Rabu, 06 Oktober 2021

#113 Yesus dan Perempuan Samaria (Yohanes 4)

Karena pengikut Yesus sudah sangat banyak bahkan melebihi pengikut Yohanes Pembaptis, hal itu kedengaran pada orang Farisi dan mereka tidak suka. Yesus mengetahui hal itu dan memutuskan menghindar untuk sementara waktu. Ia pun mengajak murid-murid-Nya meninggalkan Yudea dan kembali ke Galilea. 

Untuk pergi ke Galilea, rute terdekatnya adalah lewat Samaria. Biasanya orang Yahudi akan menghindar dan mencari jalan agar tidak melewati daerah Samaria. Orang Yahudi tidak mau bergaul dengan orang Samaria karena menurut sejarah dari zaman raja-raja, orang-orang Samaria sudah tidak murni keturunan Israel lagi. Mereka juga sempat mendirikan tempat ibadah mereka sendiri yaitu di gunung Gerizim, dan bukannya beribadah di bait Suci di Yerusem. 

Akan tetapi tidak seperti kebiasaan orang Yahudi, Yesus malah sengaja mengajak murid-murid-Nya berjalan melewati Samaria. Maka sampailah mereka ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar.

Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur Yakub. Hari kira-kira pukul dua belas. Yesus sendiri saja sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
Kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?"

Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang telah meminta air, pasti engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Bapa leluhur kami Yakub yang memberikan sumur ini kepada kami. Adakah Engkau lebih besar dari Yakub?"

Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air dari sumur ini, ia akan haus lagi,
tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu."

Perempuan Samaria kaget karena Yesus tahu tentang dirinya padahal mereka belum pernah bertemu. Apalagi Yesus mau mengobrol dengannya meskipun tahu bahwa ia adalah seorang yang melanggar norma agama dan sosial.

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 
Bisakah Engkau jelaskan mengapa nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi orang Yahudi mengatakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah?"

Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias yang disebut Kristus akan datang, dan Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan.
 
Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"

Maka mereka pun percaya pada perempuan itu lalu pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

Sementara itu murid-murid Yesus mengajak-Nya makan. 
Akan tetapi Yesus berkata: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
Ketika murid-murid bingung dan menyangka sudah ada yang memberi makanan pada Yesus, Ia berkata: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."

Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.

Maka lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya kepada Yesus bukan lagi karena kesaksian perempuan Samaria itu saja, tetapi karena mendengar sendiri perkataan Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar