Jumat, 12 Februari 2021

#81 Nubuat Yeremia Terjadi di Yehuda (Yeremia 19-31)

Ketidaktaatan Raja-raja Yehuda

Setelah Raja Yosia mati, raja-raja yang memimpin bangsa Yehuda adalah raja-raja yang jahat. Selama masa raja Yoahas (atau disebut juga Salum), Yoyakim, dan Yoyakhin (atau disebut juga Konya), Yeremia terus mengingatkan mereka untuk menjadi raja yang adil pada rakyatnya dan takut akan Tuhan, sebab bila tidak maka hukuman Tuhan akan menimpa mereka.

Yeremia disuruh Tuhan untuk memecahkan buli-buli tanah di depan para imam dan tetua bangsa Yehuda. Hal ini melambangkan Tuhan akan membuat bangsa Yehuda dihancurkan musuh karena mereka telah menyembah allah lain. Tetapi Pasyhur bin Imer, imam kepala, memukul dan memasung Yeremia di pintu gerbang Benyamin karena tidak suka dengan perkataan Yeremia. Oleh karena perbuatannya itu, imam Pasyhur dihukum Tuhan bahwa ia akan dibawa ke Babel dan bersama keluarganya akan musnah di sana.

Pada zaman raja Yoyakim, Yeremia bernubuat jika bangsa Yehuda tidak mau bertobat maka rumah Tuhan di Yerusalem akan dikutuk dan menjadi reruntuhan. Para imam dan nabi berkata pada pemuka dan rakyat agar Yeremia dihukum mati. Tetapi pemuka dan rakyat tidak setuju karena masih percaya bahwa Yeremia mengatakan pesan dari Tuhan sendiri. Yeremia pun dilindungi oleh Ahikam bin Safan.

Yeremia juga menyampaikan bahwa bangsa Yehuda akan dibuang ke Babel dalam waktu yang cukup lama, yaitu selama tujuh puluh tahun. Tetapi setelah itu Allah juga akan menghukum Babel. Allah berjanji akan mengadakan pemulihan untuk Israel dan Yehuda. Bahkan Allah akan menumbuhkan Tunas Daud yang adil yang menggembalakan umat Tuhan dengan tenteram menggantikan para pemimpin rohani Yehuda saat itu yang sudah menyesatkan bangsa Yehuda.

Suatu hari Tuhan menyuruh Yeremia menulis isi nubuatnya dalam kitab. Yeremia dibantu oleh Barukh bin Neria untuk menulis kitab itu. Barukh juga membacakan kitab itu di rumah Tuhan. Tetapi perbuatan itu dilaporkan kepada raja Yoyakim. Para pemuka menghadap raja dan membacakan kitab itu, tetapi raja malah mengoyak kitab itu dengan pisau dan membakarnya di perapian. Tuhan menyuruh Yeremia membuat lagi gulungan baru yang berisi nubuat. Dan karena kekerasan hatinya, keturunan Yoyakim tidak akan duduk lagi di takhta Daud.

Bangsa Yehuda Dibuang ke Babel

Sesuai nubuat Yeremia, Tuhan menggerakkan raja Babel untuk menghukum bangsa Yehuda. Raja Yoyakim pun takluk dan dibawa ke Babel. Ia digantikan oleh Yoyakhin, anaknya, yang hanya memerintah selama tiga bulan di Yerusalem karena Raja Babel juga menangkapnya beserta keluarganya dan banyak orang yang gagah dan cakap untuk dibawa ke Babel.

Tuhan memberi penglihatan kepada Yeremia yaitu dua keranjang buah ara. Buah ara yang baik melambangkan rombongan yang sudah dibawa ke Babel, mereka akan dipelihara oleh Tuhan dan diberi hati untuk mengenal Tuhan. Sementara itu buah ara yang buruk melambangkan sisa bangsa Yehuda dan raja Zedekia yang akan diizinkan Tuhan mengalami keadaan buruk yaitu perang, kelaparan, dan penyakit sampar.

Banyak orang Yehuda yang sudah dibawa ke Babel bersama raja Yoyakhin, tetapi Yeremia masih tinggal di Yehuda. Yeremia pun mengirim surat kepada orang Yehuda di Babel dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia, yang isinya: dirikanlah rumah untuk ditinggali, buatlah kebun untuk diusahakan, milikilah keluarga, dan usahakanlah kesejahteraan di kota kamu dibuang. Karena mereka akan lama hidup di Babel yaitu 70 tahun dan mereka harus tetap terpelihara sampai Tuhan menggenapi janji pemulihan-Nya.

Tetapi Semaya, seorang nabi palsu yang ikut dibawa ke Babel yang mengirim surat kepada imam Zefanya bin Maaseya di Yehuda untuk memenjarakan Yeremia karena ia tidak percaya bahwa pembuangan akan berlangsung lama. Karena kekerasan hatinya, Tuhan berkata bahwa Semaya akan dihukum: ia dan keturunannya tidak akan ada yang melihat pemulihan dari Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar