Jumat, 04 Maret 2022

#132 Perumpamaan Tentang Kerajaan Sorga (Matius 13, Markus 4, Lukas 8)

Yesus melanjutkan pengajarannya tentang kerajaan sorga melalui berbagai perumpamaan.

Kebenaran Kerajaan Sorga

Kebenaran kerajaan sorga adalah bagaikan pelita. Karena fungsinya adalah penerang ruangan, pelita tentu diletakkan di tempat terlihat, tidak mungkin disembunyikan. Begitu juga kebenaran tentang Yesus, yang merupakan jalan keselamatan untuk menuju kerajaan sorga adalah untuk diketahui semua orang.

Orang yang mau membuka hati akan semakin mengerti, tetapi yang tidak mau akan makin jauh dari kebenaran itu. 

Penghakiman Saat Kerajaan Sorga Tiba

Anak-anak Tuhan dan anak-anak si jahat yang hidup di dunia adalah bagaikan gandum dan lalang. Awalnya benih gandum ditabur pemilik ladang, tetapi pada waktu malam musuhnya menaburkan benih lalang. Pada saat hamba-hambanya memberitahunya, pemilik ladang membiarkan lalang dan gandum itu tumbuh bersama sampai masa menuai. Ketika penuaian, maka lalang akan dikumpulkan untuk dibakar dan gandum akan dikumpulkan untuk disimpan. Begitu juga Tuhan yang digambarkan pemilik ladang, pada akhir zaman akan memerintahkan anak-anak si jahat untuk dihukum sementara anak-anak Tuhan masuk kerajaan sorga.

Yesus juga menggambarkan penghakiman seperti orang yang setelah menangkap ikan dengan pukat, mengambil ikan yang baik dan membuang ikan yang buruk. Malaikat akan memisahkan orang jahat dari orang benar, supaya orang jahat dibuang ke dapur api.

Kebenaran Kerajaan Sorga yang Bertumbuh

Pada awalnya kebenaran kerajaan sorga tidak banyak dipentingkan orang, tetapi lama-lama semakin nyata bahwa kebenaran itu mempengaruhi dunia. Yesus menggambarkan kebenaran itu bagaikan ragi yang hanya dipakai sedikit tapi bisa meresapi seluruh adonan, dan bagaikan biji sesawi yang awalnya kecil tapi tumbuh menjadi pohon yang besar.

Kerajaan Sorga Sangat Berharga

Orang yang sudah tahu bahwa kerajaan sorga sangat berharga akan rela mengorbankan apa saja untuk memperolehnya. Bagaikan orang yang menemukan harta terpendam di ladang dan orang yang menemukan mutiara berharga, mereka menjual seluruh harta kepunyaannya untuk mendapatkan harta dan mutiara itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar