuhan bertanya "siapakah yang mau menjadi utusan Tuhan?" Yesaya mengajukan dirinya untuk diutus dan sejak saat itu Yesaya menjadi nabi yang menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Yehuda dan bangsa-bangsa lain.

Pesan dan Nubuat Nabi Yesaya

Nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan sangat marah kepada bangsa Yehuda yang melupakan segala kebaikan Tuhan. Tuhan benci dengan ibadah dan persembahan bangsa itu yang seolah-olah baik, tetapi mereka sendiri masih hidup dalam dosa dan penyembahan berhala. Sebagai akibatnya, Tuhan akan membuat bangsa Yehuda dihukum, bahkan sampai hancur, dengan perantaraan bangsa-bangsa asing.

Meskipun Tuhan marah, tetapi Tuhan memberikan janji pemulihan di masa depan. Tuhan akan kembali bertakhta di Sion dan disembah oleh umat manusia. Akan ada sisa-sisa orang Israel yang bertobat dan kembali kepada Tuhan, mereka akan dikumpulkan dari seluruh penjuru bumi dan kembali ke tanah mereka.

Tuhan juga memberikan janji penyelamatan, bahwa seorang perempuan muda akan melahirkan anak laki-laki bernama Imanuel. Ia adalah seorang raja dari keturunan Daud yang akan membawa bangsa itu keluar dari kegelapan. Raja itu akan memiliki kerajaan yang berkuasa dan penuh damai sejahtera yang tidak akan tergoyahkan selamanya.

Nabi Yesaya dan Raja Yehuda

Raja Ahas adalah raja Yehuda yang jahat. Ia ketakutan terhadap musuhnya yaitu raja Aram dan raja Israel. Nabi Yesaya menyampaikan pesan Tuhan bahwa Yerusalem tidak akan dikuasai oleh Aram dan Israel, karena beberapa tahun lagi Tuhan akan membuat kedua negeri tersebut hancur. Raja Ahas yang jahat tidak mau percaya kepada Tuhan dan tetap memilih meminta bantuan pada bangsa Asyur.

Sesuai dengan perintah Tuhan, Yesaya menamai anaknya yang baru lahir Maher-Syalal Hash-Bas, dan Tuhan berfirman sebelum anak itu bisa bicara untuk memanggil ayah dan ibunya, raja Asyur akan mengalahkan Damsyik (ibukota Aram) dan Samaria (ibukota Israel), dua negara yang dahulu ditakuti raja Ahas. Tuhan juga menyampaikan kemarahan kepada bangsa Yehuda karena menyia-nyiakan pertolongan yang sudah disediakan Tuhan untuk mereka.

Bangsa Asyur menjadi sombong dan serakah karena mereka bisa menaklukkan banyak negara. Nabi Yesaya pun menubuatkan bahwa Asyur pun akan jatuh karena kesombongan dan keserakahan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar