Kamis, 09 Desember 2021

#121 Yesus Menyembuhkan Orang Sakit di Kolam Betesda (Yohanes 5)

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. 
Di Yerusalem ada sebuah kolam, yang disebut Betesda; dan di serambi-serambi kolam itu berbaring sejumlah besar orang sakit seperti orang buta, timpang, dan lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang pertama masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, akan menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit dan Yesus tahu hal itu. 
Yesus bertanya kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 

Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." 
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"

Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa Yesus.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.

Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia malah menyembuhkan orang dan menyuruhnya mengangkat tilam pada hari Sabat, yang ditetapkan sebagai hari kudus dan tidak boleh mengerjakan apa-apa.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."

Orang-orang Yahudi yang awalnya marah karena menganggap Yesus melanggar hari Sabat, jadi makin marah karena mendengar Yesus berkata Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."

Yesus juga mengigatkan bahwa sudah ada kesaksian tentang Yesus juga dari Yohanes Pembaptis, meskipun sebenarnya segala pekerjaan yang dikerjakan Yesus sudah menjadi kesaksian yang jelas bahwa memang Allah Bapalah yang mengutus Yesus. 

Yesus juga menegur orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang mengagungkan ilmu agama mereka tetapi menolak percaya pada Yesus dan Bapa yang mengutus-Nya, padahal sudah jelas nubuat tentang Yesus sang Mesias tertulis dalam Kitab-kitab Suci termasuk Kitab Musa yang menjadi pedoman mereka selama ini.

Teguran itu membuat orang Farisi dan Ahli Taurat makin membenci Yesus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar