Sabtu, 02 Oktober 2021

[4] Allah Menyelamatkan Nuh dan Keluarganya (Kejadian 6-10)

Nuh Diselamatkan Dari Air Bah


Ketika manusia makin bertambah banyak jumlahnya, Tuhan Allah melihat, bahwa kejahatan mereka sangatlah besar.

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Nuh adalah seorang yang benar dan hidup bergaul dengan Allah.

Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Buatlah bagimu sebuah bahtera yang rancangannya sesuai dengan perintah-Ku.
Sebab Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala makhluk, karena bumi telah penuh dengan kekerasan. 

Tetapi Aku akan mengadakan perjanjian dengan engkau, engkau dan keluargamu akan masuk ke dalam bahtera itu."

Mendengar firman Allah itu, Nuh membuat bahtera tepat seperti yang diperintahkan kepadanya. 

Ketika tiba waktunya, berfirmanlah Tuhan kepada Nuh: "Aku akan segera menurunkan hujan ke atas bumi dan menghapuskan segala yang ada. Masuklah ke dalam bahtera itu."

Tuhan Allah juga menyuruh Nuh mengambil tujuh pasang dari segala binatang yang tidak haram dan satu pasang dari segala binatang yang haram ke dalam bahtera, supaya binatang-binatang itu masih dapat terpelihara keturunannya di bumi. 

Lalu Nuh masuk ke dalam bahtera bersama dengan anak-anaknya: Sem, Ham, dan Yafet, beserta isterinya, dan isteri anak-anaknya. Segala binatang juga datang berpasangan kepada Nuh dan masuk ke dalam bahtera itu, seperti yang diperintahkan Allah. Lalu Allah menutup pintu bahtera itu.
 
Maka datanglah air bah meliputi bumi, di umur Nuh yang ke 600 tahun, pada bulan kedua hari ke-17. Segala mata air samudera raya terbelah dan tingkap-tingkap langit terbuka. Hujan lebat turun empat puluh hari empat puluh malam lamanya.

Ketika air itu makin tinggi, terapung-apunglah bahtera itu di permukaan air.

Maka mati binasalah segala yang hidup, semua binatang, serta semua manusia. Hanya Nuh dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu yang tetap hidup. 

Air itu berkuasa di atas bumi selama seratus lima puluh hari lamanya. 

Setelah semuanya itu, Allah mengingat Nuh dan segala binatang bersama-sama dengan Nuh dalam bahtera itu. 

Kemudian Allah membuat angin berhembus melalui bumi. Allah menutup mata-mata air serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat itu. 

Sesudah itu makin surutlah air itu dari muka bumi.

Dalam bulan yang ketujuh atau 5 bulan setelah dimulainya air bah, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat. Dan 2,5 bulan kemudian dalam bulan yang kesepuluh, tampaklah puncak-puncak gunung.

Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu, lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air menjadi kering dari atas bumi.

Kemudian Nuh juga melepaskan seekor burung merpati untuk melihat apakah air itu sudah berkurang. Awalnya burung merpati itu tidak mendapat tempat berpijak lalu pulang kepada Nuh.
Nuh menunggu tujuh hari, kemudian dilepaskannya lagi burung merpati itu. Menjelang senja pulanglah burung merpati membawa sehelai daun zaitun yang segar pada paruhnya yang artinya, air itu telah berkurang. Selanjutnya Nuh menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepada Nuh. Artinya sudah ada tempat yang kering untuk burung itu hidup di luar bahtera. 

Pada usia Nuh yang ke-601, 10,5 bulan dari sejak air bah dimulai, yaitu pada bulan pertama hari yang pertama, Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat, ternyata muka bumi sudah mulai kering. 

Dua bulan kemudian pada bulan kedua hari ke-27, bumi sudah benar-benar kering. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: 
"Keluarlah dari bahtera itu, engkau dan keluargamu dan segala binatang yang bersama-sama dengan engkau." Lalu keluarlah mereka. 

Setelah itu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dan ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. Segala yang hidup akan menjadi makananmu, tetapi jangan membunuh sesama manusia.

Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu, keturunanmu, dan segala makhluk yang hidup, 
bahwa tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.

Inilah tanda perjanjian-Ku: busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi."

Nuh dan Anak-Anaknya

Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet.

Setelah keluar dari bahtera, Nuh menjadi petani anggur.

Suatu ketika, Nuh menjadi mabuk karena minum anggur. Salah satu anak Nuh yaitu Ham, berbuat tidak sopan dengan menceritakan kondisi ayahnya yang memalukan kepada saudara-saudaranya, Sem dan Yafet. Tetapi Sem dan Yafet datang dan memakaikan pakaian kepada Nuh, ayah mereka.

Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak-anaknya, ia mengutuk keturunan Ham yaitu Kanaan. Tetapi ia memberkati Sem dan Yafet serta keturunan mereka.

Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah. 

Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.

Ketiga anak Nuh berkembang menjadi bangsa-bangsa yang menyebar di bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar