Senin, 20 Desember 2021

#122 Yesus Menyembuhkan Orang Pada Hari Sabat (Matius 12, Markus 2-3, Lukas 6)

Pada hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid Yesus memetik bulir gandum dan memakannya.
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."

Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"

Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Maksud Yesus adalah Tuhan juga tidak menghendaki sikap memperjuangkan ketaatan pada hukum tetapi dilakukan tanpa rasa kasih terhadap sesama yang kesusahan, kelaparan, atau memerlukan bantuan.

Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat. 
Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Ahli Taurat dan orang Farisi bertanya kepada Yesus: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Yesus.

Kemudian kata Yesus kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 

Yesus sedih karena kedegilan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus memandang sekeliling-Nya lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

Dengan demikian, Yesus menunjukkan bahwa menguduskan hari Sabat bukan berarti hanya beribadah dan berdiam diri seperti yang diajarkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, melainkan selain beribadah juga harus melakukan hal-hal yang memuliakan Allah.
 
Tetapi bukannya sadar, orang-orang Farisi malah marah karena ajaran mereka ditentang. Lalu mereka keluar dan segera bersekongkol untuk menghabisi Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar