Yerusalem Tersesak dan Terlepas
Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan akan menghukum bangsa Israel dan Yehuda dan para pemimpinnya yang penuh dengan kejahatan. Tetapi Tuhan juga menyediakan keselamatan sesudah hukuman itu.
Yesaya menegor bangsa Yehuda yang meminta pertolongan bangsa Mesir sebagai teman berperang, dan bukannya meminta pertolongan kepada Tuhan. Padahal Tuhan adalah satu-satunya yang bisa menolong mereka. Tuhan rindu untuk menunjukkan kasih-Nya dan menjadi raja bagi umat-Nya.
Yesaya Dalam Zaman Raja Hizkia
Pada tahun ke-14 raja Hizkia di Yehuda, raja Asyur yang bernama Sanherib maju menyerang Yehuda. Awalnya Hizkia meminta bantuan kepada Mesir dan bukannya meminta tolong pada Tuhan. Tetapi setelah juru minuman Asyur datang dan menghina mereka, raja Hizkia mengutus pegawainya kepada nabi Yesaya untuk minta tolong. Raja Hizkia sendiri merendahkan diri dan berdoa meminta pertolongan Tuhan. Maka Tuhan mengutus Malaikat-Nya dan membunuh 185.000 tentara Asyur.
Tuhan juga menyembuhkan raja Hizkia yang sakit dan hampir mati serta menambahkan umurnya 15 tahun lagi.
Tetapi sayangnya, setelah mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa itu raja Hizkia malah melenceng dari kehendak Tuhan. Ia merasa senang karena negara Babel mengirimkan utusan kepadanya. Raja Hizkia bahkan sampai memamerkan perbendaharaan harta dan senjatanya kepada utusan Babel.
Yesaya menegor perbuatan Hizkia yang membanggakan pertemanan dengan Babel. Yesaya memperingatkan bahwa suatu saat Babel justru akan menjadi musuh bangsa Yehuda, yang mengambil semua harta bahkan orang-orang Yehuda untuk kerajaan Babel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar