Runtuhnya Kerajaan Yehuda
Setelah Raja Yoyakhin dan ribuan rakyat Yehuda dibawa ke Babel, Zedekia diangkat oleh Nebukadnezar menjadi raja di Yehuda memimpin rakyat yang tersisa.
Yeremia menyampaikan pesan Tuhan bahwa memang Tuhan sendiri yang telah mengirim Babel untuk menghukum bangsa Yehuda. Karena itu, bila mereka ingin taat kepada Tuhan, Raja Zedekia dan bangsa Yehuda harus menyerahkan diri kepada Babel. Barangsiapa yang masih memaksa tinggal di Yerusalem akan ditimpa malapetaka pedang, kelaparan, dan penyakit sampar.
Tetapi seorang nabi palsu yang bernama Hananya membantah nubuat Yeremia. Ia berkata bahwa dalam 2 tahun lagi Tuhan akan memulihkan dan mengembalikan apa yang telah dirampas Babel ke Yehuda. Karena menyampaikan nubuat sesat, Tuhan menghukum Hananya sehingga ia mati dalam tahun itu juga.
Beberapa waktu lamanya tentara Babel mengepung Yerusalem sehingga seluruh rakyat terdesak. Tetapi beberapa saat kemudian, Raja Zedekia mendengar tentara Mesir telah berangkat untuk membantu mereka sehingga tentara Babel mundur. Zedekia percaya bahwa ini adalah saat untuk membebaskan diri dari Babel. Tetapi Yeremia kembali mengingatkan bahwa bahwa bantuan dari Mesir tidak akan sampai dan Babel akan kembali lagi untuk menghancurkan Yerusalem.
Selagi tentara Babel masih mundur, Yeremia pergi keluar dari kota Yerusalem untuk mengurus pembagian warisan. Tetapi ia malah dituduh mau pergi untuk berkhianat dan kabur memihak Babel. Ia pun dipukuli dan ditahan di ruang cadangan air bawah tanah rumah panitera Yonatan beberapa waktu lamanya.
Raja Zedekia yang kembali terdesak oleh Babel diam-diam menyuruh orang mengambil Yeremia untuk meminta petunjuk. Yeremia tetap menegaskan nubuatnya dan meminta raja menyerah.
Yeremia juga meminta kepada raja untuk dipindahkan dari tempat ia ditahan, dan raja mengabulkannya. Yeremia dipindahkan ke pelataran penjagaan istana dan diberi roti setiap hari.
Tetapi para pejabat tidak suka kepada Yeremia karena nubuatnya itu melemahkan semangat rakyat dan tentara. Mereka pun meminta Yeremia dihukum mati dan Raja Zedekia malah menurut saja. Yeremia pun dimasukkan ke perigi milik pangeran Malkia yang hanya berisi lumpur.
Beberapa waktu kemudian, Ebed-Melekh, seorang sida-sida yang berasal Etiopia, meminta belas kasihan raja supaya tidak membiarkan Yeremia mati kelaparan. Lalu Yeremia diangkat dari perigi dan tinggal lagi di pelataran penjagaan. Zedekia minta petunjuk lagi dan Yeremia berkata bahwa Zedekia harus menyerahkan diri kepada Babel supaya Tuhan memelihara nyawanya.
Beberapa waktu kemudian, sesuai nubuat Yeremia, Yerusalem benar-benar diruntuhkan oleh Babel. Tetapi Raja Zedekia bukannya menyerahkan diri, ia berusaha kabur sehingga ia disiksa dan dibawa paksa ke Babel. Istana dibakar, tembok Yerusalem pun dirobohkan. Hanya ditinggalkan sedikit rakyat yang miskin untuk memelihara ladang.
Tetapi Nebukadnezar memerintahkan Nebuzaradan, kepala pasukannya, untuk bersikap baik kepada Yeremia. Yeremia pun dibebaskan dan tinggal di tengah rakyat.
Keadaan Yehuda Setelah Diruntuhkan
Nebukadnezar pun mengangkat Gedalya bin Ahikam untuk memimpin sisa orang yang tinggal di Yehuda.
Ismael bin Netanya, salah seorang perwira raja yang tidak suka Yehuda tunduk pada Babel, memukul dan melenyapkan Gedalya. Ismael berencana menyeberang ke wilayah bani Amon dengan membawa rakyat sebagai tawanan, tetapi dihalangi oleh Yohanan bin Kareah dan perwira lainnya. Akhirnya rakyat pulang kembali dipimpin Yohanan, hanya Ismael dan pengikutnya yang pergi ke wilayah bani Amon.
Setelah itu Yohanan dan rakyat berencana kabur ke Mesir, karena mereka takut Babel marah bila mengetahui Gedalya telah mati. Tetapi Yeremia menyampaikan pesan Tuhan untuk jangan pergi ke Mesir, karena di Mesir justru mereka akan mengalami perang, kelaparan, dan penyakit yang mereka takutkan.
Tetapi Yohanan dan teman-temannya berkeras mau ke Mesir, ia membawa paksa Yeremia dan rakyat. Mereka sampai di Tahpanhes Mesir. Di sana Tuhan berkata melalui Yeremia bahwa Nebukadnezar akan segera mengalahkan Mesir dan mendirikan tahtanya di sana.
Bangsa Yehuda yang di Mesir tetap juga tidak bertobat dan malah menyembah berhala. Tuhan berfirman bahwa mereka akan dihabisi di Mesir, dan hanya sedikit sekali yang akan pulang ke Yerusalem.
Hukuman Untuk Bangsa-Bangsa
Melalui Yeremia, Tuhan juga menyampaikan nubuat untuk bangsa-bangsa lain yaitu Mesir, Filistin, Moab, Bani Amon, Edom, Damsyik, Kedar, Elam, dan juga Babel. Meskipun awalnya mereka adalah bangsa yang penuh kejayaan, tetapi mereka juga akan menerima hukuman dari Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar